
Melihat pedang yang sangat berharga dihadapannya kali ini membuat tangan Qinli reflek memegang pedang tersebut. Anehnya pedang itu pun langsung menyebutkan namanya. Kini justru keduanya saling bercakap-cakap satu sama lain.
"Namaku Shitian. Aku adalah senjata sumber yang menjaga dunia ini," ucap pedang berwarna biru muda mempunyai cahaya yang sangat menyilaukan mata.
"Pedang Shitian .... senjata penjaga dunia?" tanya Qinli tidak percaya.
"Benar, pada waktu itu ...."
Akhirnya Pedang Shitian itu bercerita tentang masa lalunya kenapa ia masih bisa bertahan sampai saat ini.
"Aku, bekerja untuk master pertamaku yang dikenal sebagai pendiri bela diri. Juga adalah pembimbing bela diri di daratan ini ...."
"Pada saat yang sama, aku juga menyaksikan standar yang dia gunakan untuk menentukan tingkat kekuatan di atas Alam Hidup dan Mati Prajurit."
"Dibandingkan dengan dengan Alam Reinkarnasi, Alam Hidup dan Mati mempunyai atribut sendiri."
"Semakin tinggi tingkatan seorang prajurit hidup dan mati, semakin kuat pula kekuatan atributnya."
"Sedangkan kultivator alam dominasi terintegrasi dengan domain sehingga domain berkembang menjadi alam, kultivator yang memiliki alam disebut sebagai kultivator alam dominasi."
"Dan dia sudah termasuk prajurit tahap akhir Al dominasi. Oleh karena itu, dia bisa membuka portal sesuka hatinya dan menyerang dengan melintasi ruang!"
"Adapun kultivator di atas Alam Dominasi ...."
"Itu adalah master keduaku ...."
"Dia adalah prajurit terakhir di dunia yang telah melampaui alam dominasi, kekuatannya sudah mencapai alam setengah abadi!"
...BOOM!...
...DHUAR!...
__ADS_1
"Prajurit Alam Setengah Abadi sudah bukan lagi prajurit biasa, serangan dan strategi prajurit yang belum mencapai Alam Setengah Abadi tidak akan bisa mempengaruhi prajurit yang sudah mencapai Alam Setengah Abadi."
"Alam Setengah Abadi ... adalah langkah terakhir untuk menjadi abadi ... yaitu dengan cara melewati bencana petir."
"Dan hari itu, aku juga dicampakkan dengan kejam."
"Tidak lama setelah master keduaku menjadi abadi, aku merasakan gelombang kehancuran yang dahsyat menuju Daratan Huangdi."
"Ketika aku belum bertemu dengan master ketiga, mau tidak mau aku harus melawannya dengan membakar sumber kekuatanku."
"Meski aku telah melawannya dengan sekuat tenaga ...."
"Tapi tetap tidak sanggup melawan sebagian kecil dari kekuatan ini ...."
"Hal ini mengakibatkan kehancuran (kekuatan sumber Daratan Huangdi) sebagai media yang dapat mencapai Alam Setengah Abadi."
"Tubuhku juga terluka parah ...."
"Sampai akhirnya kau muncul, aku melihat karakteristik masterku yang terdahulu di dalam dirimu ...."
"Mohon terimalah aku dan menjadi master ketigaku!"
Di saat Qinli dan Pedang Shitian berbincang-bincang, Tetua Xia sangat khawatir pada Qinli yang belum juga kembali. Kedua tangannya mengatup di depan dada sambil berdoa segala kebaikan untuk Qinli.
"Sudah selama ini kenapa masih belum ada kabar ... Ling'Er juga menghilang, jangan-jangan ...."
Tiba-tiba saja terdengar sebuah teriakan.
"Kak Xia! Cepat kemari!"
"Kak Mo ...." sapa Nona Ling'Er sambil memapah Qinli.
__ADS_1
"Ling'Er! Qinli!"
...BUGH!...
Terlihat seorang prajurit yang jatuh menelungkup di hadapan Tetua Xia.
"Di sini adalah Sekte Bumi?" tanya salah satu lelaki berpakaian bangsawan.
Di belakangnya terdapat lima ksatria yang berpakaian sama.Tubuh mereka sama-sama melayang di angkasa.
"Di mana pemimpin kalian? Cepat panggil dia keluar!"
Melihat ada hal yang tidak beres, Tetua Xia datang.
"Kalau Anda datang untuk bertamu, seharusnya Anda bisa bersikap sopan ...."
Salah satu kesatria yang berada di sisi kanan ikut berkomentar di sini.
”Tuan Lu, untuk apa beromong kosong dengan mereka, langsung bertindak saja!"
Tuan Lu menoleh ke arahnya, "Hmph! Kami bukan orang kasar seperti kalian!"
Mendapatkan tanggapan seperti itu, salah seorang kesatria merasa tidak terima.
"Jangan munafik dan sok suci. Bukankah kau datang kesini untuk mendapatkan Mata Air Hidup dan Mati?"
"Itu Petarung Hidup dan Mati?" tanya Tetua Xia sedang menyimpulkan pembicaraan mereka.
Di saat Tetua Xia sedang menyimpulkan sesuatu, salah seorang ksatria langsung menyerang tubuh Tetua Xia.
"Tapi murid-murid Sekte Bumi ini cantik juga! Sekarang kau menjadi milikku!"
__ADS_1
Hiat!