
Qinli benar-benar diserang Xuan Zhan dengan sekuat tenaga. Beruntung, saat ini Qinli masih bisa bangun. Qinli baru saja menancapkan pedangnya ke bebatuan yang berada di hadapannya.
Anehnya, Pedang Zhanlu justru berhasil memancarkan sebuah cahaya berwarna keemasan yang langsung mengarah ke sebuah batu.
"A ... ada apa ini?" teriak Qinli dengan suara keras.
Qinli langsung menyentuh batu yang bercahaya tersebut.
"Energi yang sangat kuat!"
Tangan Qinli seolah memasuki dimensi lain saat menyentuh batu tersebut. Dalam sekejab, Qinli bisa melihat kejadian yang terjadi beberapa waktu silam.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada bumi waktu itu?"
"Apa yang terjadi dengan dua kekuatan dahsyat ini?"
Saat Qinli sedang fokus melihat batu bercahaya itu, tiba-tiba saja dua orang prajurit datang mendekatinya.
"Kelihatannya kita akan mendapatkan sesuatu secara cuma-cuma," ucap mereka berdua.
Saat ini, Qinli sedang fokus dengan Pedang Zhanlu dan menyerap semua energi spiritual di sekelilingnya. Setelah dirasa cukup, ia pun menyapa kedua prajurit tadi.
"Di mana Si Tua Bangka Xuan Zhan?"
Bukannya memanggil atasannya, mereka justru menertawai ucapan Qinli.
"Melawan orang jahat lemah sepertimu cukup hanya saja kami berdua saja!"
Benar saja, sesaat kemudian kedua prajurit tadi langsung menyerang Qinli tanpa permisi. Hanya dalam beberapa detik, keduanya langsung bisa diatasi oleh Qinli. Akan tetapi setelahnya Pedang Zhanlu miliknya retak.
__ADS_1
Saat ia masih menatap pedang miliknya yang retak, Xuan Zhan mendekatinya.
"Pedang ini retak di saat yang tidak tepat ...."
"Entah pedang ini bisa menerima kekuatan tingkat kelima metode pikiran tatanan surga
atau tidak ...."
Di saat yang sama Xuan Zhan mengamati pergerakan Qinli. Ia bisa memastikan jika Qinli yang saat ini sangatlah berbeda dengan keadaannya beberapa waktu yang lalu.
"Kenapa aku merasa aura bocah ini berbeda sekali dengan yang tadi ...."
Tidak sabar dengan hal tadi, Xuan Zhan langsung menyerang Qinli.
"Cukup! Sudah saatnya kau pergi menemani putraku!"
"Kita lihat saja!" ucap Qinli sambil mengarahkan pedangnya ke arah Xuan Zhan.
...PEDANG PEMBUNUH ABADI...
...HANCURKAN LANGIT...
Cukup mengejutkan, serangan Qinli tepat mengenai tubuh Xuan Zhan di tengah-tengah. Seketika tubuhnya terasa membeku dan tiba-tiba saja Xuan Zhan meracau.
"Skill pedang ini ...."
"Bukan berasal dari dunia ini!"
Tiba-tiba saja Pedang Zhanlu milik Qinli retak.
__ADS_1
...KRAK...
...KRAK...
Hingga beberapa saat kemudian hancur.
"Sebuah jurus yang tidak berasal dari dunia ini, ya?" tanya Qinli.
Keadaan belum stabil, akan tetapi Nona Ling'Er sudah mencari keberadaan gurunya itu.
"Guru!"
Ketiga prajurit yang mengantar Qinli ke tempat air hidup dan mati begitu terkejut dengan keadaan Qinli yang baik-baik saja.
"Dia, masih hidup, kalau begitu Xuan Zhan ...."
"Su ... sudah mati!" ucap mereka dengan wajah terkejut.
"Syukurlah!" teriak Nona Ling'Er sambil berhambur memeluk gurunya itu.
Qinli hanya bisa tersenyum ketika mendapati Nona Ling'Er memeluknya. Sementara itu ketiga prajurit tadi saling mengobrol dan membahas tentang situasi yang terjadi saat ini.
"Pria tua itu adalah petarung Alam Dominasi, tapi tidak disangka gurunya baik-baik saja."
Saat keduanya sedang berdiskusi, adik ketiganya justru membelalakkan kedua matanya dan menunjuk ke arah lain.
"Co ... coba kalian lihat!"
Rupanya mereka melihat sebuah kilatan cahata yang sangat besar yang muncul dari dalam tanah hingga menuju ke langit. Cahaya itu seolah-olah membelah langit menjadi dua.
__ADS_1
"La ... langit dan bumi seperti terbelah menjadi dua!"