MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 42


__ADS_3

Baca ulang bab sebelum ini ya, ada part ketinggalan di sana🙏🤭


.


.


"Tampaknya, petunjuk ini akan segera dipecahkan."


Lelaki itu tetap saja fokus pada jalanan di depannya. Tetapi Qinli tetap mengajaknya berbicara.


"Tapi beberapa hari yang lalu, aku berkelahi dengan seorang prajurit yang ahli dalam menyamar," ucap Qinli sambil memandangi jalanan di sekelilingnya.


Ternyata di kursi paling belakang ada Shaofeng yang asli, tetapi tangan dan kakinya di ikat, sedang mulutnya di sumpal kain. Ia juga mendengar percakapan Qinli dengan orang yang menyamar sebagai dirinya. Oleh karena itu ia pun mulai tersadar.


"Menyamar? dulunya aku sempat terlibat dengannya, tapi dengar-dengar mereka sudah hampir lenyap, tidak disangka Tuan Qin bisa bertemu dengannya."


Shaofeng yang asli mendengarkan dengan seksama obrolan mereka.


"Dari suaranya, di depan seharusnya adalah Tuan Qin dan orang yang memukulku sampai pingsan," batinnya.


"Dan menyamar menjadi diriku lalu memukulku hingga pingsan."


"Sial, aku tidak bertenaga, apa yang dia lakukan padaku?" ucapnya sambil melihat tangannya yang terikat.


Sedangkan di depan Shaofeng yang palsu terus mengelabui Qin.


"Tuan Qin, bisakah kau membantuku mengambil obat tetes mata di dalam situ?" Ucap lelaki itu sambil menunjuk pada salah satu laci di depannya.


Saat Qinli membuka salah satu laci dash board mobil, dari dalam laci langsung keluar obat bius dari sana. Obat bius itu seketika memenuhi seluruh bagian ruang mobil. Hingga membuat siapapun yang menghirup obat bius tersebut langsung pingsan.


Sayangnya Qinli menghirup udara itu hingga ia pingsan. Sedangkan Shaofeng palsu menutup hidungnya dengan sapu tangan miliknya agar tak mencium obat bius itu.


Beberapa saat kemudian, mobil yang mereka tumpangi sampai di sebuah bukit. Lelaki itu mengangkat tubuh Qinli, lalu ia di letakkan di pinggir dinding batu dalam keadaan pingsan.


Lelaki itu kemudian membuka penutup matanya, lalu membuangnya. Wajah lelaki itu sangatlah mirip dengan Duan Shaofeng, hanya saja rambutnya panjang dan dikuncir. Lelaki itu mendekati Qinli dan berjongkok di depannya.


"Jangan salahkan aku, kelak kau akan tahu ini semua untuk kebaikanmu," gumam lelaki itu.


Tapi Qinli tak sepenuhnya pingsan. Ia memang berpura-pura sambil menunggu waktu yang tepat untuk menyerangnya. Di saat lelaki itu hendak mengikat tubuhnya, Qinli menarik paksa topeng yang digunakan lelaki itu hingga membuat sang pelaku terkejut. Ia pun melarikan diri karena terkejut akan tindakan Qinli barusan.


Lelaki itu beringsut mundur beberapa langkah dari Qinli. Hingga kini mereka berdua saling berhadapan.


"Tidak disangka kau menyelami jurus menyamarku," ucap lelaki itu.


"Ketika kau menemuiku hari ini, aku sudah merasakan aura tubuhmu mirip dengan orang yang menyamar menjadi Nona Xu," ucap Qinli sambil membuang topeng lelaki itu.


"Dan Duan Shaofeng juga tidak akan seperti ini, tidak memakai topeng dan langsung datang mencariku."


"Sepertinya aku yang ceroboh, tapi walaupun begini ... " ucapnya terjeda sambil ia terus menyeringai.


Ternyata lelaki itu telah bersiap untuk menyerang Qinli.


"Kau masih sangat lemah."

__ADS_1


Lelaki itu kini berlari dan mulai menyerang Qinli.


"Cepat sekali, sama sekali tidak ada waktu untuk menyerang!" ucap Qinli terkejut karena lelaki itu telah berada sangat dekat dengan dirinya.


Benar saja, sesaat kemudian, lelaki itu telah memukul wajah Qinli.


...BRAKK!...


Tubuh Qinli terdorong ke dinding batu itu. Lehernya bahkan sudah dicengkeram erat oleh lelaki itu.


"Karena kau tidak mendengar nasihatku, maka jangan salakan aku."


"Mengenai ... nasihat yang menurutmu benar ini ...." ucap Qinli sambil menyiapkan serangannya.


Kini di salah satu tangannya sudah memegang beberapa jarum akupuntur.


"Kenapa aku harus mematuhimu!" seru Qinli sambil menyerang tangan lelaki itu dengan jarum akupuntur miliknya.


...SET ... SWOOSH .......


Tiga jarum itu menancap sempurna di tangan sebelah kiri hingga mengeluarkan banyak darah.


"Seharusnya tangan kirinya sekarang tidak bisa digunakan untuk sementara waktu ..." ucap Qinli sambil memegang lehernya yang sudah terlepas dari cengkeraman lelaki itu.


Tapi apa yang dipikirkan Qinli tidak terjadi. Sesaat kemudian lengan yang terluka itu digunakan untuk memukul wajah Qinli dengan sangat kuat hingga Qinli telempar beberapa meter.


...BAM!...


"Hebat juga, tapi sayangnya tidak ada gunanya bagiku," ucap lelaki itu sambil mengembalikan kesehatan tubuhnya dengan tenaga dalam yang ia miliki.


Sudut bibir Qinli lebam dan mengeluarkan darah.


"Apa sebenarnya kekuatan yang ia miliki, dia masih bergerak bebas saat tangan kanannya di segel," batin Qinli.


"Karena kau sangat keras kepala, maka aku tidak akan berbicara kosong lagi."


Lelaki itu bahkan menyerang Qinli dengan seluruh kekuatan dalam yang ia miliki.


"Ke-kekuatan yang sangat kuat."


"Perbedaan kekuatan kita terlalu besar, tidak boleh gegabah melawannya, harus memikirkan cara."


"Tempat ini."


Qinli baru menyadari kalau kini ia berada di tengah makam. Tiba-tiba ia menemukan sebuah cara untuk melawan orang itu.


"Aku punya cara."


"Tempat ini adalah kuburan terlantar, dan semuanya dikelilingi batu Nisan, persis tempat berkumpulnya energi Yin."


Dengan sisa kekuatan yang ia miliki, Qinli mencoba menuju titik pusat energi Yin di tengah makam itu.


...SWOOSH...

__ADS_1


Qinli melompat diantara batu-batu nisan itu. Lelaki itu mengejarnya dari belakang.


"Ingin kabur? Kau kira bisa kabur, ini semua di bawah kendaliku."


Qinli menoleh dan mencoba menyerang lelaki itu.


"Benar-benar tidak tahu batas kemampuan diri sendiri," ucap lelaki itu mengejek Qinli.


Qinli terus melancarkan serangannya pada lelaki itu, sayangnya ia bisa menghindari semua serangan Qinli. Bahkan lelaki itu semakin mendekati Qinli.


"Masih ingin berjuang hingga akhir?" ucap lelaki itu.


Lelaki itu mendekati Qinli dan Qinli sedang menunggu lelaki itu sampai di titik pusat energi Yin agar ia bisa dengan mudah menyerangnya.


Mata Qinli bersinar, salah satu tangannya membawa satu jarum yang dipersiapkan untuk mengunci tubuh lawan.


"Inilah saatnya."


Qinli mengunci titik yang dipijak lelaki itu.


...SYUSH ......


Tubuh lelaki itu terkunci dalam pusat energi Yin.


..."FORMASI MENGUMPULKAN ...."...


..."DAN MEMBUNUH TUJUH ROH JAHAT!"...


..."TE****RIKAT!"...


Benar saja sesaat kemudian tubuh lelaki itu diserang roh-roh jahat penghuni makam dan beberapa naga api yang mengikat tubuh lelaki itu.


...ROARR ... ROARRR .......


"Mengumpulkan dan membunuh tujuh roh jahat."


"Kau menyerangku dengan jarum perak, hanya membawaku masuk ke formasi inti."


"Aku ingat kau bisa menggunakan medan fengshui untuk mengimbangi perbedaan, pintar juga," puji lelaki itu.


Lelaki itu sejenak mengingat kebiasaan lama Qinli.


"Berkat penghinaanmu mengenai trik kecilku ini aku baru bisa sukses," ucap Qinli.


"Aku akui aku meremehkanmu sebelumnya."


"Tapi .... "


Lelaki itu segera berhasil menangkap salah satu kepala naga api.


"Kalau begitu kau juga meremehkanku," ucapnya sambil menghancurkan formasi yang sudah di ciptakan Qinli.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2