
Di sebuah gurun pasir yang sangat luas, kini terlihat dua buah mobil melaju di tengah-tengah gurun sahara. Mobil pertama terlihat sudah sampai di sebuah base camp. Di depan sana ada Tuan Ye, pimpinan Lembah Raja Obat sedang berbincang dengan seorang penjaga. xSementara Qinli baru saja sampai di sana.
"Ada urusan apa Tuan Ye sampai ke sini?" batin Qinli.
"Di depan adalah gurun pasir Gunung Wula Wilayah Barat, kalau mau masuk ke dalam lagi hanya bisa dengan jalan kaki."
Orang yang menjaga wilayah gurun tersebut memberitahukan jika saat ini cuaca sedang tidak bersahabat, ia menyarankan jika mereka lebih baik datang di lain waktu.
"Lebih baik jangan keluar dalam dua hari ini karena akan ada tornado," ucap penjaga itu.
"Tenang saja, kami bukan orang biasa," jawab Tuan Ye.
Tiba-tiba saja Qinli muncul dari arah belakang, ia berbalik lalu menyapanya.
"Tuan Qin! Tidak disangka bisa bertemu denganmu di sini."
"Benar-benar sebuah keberuntungan," batin Tuan Ye.
"Bisa membuat Tuan Qin datang kemari pasti karena ada sesuatu yang tidak biasa menarik perhatianmu."
Tanpa berbasa-basi Qinli langsung mengatakan tujuannya datang ke tempat itu.
"Sejujurnya, aku datang demi mendapatkan Teratai Api Putih."
"Kebetulan, kami juga datang untuk itu, Teratai Api Putih itu dilindungi oleh binatang spiritual ribuan tahun, tidak semudah itu bisa mendapatkannya."
"Tuan Ye kelihatan begitu tenang, apa sudah ada strategi untuk mendapatkannya?"
"Benar, kita bisa bekerja sama. Jika berhasil mendapatkannya, Teratai Api Putih itu kita bagi setengah. Masih ada satu syarat lagi, Tuan Qin harus meracik Pil Zixin lagi untukku."
"Oke, deal," ucap Qinli.
Lalu mereka berdua segera bersalaman menandakan jika mereka resmi bekerja sama sejak saat itu.
Dari kejauhan penjaga gurun itu memandang mereka dengan heran, "Aih, mereka benar-benar cari mati."
Setelah semuanya siap, mereka berempat segera pergi ke arah lembah yang dimaksud. Udara gurun yang berhembus begitu kencang, tetapi tidak sedikitpun menghalangi mereka untuk tetap melangkah.
Qinli memandang tajam daerah di depannya itu, tetapi ada sedikit keraguan, lalu ia menanyakan kebenaran tentang hal itu pada Tuan Ye.
"Kau yakin Teratai Api Putih di bawah sana?" tanya Qinli pada Tuan Ye.
"Yakin, dulu kami pernah mengutus orang kemari, hanya saja tidak ada yang kembali dengan selamat."
"Maka dari itu, kita baru mengadakan kompetisi meracik pil di Chuanshu, ingin merekrut orang berbakat tetapi tidak di sangka ...."
Tuan Ye menghela nafas panjangnya.
"Ada yang tidak bersedia bergabung dengan Lembah Raja Obat?" tanya Qinli.
"Benar, tapi kita masih dipertemukan di sini, benar-benar berjodoh, Tuan Qin."
__ADS_1
Belum sempat menanggapi ucapan Tuan Ye, ponsel milik Qinli berdering. Ia pun melihat siapa yang menghubunginya saat itu. Ternyata Mo Yao yang mengirim pesan.
"Dasar bocah, yang kau lakukan hanyalah mencari perhatian!"
"Aksimu di Chuanshu telah menarik perhatian keluarga tersembunyi, takutnya mereka sedang mengincarmu."
"Jaga baik-baik nyawamu itu!"
Qinli masih melihat pesan dari Mo Yao dengan wajah masam. Ia tau jika Mo Yao begitu menghawatirkannya, karena itu ia sampai mengirim pesan padanya. Setelah ia membaca semua pesan itu, ia juga membalas pesannya saat itu juga.
"Ya, terima kasih."
Tuan Ye lalu mengeluarkan sebuah bungkusan kain dari dalam sakunya dan menunjukan barang itu pada Qinli.
"Saat bertemu binatang spiritual, kita akan gunakan bubuk istimewa ini untuk mengikatnya, lalu manfaatkan kesempatan ini untuk mengambil Teratai Api Putih."
Qinli segera menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku.
"Baik, ayo kita turun!" ucap Qinli.
Ke empat orang itu akhirnya turun ke dasar lembah melewati sebuah celah kecil.
"Tidak disangka di bawah sini punya ruang yang begitu besar."
Dari tempat mereka berdiri sudah terlihat bunga Teratai Api Putih itu.
"Itu Teratai Api Putih!" teriak Tuan Ye begitu melihat barang yang ia cari sudah terlihat.
Salah seorang dari anak buah Tuan Ye segera berlari untuk menghampirinya, tetapi sesaat kemudian Tuan Ye berteriak, "Tunggu!"
...GROAR...
"Apa yang terjadi?" tanya mereka sedikit panik dengan situasi yang terjadi di sana.
Dari pohon Teratai Api Putih itu muncul sosok serigala berwarna orange kemerahan dan siap menyerang ke arah Qinli dan kawan-kawannya.
...ROARRR ... WUSH ... WUSH .......
Aura dari hewan spritual itu sangat kuat setingkat prajurit level alam setengah dewa.
"Sepertinya binatang spritual ini sudah mencapai level alam setengah dewa."
"A ... alam setengah dewa? Bagaimana kita bisa mengalahkannya? Tuan Ye ... ayo kita kabur saja ...." ucap salah satu teman satu team Tuan Ye ketakutan.
Qinli terkejut karena tiba-tiba makhluk raksasa itu tiba-tiba menyerang mereka dengan kekuatan besarnya.
"Cepat menghindar!" teriak Qinli.
Tiba-tiba teman satu team Tuan Ye sudah kabur terlebih dahulu saat hewan itu mulai menyerang.
"Dasar tidak berguna!" teriak Tuan Ye.
__ADS_1
Pada saat yang bersamaan, Qinli mengeluarkan Pedang Zhanlu miliknya. Sementara itu Tuan Ye melempar bubuk rahasia miliknya.
"Binatang sialan, tidurlah!" teriak Tuan Ye sambil melempar bubuk itu pada makhluk spritual itu.
...PUFT!...
Makhluk spiritual itu sempat menutup matanya akibat serpihan bubuk itu.
"Berhasil!" teriak Tuan Ye.
Melihat musuh dalam keadaan lengah, Qinli mengayunkan Pedang Zhanlu tepat ke kepala makhluk spiritual itu.
...SWOOSH...
Pedang itu memang mengenai kepala mahkluk spiritual itu tetapi ternyata ia tidak lengah melainkan melakukan serangan yang sama pada tubuh Qinli hingga membuatnya muntah darah dan terlempar beberapa meter.
"Qin ...." teriak Tuan Ye.
Karena dalam posisi lengah, ia juga diserang oleh makhluk tersebut.
"Dia kuat sekali ...." ucap Tuan Ye yang terbaring lemah di sisi Qinli.
"Bubuk itu tidak mempan terhadapnya, tadi dia hanya berpura-pura," ucap Qinli yang sudah berhasil bangun dan kini dalam posisi siaga.
Auman serigala itu mampu menggetarkan daerah sekitarnya. Aura kekuatan makhluk itu terasa berkali-kali lipat kali ini. Hingga tanpa Qinli dan Tuen Ye sadari, makhluk itu telah membuat pasir hisap yang mengepung Qinli dan Tuan Ye.
Saat mereka menyadari, pasir itu telah berhasil mengubur tubuh mereka hampir setinggi dada orang dewasa.
"Binatang sialan ini mau mengubur kita hidup-hidup," ucap Tuan Ye yang sudah panik."
Qinli juga terkejut dengan kekuatan makhluk spritual itu.
"Energi spiritual serigala putih itu tercampur dengan energi pasir hisab ini, tidak akan bisa lepas. Sial, bagaimana ini?" batin Qinli.
Qinli teringat akan suatu hal, lalu ia segera menanyakan hal itu pada Tuan Ye.
"Apa kau membawa bahan obat racikan Pil Zixin?" tanya Qinli sambil memperhatikan keadaan sekitarnya.
"Ada ...." ucap Tuan Ye sambil memberikan bahan obat itu.
Setelah mendapatkannya Qinli langsung memakannya mentah-mentah. Membuat Tuan Ye memandang aneh tehadap Qinli.
"Kenapa makan begitu lahap?"
Setelah berhasil mengunyah, energi Qinli bercampur dengan bahan ramuan obat tersebut hingga menimbulkan perpaduan energi yang cukup kuat.
"Aargghhh ...."
Energi Qinli meningkat secara berkali-kali lipat, lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya?
.
__ADS_1
.
...🌹Bersambung🌹...