MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 89


__ADS_3

"Tentu saja benar!"


Yunfei semakin semakin sombong.


"Kenapa aku tidak percaya?" ucap Wei Nuannuan.


Yunfei lalu mengeluarkan sebuah senjata rahasianya yaitu sebuah jarum perak yang besar dan runcing.


"Ini adalah senjata tersembunyiku yang unik, jika mengenai Qinli, dia pasti akan mati!"


Yunfei terlihat sangat percaya diri ketika memperlihatkan senjata rahasianya tadi. Tetapi tidak dengan Wei Nuannuan yang masih meragukannya.


"Lalu kenapa kau tidak melawannya?" tanya Wei Nuannuan penasaran.


"Karena kau ingin lihat, maka akan kutunjukkan padamu, aku akan mengalahkannya dalam hitungan menit!"


"Okei, okei! Aku ingin lihat kehebatan Kak Yunfei!" ucap Wei Nuannuan amat senang.


Setelah itu, Yunfei mulai mendekati Qinli, dan Wei Nuannuan sangat bahagia karena bisa menyingkirkannya.


Yunfei bergerak dengan sangat perlahan saat itu, bahkan malah terlihat sangat lemah untuk ukuran seorang prajurit elit Keluarga Wei.


"Akhirnya bisa menyingkirkan pria menyebalkan itu," batin Wei Nuannuan lega.


Belum sempat membuka mata, tiba-tiba Kak Yunfei terlempar kembali ke tempat di mana Wei Nuannuan berada.


BANG!


Tentu saja Wein Nuannuan terkejut bukan main karena hal itu.


"Ce ... cepat sekali!" ucap Wei Nuannuan melongo.


"Si ... sial! Ternyata Qinli menyerangku secara diam-diam!"


Lebih mengejutkan lagi, jarum yang rencananya akan digunakan untuk membunuh Qinli malah menancap manis di dada Yunfei sebelah kiri. Sehingga mengeluarkan banyak darah dari sana.


Belum lagi duo Xiong sudah tergeletak lemas di depan sana alias sudah mati seperti Yunfei.


"Elit? Yang kulawan adalah pasukan elit!" ucap Qinli melihat jenazah duo Xiong itu.


Dari kejauhan Wei Nuannuan masih memuji kehebatan Qinli.


"Kak Qin sangat kuat! Tadinya aku masih khawatir dia bisa bertahan atau tidak ...."


Setelah ia mengucapkan itu, Wei Nuannuan kehilangan kakaknya. Ia pun menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Eh! Di mana kakakku?" tanya Wei Nuannuan kebigungan.


Lalu ia pun menyadari sesuatu, ia melihat kakaknya sedang bersiap menyerang Qinli dari belakang menggunakan pedang api bumi miliknya.


"Gawat!" teriak Wei Nuannuan.


"Pedang kobaran api bumi!" teriaknya tepat di depan Qinli.


Qinli tak sempat menghindar dan ....


...BOOM!...


Kekuatan pedang api bumi itu bisa dicegah menggunakan kekuatan pedang Zhanlu milik Qinli. Tindakan Qinli memicu amarah Wei Kaiyuan.

__ADS_1


"Kau memblokir seranganku? Kali ini aku harus merenggut nyawamu!" teriak Wei Kaiyuan.


Kekuatan Qinli belum pulih tapi ia harus menerima serangan kembali dari Wei Kaiyuan. Dengan terengah-engah, Qinli tetap mencoba bertahan.


"Gawat! Energi spiritualku tidak bisa mengimbanginya," batin Qinli was-was.


Sementara itu di tempat Wei Nuannuan ia merasa kebingungan terhadap situasi ini, apalagi prajurit elit mengepungnya kali ini.


"Bagaimana ini!"


"Bagaimana ini!"


Wei Nuannuan terlihat sangat panik hingga membuatnya berjalan ke sana ke mari. Bukan hanya Wei Nuannuan yang khawatir melainkan Jiangjun dan Nona Liu juga mengkhawatirkan hal yang sama.


"Bos!" teriak Jiangjun


"Tuan Qin!" teriak Nona Liu


Apalagi saat ini Wei Nuannuan dibantu para prajurit elit bersiap melawan Qinli. Lalu Wei Nuannuan muncul dan berlari ke arah Qinli.


"Kakak! Kau tidak boleh membunuhnya!" teriak Wei Nuannuan.


Wei Kaiyuan terkejut ketika mendapati adik kesayangannya berada di sana. Ia pun menoleh ke arah Wei Nuannuan.


"Nuannuan? Kenapa dia datang? Bukankah aku sudah menguncinya di rumah?" batin Wei Kaiyuan.


Dalam keadaan masih melayang, Wei Kaiyuan bertanya pada adik kesayangannya itu.


"Kenapa? Qinli adalah musuh Keluarga Wei!" teriak Wei Kaiyuan dari atas sana.


Wei Kaiyuan bingung harus memberikan alasan apa agar bisa menghentikan kakaknya itu. Lalu sebuah ide gila muncul di kepala Wei Nuannuan.


Wei Nuannuan menunduk dan mengusap perutnya yang datar itu.


"Karena aku hamil anaknya Qinli!"


Dengan dikuasai amarah luar biasa, Wei Kaiyuan turun dan mendekati adiknya.


"Kau bilang kau hamil anaknya?" tanya Wei Kaiyuan marah sambil menunjuk Qinli.


"Iya!" ucap Wein Nuannuan.


Sementara di seberang sana, Qinli terkejut akan kebohongan Wei Nuannuan. Wajahnya menjadi bingung karena ucapan Wei Nuannuan barusan.


Belum lagi banyak pertanyaan kini hinggap di kepala Qinli, Jiangjun di belakang sana menjerit tidak terima. Ia bagaikan disambar petir di siang bolong saat mendengar ucapan Wei Nuannuan barusan.


"Bos, se ... sejak kapan kau ...." ucapnya frustasi.


Lalu Wei Nuannuan memulai aktingnya. Dengan setengah menangis Wei Nuannuan mulai berbicara.


"Setelah dia menyelamatkanku dari ular berkepala tiga, dia mulai menggodaku. Aku masih muda dan tidak tahu apa-apa, aku ditipu olehnya dan kehilangan keperawananku."


"Setelah kejadian itu, aku baru tahu bahwa dia sudah menikah, tapi aku sudah terlanjur mengandung anaknya. Kakak, aku harus bagaimana?" tanya Wei Nuannuan setengah putus asa.


Lain halnya dengan Wei Kaiyuan yang sudah sangat marah saat ini.


"Breng ... brengsek!"


Melihat ada pisau belati di dekat kakinya, Wei Nuannuan membungkuk untuk mengambil pisau belati itu.

__ADS_1


"Jika kakak bersikeras ingin membunuhnya, biarkan aku yang mengakhiri semua ini."


"Baik! Nuannuan, bunuhlah dia! Kelak aku akan menuruti perkataanmu!" ucap Wei Kaiyuan senang.


Tiba-tiba dari samping Wei Kaiyuan ada Nona Liu yang mendekat.


"Hehe, kau benar-benar menjalankan tugasmu dengan sangat baik sebagai seorang kakak, bisa-bisanya kau ingin membunuh ayah dari keponakanmu sendiri."


"Apakah pemimpin Keluarga Wei tega membiarkan adik sendiri menanggung malu seumur hidupnya?" ucap Nona Liu setengah mengejek.


Tentu saja hal itu membuat Wei Kaiyuan bingung memutuskan masalah ini. Ada dua malaikat baik dan buruk yang bersarang di kepalanya saat ini.


"Suruh Nuannuan untuk aborsi!" ucap malaikat jahat.


"Tidak itu akan menyakitinya," ucap malaikat baik.


"Biarkan dia melahirkan bayinya!" ucap malaikat jahat.


"Tidak boleh! Nuannuan akan menjadi ibu tunggal," ucap malaikat baik.


"Biarkan Qinli dan Nuannuan menikah!" ucap malaikat jahat.


"Tapi si brengsek Qinli sudah berkeluarga!" ucap malaikat baik.


"Bunuh saja istrinya!" ucap malaikat jahat.


"Bunuh?"


"Tidak bunuh?"


"Bunuh?"


"Tidak bunuh?"


Di saat Wei Kaiyuan bingung, Wei Nuannuan mengambil kesempatan untuk menyelamatkan Qinli, ia pun memberi kode pada Qinli.


"Kak Qin! Cepat culik aku, aku akan membantumu keluar dari sini!"


Wei Nuannuan mulai mengedipkan matanya dam memberi isyarat pada Qinli. Untung Qinli paham.


"Pantas saja dia tiba-tiba begitu ... ternyata ini maksudnya," batin Qinli.


Di saat Qinli paham, di lain sisi Jiangjun kebingungan.


"Bos, kenapa Nuannuan terus mengedipkan matanya? Apakah dia sedang sakit?" tanya Jiangjun kebingungan.


Kini sebuah pertanyaan besar hinggap di kepala Wei Kaiyuan. Hingga ia memanggil dua bersaudara Xiong.


"Kedua bersaudara Xiong, cepat tangkap nona besar dan bawa dia pulang!" teriak Wei Kaiyuan.


"Hampir saja aku ditipu oleh gadis itu ..." batin Wei Kaiyuan menunjuk pada Wei Nuannuan.


"Xiong Da, Xiong Er?"


.


.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2