
Ternyata Tuan Muda Wei Yun memang merencanakan sesuatu. Ia tidak ingin ada keluarga lain yang memasuki Alam Rahasia dan merusak rencana yang telah ia buat.
Sama seperti saat ini ketika salah satu prajurit diutus untuk menghadang para ksatria yang akan memasuki Alam Rahasia.
"Aku, Zhang Yu juga berada di Alam Langit!" teriaknya ketika menghadapi salah satu tangan kanan Tuan Muda Wei Yun.
Wei Hao sekali ketika salah satu prajurit itu menyerangnya, seolah kekuatannya tidak ada apa-apanya dibanding kekuatan Wei Hao.
"Hanya mengandalkan dirimu seorang?" ucap Wei Hao.
Dalam satu kali serangan Wei Hao mampu melumpuhkan prajurit itu dan membuatnya terluka parah. Seketika para prajurit lain matanya terbelalak ketika mendapati kenyataan Wei Hao sangatlah kuat. Hanya dengan menggunakan satu kali serangan saja ia dapat melumpuhkan lawan.
"Hanya dengan satu serangan?"
"Dia bahkan tidak menggunakan Armor Spiritual?" ucap prajurit yang lainnya.
"Apakah ini perbedaan antara kita dengan keluarga besar?"
"Dia lebih kuat dari Han Yu. Pantas saja anggota Keluarga Wei tadi sangat arogan."
"Ayo pergi!"
Lamunan Nona Han Xinxin terhenti ketika Tuan Muda Han Feng memegang bahunya.
"Kalau tidak, banyak barang bagus akan diambil semuanya oleh keluarga besar lainnya."
Namun, ternyata Wei Hao lebih dulu melihat kedatangan Nona Han dan ia pun menegurnya.
"Tunggu!" panggil Wei Hao.
Seketika Tuan Muda Han Feng menoleh, "Bung, kami bukan dari keluarga bawahan, kau salah menghalangi orang."
"Kalian berempat boleh masuk, tapi dia tidak boleh!" ucap Wei Hao menunjuk ke arah Qinli.
"Hei!" teriak Tuan Muda Han Feng dengan geram.
Namun, ternyata Qinli tidak takut. Ia justru memegang pundak Tuan Muda Han Feng.
"Tidak apa-apa, kalian masuk duluan, aku akan menyusul," ucap Qinli.
"Aih ... baiklah, kalau begitu hati-hati. Jangan sampai terluka, jangan salahkan aku yang tidak memperingatkanmu!"
Tuan Muda Han Feng dan yang lainnya segera menuju ke pintu alam rahasia. Tidak lupa ia melambaikan tangannya kepada Qinli.
Nona Han Xinxin tersenyum ke arah Tuan Muda Han Feng, "Kau terlalu meremehkan Qinli."
"Aku tidak mengatakannya pada Qinli."
__ADS_1
Ini Qinli sedang berhadapan dengan Wei Hao.
"Mulailah, kau juga sudah lihat kalau aku sedang buru-buru," ucap Qinli dengan tersenyum.
"Karena kau buru-buru untuk berinkarnasi ...."
"Maka aku kabulkan permintaanmu!"
Beberapa saat kemudian Armor milik Wei Hao mulai terlihat. Ia menggunakan kekuatannya dengan maksimal. Beberapa prajurit di belakang Qinli bergumam mengenai pertarungan saat ini. Mereka terkejut karena Wei Hao sudah mencapai Puncak Alam Langit.
Armor yang dimiliki oleh Wei Hao berwarna orange, kekuatannya terlihat sangat besar dan kuat, jauh melebihi pandanan dari para prajurit itu.
"Puncak Alam Langit?" ucap mereka dengan terkejut.
"Kenapa kita yang sama-sama berada di Puncak Alam Langit tetapi perbedaan kekuatannya begitu jauh?"
"Kekuatan spiritual yang sangat hebat, sepertinya dia bisa mengalahkan prajurit pemecah langit ...."
"Apa orang ini dibuat kaget sampai tidak dapat bergerak?"
"Itu sudah pasti! Bagaimanapun Wei Hao sudah berada di Puncak Alam Langit, sedangkan bocah ini masih berada di tahap dasar Alam Langit."
Ucapan dari para prajurit yang berdiri di belakang Qinli, mengganggu pendengaran Qinli.
Dalam sekejap Wei Hao sudah menyerang Qinli dengan kekuatan Armor yang ia miliki. Namun, Wei Hao menyerang Qinli dari arah belakang. Dalam sekejap tubuh Qinli sudah berubah menjadi sosok bayangan bukan tubuh sebenarnya.
"Hm. Lumayan juga mempunyai tubuh yang sangat besar dan kecepatannya juga luar biasa!" puji Qinli pada Wei Hao.
Saat Wei Hao menoleh, rupanya Qinli ada di belakangnya, dengan satu jentikan jari dari Qinli mampu membuat Wei Hao jatuh terpental nya.
"A-apa!" ucap Wei Hao terkejut.
BANG!
"Satu serangan!"
Dalam sekejap Qinli sudah dapat mengalahkan Wei Hao. Kemudian ia segera masuk ke dalam pintu Alam Rahasia menyusul keempat prajurit dari Keluarga Han.
Para prajurit yang tersisa di depan Pentagon hanya bisa tercengang dengan kemampuan Qinli. Apalagi bekas serangan Qinli membuat sebuah lubang besar di tanah. Itu artinya kekuatan Qinli jauh di atas Puncak Alam Langit.
"Sepertinya harapan kita untuk mendapatkan Tungku Bintang Tujuh semakin tipis."
"Aih."
Di dalam Alam Rahasia.
Ternyata di dalam Alam Rahasia tidak seperti yang dibayangkan oleh Qinli. Justru para ksatria tersebut berpegangan kepada benda yang terapung di ruang angkasa. Tidak ada daratan seperti yang ada di bumi ataupun di daratan lainnya. Ruangan itu benar-benar hampa udara.
__ADS_1
Hanya ada beberapa batuan yang digunakan untuk berpijak para ksatria tekun digunakan untuk berpegangan. Ternyata Nona Han masih khawatir akan keadaan Qinli. Akan tetapi Tuan Muda Han Feng sudah percaya pada kemampuan Qinli terlihat lebih tenang.
"Entah bagaimana keadaan Qinli."
"Tenang saja, dia tidak akan mati!"
Dugaan keduanya salah ternyata Qinli sudah menyusul dan berada tepat di belakang Nona Han dan Tuan Muda Han Feng. Ia bahkan sudah melambaikan tangan ke arah mereka.
"Cepat sekali!" ucap Nona Han Xinxin terkejut.
"Bagaiamana dengan Wei Hao, apakah dia sudah ... olehmu?" tanya Nona Han sambil mengisyaratkan Wei Hao meninggal.
"Bagaimana mungkin!" ucap Qinli santai.
Belum selesai keterkejutan mereka dengan kehadiran Qinli, ternyata dari arah belakang terdapat sebuah tengkorak dengan cahaya hijau yang melesat ke arah mereka. Sepertinya tengkorak itu ingin menguji kekuatan Qinli dan yang lainnya.
"Awas!"
Dengan cepat Tuan Muda Han Feng menyerang tengkorak tersebut dengan satu kali serangan darinya.
"Cari mati!"
BAM!
Seketika tengkorak itu hancur lebur.
"Tidak disangka monster-monster di alam ini sudah mencapai Puncak Alam Langit," gumam Qinli.
"Akhirnya!" teriak Tuan Muda Han Feng dengan gembira.
Ternyata tengkorak tersebut adalah ujian pertama ketika seseorang memasuki Alam Rahasia. Dari serpihan tengkorak tersebut berubah menjadi sebuah plakat yang akan digunakan untuk mereka ketika mereka berada di Alam Rahasia.
"Apa ini?" tanya Qinli dengan kebingungan.
Maklum saja Qinli baru pertama kali masuk ke dalam Alam Rahasia. Jadi ia tidak tahu apa saja yang akan terjadi dan kemungkinan-kemungkinan kecil yang menjadi kejutan di dalam sana. Nona Han kemudian menjelaskan hal itu pada Qinli.
"Plakat masuk! Bisa dibilang semacam kualifikasi untuk berada di Alam Rahasia ini, dengan membunuh Prajurit Tulang Roh yang ada di Alam Rahasia ini baru bisa muncul."
"Prajurit Tulang Roh?" tanya Qinli semakin penasaran.
"Benar, mereka adalah jelmaan para prajurit yang telah mati di dalam Alam Rahasia."
"Ternyata begitu ... lalu apa yang kau maksud dengan kualifikasi tadi?"
"Kau harus membunuh salah satu Prajurit Tulang Roh dalam satu hari untuk mendapat plakat eksklusif untuk dirimu sendiri. Kalau tidak, kau akan diusir paksa dari Alam Rahasia."
"Oh."
__ADS_1