
Saat Qinli menoleh, Nona Ling'Er membuang muka.
"Terima kasih atas bantuan Tuan Qin. Misi kami di Alam Rahasia sudah selesai."
"Alam rahasia akan segera ditutup, Tuan Qin, ikutlah denganku," ucap Qiao Dahai pada Qinli sambil hormat.
"Baik," ucap Qinli dengan tersenyum.
Beberapa saat kemudian, rombongan mulai berangkat keluar dari alam rahasia. Qinli dan Qiao Dahai berjalan di depan, sementara itu Nona Fei dan rombongan prajurit Keluarga Qiao berjalan di belakang. Nona Ling'Er masih menjaga jarak dengan Qinli yang hal itu sukses membuat Qinli bertanya-tanya.
"Sebenarnya ada apa dengan Nona Lin? Sejak aku sadar, dia terus melirikku secara diam-diam? Seperti sedang waspada akan sesuatu ....?" tanya Qinli pada Qiao Dahai.
Sedangkan Qiao Dahai menanggapinya dengan sangat santai dan tersenyum.
"Mungkin saat mengobati Tuan Qin, dia terlalu menghabiskan banyak energinya ...."
"Tuan Qin, apakah kau ada rencana selanjutnya?"
"Tentu ada."
Qinli menatap gunung spritual di depannya.
"Qingyin, Zitan, Tetua Xia, kalian baik-baik semua harus baik-baik saja!" ucap Qinli menatap ke langit.
Qiao Dahai menatap Nona Ling'Er yang masih terdiam.
"Bagaimana denganmu, Nona Lin? Apa rencanamu?" tanya Qiao Dahai.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Qiao Dahai, ia malah bersembunyi di belakang salah satu prajurit dan hanya mengintip dari sana. Hal tersebut membuat pengawal tersebut terkejut dan pucat pasi. Bagaimana ada Nona Muda yang malah bersembunyi di belakangnya.
"Hei, hei, apa yang kau lakukan?"
Qinli menepuk gemas keningnya.
"Meski tidak tahu latar belakang gadis ini, tapi dia tidak punya niat jahat kepadaku. Untuk saat ini, hanya bisa membiarkannya mengikutiku dulu," gumam Qinli.
Beberapa saat kemudian rombongan sudah sampai di Kediaman Keluarga Qiao.
"Akhirnya sampai di rumah. Tuan Qin, ayo ikut denganku!" ajak Qiao Dahai.
"Dimana orang-orang?" Kenapa begitu sepi?"
Qiao Dahai terkejut mendapati rumahnya sepi tanpa penjagaan. Satu hal yang membuat kekhawatiran darinya semakin bertambah, yaitu saat tidak mendapati adiknya.
"Feifei, Feifei!" teriak Qiao Dahai memanggil adik perempuannya.
Namun, dugaannya salah. Tiba-tiba saja dari salam rumah terlihat jika saat ini beliau pergi."
"Kakak, akhirnya kalian pulang!" Teriak Feifei sambil berlari lalu berhambur dalam pelukan kakaknya.
"Di mana ayah? Kenapa tidak ada orang selain dirimu?" tanya Qiao Dahai khawatir.
Qiao Fei mendongakkan wajahnya.
"Ayah dengan marah membawa pergi semua orang ke Kediaman Gu tadi pagi, sampai sekarang masih belum pulang ...."
__ADS_1
"Kediaman Gu?"
Tampak kekhawatiran di wajah Qiao Dahai, oleh karena itu ia berniat meminta tolong pada Qinli agar ia mau membantunya sekali lagi.
"Maafkan aku yang tidak tahu malu ini, bisakah Tuan Qin membantuku sekali lagi?"
"Kelak jika suatu saat Tuan Qin membutuhkan bantuanku, aku pasti akan membantu."
Respon tidak terduga diberikan Qinli dalam hal ini.
"Keluarga Qiao pernah menyelamatkan aku sekali. Di saat seperti ini, masalah yang terjadi tidak akan bisa dihindarkan ...."
"Terima kasih, Tuan Qin. Kalau begitu, mari kita berangkat!" ajak Qiao Dahai dengan tersenyum.
Sesaat kemudian, Qinli mengingat sesuatu sebelum ia beranjak pergi.
"Oh, iya, tolong Nona Qiao bantu jaga nona ini, ya!"
Tidak perlu menunggu lama, Qiao Fei langsung mendekati Nona Ling'Er yang masih ketakutan terhadap orang lain.
"Wah! Adik kecil yang sangat imut! Tenang saja Kak Qin, serahkan saja padaku!" ucapnya dengan senang.
Akan tetapi Nona Ling'Er masih ketakutan pada Nona Qiao Fei. Setelah memastikan Nona Ling'Er aman, Qinli dan Qiao Dahai segera pergi.
Keduanya segera melesat pergi ke Kediaman Gu, ternyata saat sampai di depan pintu gerbang terlihat beberapa prajurit tergeletak di sana. Tidak lama kemudian dari dalam sana terlihat satu orang kestria yang terlempar tepat di hadapan Qinli dan Qiao Dahai.
Tentu saja Qiao Dahai terkejut ketika mendapati ayahnya terluka. Ia pun mendekati ayahnya.
"Ayah! Ayah kenapa?" tanya Qiao Dahai.
"Dahai, hati-hati!" perintah Kepala Keluarga Qiao pada putranya.
Belum sempat keterkejutan Qiao Dahai terobati, dari arah depan sudah terlihat Kepala Keluarga Gu dengan kekuatannya.
Terlihat seekor naga berwarna hijau sudah berdiri di hadapan Qiao Dahai dan ayahnya.
Qiao Dahai terkejut dengan kekuatan yang dimiliki oleh Kepala Keluarga Gu.
"Energi spritual berbentuk Armor! Tahap Alam Langit!" teriaknya.
Namun, ternyata Kepala Keluarga Gu juga sama terkejutnya dengan Qiao Dahai. Ia menganggap jika Qiao Dahai sudah mati di tangan putranya, Tuan Muda Gu.
"Qiao Dahai? Kenapa kau masih hidup? Di mana Gu Xing?"
Dengan rasa percaya diri yang penuh, Qiao Dahai memapah ayahnya sambil berucap pada Kepala Keluarga Gu.
"Hng! Aku muncul di hadapanmu hidup-hidup, apa masih perlu bertanya di mana Gu Xing?" ucap Qiao Dahai penuh percaya diri.
Di sisi lain, Qiao Dahai sedang merencanakan sesuatu.
"Kelihatannya aku haru menyelesaikan masalah hari ini."
Kepala Keluarga Gu tampak marah dengan perlakuan Qiao Dahai dan Kepala Keluarga Qiao.
"Hari ini, kalian akan mati bersama putraku!" teriaknya.
__ADS_1
Gu Tian tampak mengangkat tangannya ke atas lalu mengarahkan tenaga dalamnya ke arah Qiao Dahai dan ayahnya. Mengetahui hal itu Kepala Keluarga Qiao mendorong tubuh putranya agar terhindar dari serangan Gu Tian.
Akan tetapi Gu Tian sudah melayangkan sebuah serangannya pada Kepala Keluarga Qiao beserta putranya.
"Cepat lari!" teriak Kepala Keluarga Qiao kepada Qiao Dahai.
Melihat hal itu, Kepala Keluarga Gu sangat marah. "Ingin kabur sekarang? sudah terlambat!"
...KLANG...
Serangan itu berhasil ditangkis oleh Pedang Zhanlu milik Qinli.
Hal barusan membuat Kepala Keluarga Qiao dan Qiao Dahai terkejut.
Lalu dari belakang pepohonan terlihat pasukan Keluarga Qiao bersiap membantu.
"Kepala Keluarga! Tuan Muda! Kalian pergi dulu, kami akan menghalangi Tuan Gu!" teriak mereka.
Terlihat sekali kemarahan Tuan Gu.
"Tidak akan aku biarkan satu pun dari kalian keluar dari kediaman Keluarga Gu hidup-hidup," ucapnya penuh kemarahan.
Dengan santai, Qinli menatap santai ke arah Tuan Gu.
"Sepertinya kau akan kecewa!"
"Meski lukaku baru sembuh, tapi aku merasa akan segera membuat terobosan. Lebih baik aku mencoba untuk melawannya ...." gumam Qinli.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, tiba-tiba tubuh Qinli bersinar penuh cahaya keemasan. Hingga membuat Tuan Gu terpental ketika merasakan kedahsyatan kekuatan Qinli.
...BANG!...
Tidak lama kemudian terlihat jika tubuh Qinli sudah dilapisi dengan baju perang berwarna keemasan. Terlihat sangat terang benderang dan Qinli semakin gagah dengan baju seperti seorang jenderal yang dipakai oleh Qinli.
"Yang seharusnya melarikan diri itu bukan kami ...." ucap Qinli.
"Tidak disangka begitu mudahnya membuat terobosan ... kelihatannya lebih cepat mendapatkan hasil kalau berkultivasi di daratan ini," ucap Qinli di dalam hatinya.
Kedua orang di belakang Qinli terkesima dengan kekuatan yang dimiliki oleh Qinli, yaitu Kepala Keluarga Qiao dan Qiao Dahai.
Tuan Gu yang terlempar beberapa meter terkesima dengan perubahan yang ditunjukkan oleh Qinli.
"Alam langit? Selain itu, dia berada di level yang lebih tinggi dari level awal."
Melihat kekuatan Qinli yang sesungguhnya membuat Tuan Gu segera melarikan diri.
"Mau kemana?"
Tiba-tiba saja Qinli sudah berdiri di atas tubuh Tuan Gu dan bersiap menyerangnya.
...BAM!...
Sesaat kemudian tubuh Tuan Gu terpental ke bawah akibat terkena pukulan dari Qinli. Hal itu membuat Kepala Keluarga Qiao dan Qiao Dahai kembali terkejut akan hal itu.
"Hanya dengan satu serangan saja sudah bisa menghabisinya?"
__ADS_1