
"Berhenti!" gertak Ibu Qinyin.
"Kau mau melakukan apa! Dokter gelar MD dari luar negeri pun sudah tidak ada yang bisa dilakukannya! Zitan sudah cukup menderita, aku tidak akan membiarkanmu menyiksanya lagi!" ucapnya penuh amarah.
Qinyin memegangi tangan ibunya, "Bu, biarkan Qinli masuk untuk melihatnya!"
Dokter Xia pun ikut membujuk Nyonya Hanyin agar mengijinkan Qinli masuk.
"Untuk saat ini, tidak ada cara lain, kita lakukan saja upaya terkahir ini, biarkan dokter Qin masuk dan melihat kondisinya, baru kita bicarakan lagi."
Qingyin melihat ke arah Qinli.
"Aku hanya punya satu adik perempuan, asalkan bisa diselamatkan, menggunakan cara apa pun tidak menjadi masalah."
Qinli menoleh, "Tenang!"
Sesaat kemudian Qinli berhasil masuk ke dalam ruang operasi. Ia juga sudah memakai pakaian steril seorang dokter. Ia pun segera melihat kondisi Zitan yang terbaring lemah di atas brankar itu.
Dari atas dadanya terlihat jelas aura hitam itu muncul. Qinli kemudian mendekatinya.
"Untung saja, esensi Qi-nya masih ada, masih bisa di selamatkan," ucap Qinli sambil memakai sarung tangan dokter miliknya.
Tapi Qinli begitu terkejut ketika membuka selimut yang menutupi dada Zitan. Terdapat luka menganga di sana, yang mengakibatkan organ dalam milik Zitan terlihat jelas akibat robekan kulit luar milik Zitan.
"Bagaimana bisa, hanya kecelakaan mobil bisa terluka seperti ini, apa yang terjadi saat itu?"
"Kelihatannya titik Shenfeng sudah rusak, posisi cedera ini ...."
Qinli mundur beberapa langkah lalu memikirkan sebuah cara.
"Namun, jika ingin cepat menghilangkan statis darah dan mengembalikan ototnya menggunakan akupuntur, harus melepaskan bajunya, kalau ketahuan olehnya, takutnya ...."
Wajah Qinli menjadi pucat karena membayangkan efek Qingyin yang akan membunuhnya jika ketahuan membuka baju milik Zitan, tapi tidak ada cara lain selain ini.
Qinli memandangi tangannya yang sudah terbungkus sarung tangan bedah milik dokter.
"Namun, saat ini sudah tidak ada cara lain lagi, kalau ditunda terus, takutnya ... menyelamatkan nyawa orang adalah yang terpenting."
SRASH ... SRASH ...
Qinli membuang semua pakaian yang dikenakan Zitan dan langsung menyelamatkannya mengunakan teknik akupuntur.
"Aaahhhh ...."
Beberapa saat kemudian terdengar suara dari ruang operasi. Qingyin dan ibunya bahagia mendengar suara itu.
"Itu suaranya Zitan!" ucap mereka bahagia.
__ADS_1
Sementara itu di ruang operasi, Zitan terlihat bangun dan menampar Qinli. Salah satu tangannya meraih selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos itu.
PLAK!
"Sedang apa kau, Qinli!" gertaknya.
"Sudah kuduga!" batin Qinli dengan salah satu tangannya masih memegang jarum akupuntur.
Dengan memegang pipinya yang merah akibat tamparan Zitan, Qinli menjelaskan semuanya.
"Apa lagi kalau bukan menyelamatkanmu! Bukankah kau terluka karena kecelakan mobil?" tanya Qinli.
"Terluka?" tanya Zitan tak percaya.
Menyadari dirinya tak memakai pakaian membuat Zitan malu, lalu ia pun menyuruh Qinli untuk balik badan.
"Aaahhhh! Qinli balik badan!" gertak Zitan.
"Dari tadi aku sudah balik badan, kalau sudah baik-baik saja, pakailah bajumu kembali," seru Qinli.
Lalu ponsel milik Qinli berbunyi. Melihat Qinli mengangkat telepon, Zitan segera memakai pakaiannya.
"Nada deringnya sudah begitu jadul, sudah seharusnya diganti, benar-benar kuno," batin Zitan sembari memakai pakaiannya.
Zitan melihat lukanya pulih. "Kali ini kulepaskan si hidung belang ini! Hng"
"Bos, aku sudah menyelidikinya, pembunuhnya adalah Xiao Shen."
"Dan juga berdasarkan informasi dari preman-preman ini, seharusnya Xiao Shen sekarang masih berada di Jiangcheng, bersiap-siap untuk kembali ke Tianhai."
"Baik, aku mengerti!"
.
.
Sebuah mobil sedang melaju di tengah perjalanan menuju Tianhai. Di dalam sana terdapat Xiao Shen bersama ke empat temannya. Mereka sedang tertawa karena kecemasan Qinli.
"Kak Qiao! Dengar-dengar, adik ipar Keluarga Qinli mengalami kecelakaan mobil dan sekarang berada di ambang kematian!" ucap salah seorang teman Xiao Shen.
Pria berkacamata itu tersenyum menyeringai.
"Kali ini aku hanya memberikan Qinli sedikit pelajaran, aku ingin membuatnya takut, kalau menyingungku akan berakibat apa!" ucapnya begitu angkuh!"
"Begitu, ya?"
BUGH!
__ADS_1
Tiba-tiba atap mobil yang mereka kendarai seolah tertimpa sebuah benda berat, hingga membuat orang yang berada di dalam mobil panik seketika.
SREKK!!
Atap mobil yang dikendarai mereka dirobek seketika oleh Qinli, hingga mereka semua dapat melihat Qinli dengan jelas.
"Lalu aku akan berakhir seperti apa?" ucap Qinli marah.
"Qin ... Qinli kau mau melakukan apa!" ucap Xiao Shen ketakutan.
Ia begitu panik melihat kedatangan Qinli yang begitu tiba-tiba, apalagi Qinli sampai merobek atap mobil miliknya. Padahal saat itu mobil sedang melaju dengan kecepatan tinggi.
"Apa mungkin kekuatan bocah ini meningkat lagi? mobil yang melaju begitu cepat tidak disangka ...." batin Xiao Shen.
Aura yang dipancarkan Qinli hari itu begitu mencekam, hingga membuat siapapun yang memandangnya ketakutan. Dengan sorot mata yang tajam, Qinli menggertak Xiao Shen.
"Kenapa? ingin kabur setelah mencelakai orang?" gertak Qinli.
Qinli menarik paksa kaos yang dipakai Xiao Shen hingga ia ketarik ke atas berhadapan langsung dengan Qinli yang masih berada di atap mobil.
"Ka-kau tidak boleh bertindak sembarangan! Aku juga anggota tentara!" ucap Xiao Shen ketakutan.
"Ketika membalaskan dendam kepada keluargamu, kenapa kau tidak ingat bahwa kau anggota tentara!" ucap Qinli sambil melempar Xiao Shen dari atas mobil ke area jalan.
BAM!
Tubuh Xiao Shen terhempas dengan sangat kuat hingga membuat aspal jalan retak karena tertimpa tubuh Xiao Shen.
Qinli benar-benar marah saat itu, hingga ia segera menghukum Xiao Shen agar menjadi jera.
Tapi nyatanya Xiao Shen malah terlihat semakin mengejek Qinli.
"Uhuk, uhuk ... kau hanyalah komandan kecil, beraninya kau menghajarku!"
Sesaat kemudian mobil yang barusan di tumpangi teman-teman Xiao Shen juga ikut berhenti mendadak karena menabrak pembatas jalan.
Xiao Shen bangkit dan kembali menggertak Qinli.
"Apa kau tahu identitasku yang sebenarnya?"
"Aku tidak peduli dengan identitasmu atau apa pun itu, berani menyentuh keluargaku harus membayar akibatnya!" ucap Qinli sambil menghadiahkan sebuah bogem mentah ke arah Xiao Wen yang masih terduduk di jalan.
"Aaaa ...." ucapnya ketakutan.
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...