
"Tidak ada yang boleh masuk ke ruang rahasia selain Kepala Keluarga Qin, kalian harus mengawasinya dengan ketat."
"Siap."
🍃Di dalam ruang rahasia keluarga Qin.
Beruntung Qinli sudah berhasil masuk ke dalam kediaman keluarga Qin. Bahkan saat ini, Qinli terlihat sedang membaca satu buku di salah satu rak.
"Prajurit dengan tingkat paling tinggi, yang pernah muncul dari Keluarga Qin hanyalah prajurit tingkat lima."
Tertulis di dalam buku itu biodata orang yang ia temui beberapa hari lalu.
...Qin Silu...
...Kepala Keluarga Ke lima...
...Lahir pada 6 Desember 1934...
...Meninggal pada tahun 2004...
...Tingkat Prajurit : Tingkat 5...
...Kisah hidup .........
...Tahun 1981 pernah berpartisipasi dalam eksperimen, "Proyek Pembuatan Dewa."...
"Kelihatannya pria tua itu benar-benar tidak punya hubungan dengan Kaluarga Qin."
Di dalam akhir buku itu, ada sisipan kertas dari Guru Qin.
"Ternyata semua ini sudah diatur oleh Guru Qin ini," ucap Qinli sambil membuka kertas kecil itu.
Ia pun menbuka kertas itu, "Aku akan memberitahumu semua apa yang ingin kau tahu. Setelah kau menembus melewati batas prajurit seni bela diri."
"Batas? Apa mungkin prajurit masih ada tingkat yang lebih tinggi dari tingkat sembilan."
Tiba-tiba dari luar ruangan terdengar dua orang saling bercakap satu sama lain.
"Hallo ketua! Hallo Tuan Muda Besar!"
Lalu mereka mulai masuk ke dalam ruangan itu.
"Ayah, apakah Ketua Wang ada bilang padamu siapa saja peserta dalam rapat prajurit tahun ini?"
"Tidak ada."
Tiba-tiba ayah Xin Miusi berhenti dan menoleh ke arah rak buku.
__ADS_1
"Ada apa ayah?" tanya Xin Miusi.
"Buku dalam ruang rahasia diletakkan di posisi yang salah. Ada orang luar yang pernah ke sini."
"Apa mungkin mereka mengetahuiku?"
"Aneh, yang dia bilang seharusnya adalah orang dalam itu."
Tiba-tiba Xin Miusi meminta maaf pada ayahnya.
"Itu aku."
"Aku masuk ke sini kemarin, aku ingin lihat apakah ada buku yang bisa membantu kultivasiku," ucapnya sambil menunduk.
"Ke depannya kurangi masuk ke ruang rahasia, ada banyak barang di dalam yang belum boleh kau sentuh sekarang."
"Aku mengerti."
Lalu orang tua itu mengambil salah satu gulungan lukisan.
"Kirim lukisan ini untuk Ketua Wang besok pagi. Sekalian kau boleh cari tahu tentang rapat prajurit."
"Baik, ayah, tapi ...."
"Kenapa?"
Ayah Xin Miusi tercengang akan perkataan putranya tersebut.
"Obat untuk menaikkan kultivasi? Apa mungkin pil xisui?" gumam Qinli di balik rak.
Lalu mereka berjalan keluar dari ruangan itu.
"Benar, dulunya kakekmu memang mendapatkan satu buah pil itu."
"Ayah, karena obat ini begitu hebat, lebih baik berikan padaku untuk di coba."
"Obat ini adalah produk setengah jadi dan punya efek samping yang sangat berbahaya, obat itu sudah dihancurkan sebelum kakakmu lahir."
"Dihancurkan? Kau pikir aku tidak tahu bahwa kau menyembunyikannya," batin Xin Miusi.
Kedua orang itu sudah keluar dari ruangan rahasia itu. Lalu Qinli menyadari ada orang lain di ruangan itu.
"Apa kau juga sedang mencari sesuatu?" tanya Qinli.
"Benar."
"Tidak disangka aku yang pintar bersembunyi juga bisa ketahuan oleh Komandan Qin, benar-benar ...." ucap wanita itu yang tak lain adalah asisten Ketua Wang.
__ADS_1
Lalu Qinli menyadari jika Xin Miusi kembali ke ruangan itu. Ia pun menoleh, "Aura ini, Xin Miusi ...."
Qinli lalu mendorong wanita itu dan membekap mulutnya.
"Maaf telah menyinggungmu," ucap Qinli sambil mendorong tubuh wanita itu untuk kembali bersembunyi.
"Jangan bersuara, jika tidak ketauan, akan ...."
Dari sana Qinli bisa mengamati gerak-gerik Xin Miusi dengan jelas.
"Gerak gerik Xin Miusi yang diam-diam itu, apa yang sebenarnya ingin dia lakukan?"
Tangannya terlihat bisa mendorong salah satu buku, dan di dalamnya ada sebuah botol obat di sana.
Ia pun mengambil botol obat itu, "Pria tua sial itu masih mau membohongiku dengan bilang obat itu sudah dihancurkan! Untungnya, sebelumya aku melihatnya."
Ia pun membuka tutup botol itu sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Asalkan bisa meningkatkan kekuatan, apalah arti efek samping ini."
"Bisa jadi, kakek hanya ingin diri sendiri yang menjadi kuat, dan membuat kebohongan ini."
Lalu dengan sikap serakahnya ia langsung menelan pil itu. Botol itu lalu terjatuh dan Xin Miusi merasakan hawa di tubuhnya terasa sangat panas sekali.
"Pa-panas sekali!"
...WUSH...
Tiba-tiba kukunya mulai tumbuh memanjang dan berwarna ungu. Rambut Xin Miusi menjadi lebih panjang. Otot-otot di tubuhnya mulai membesar hingga pakaian yang ia pakai mulai robek.
Qinli yang melihat hal itu dari kejauhan merasakan ada keanehan dari obat yang baru saja di konsumsi oleh Xin Miusi.
"Apa sebenarnya obat ini? Kelihatannya ada gen lain yang ingin menyatu dengan Xin Miusi."
Kring ....
Dering ponsel milik wanita yang ikut bersembunyi dengan Qinli berbunyi.
Kring ....
Xin Miusi yang menyadari ada orang lain di dalam ruangan yang sama dengannya menyeringai.
"Tidak disangka bisa secepat ini dapat mencoba kekuatan dari efek obat ini."
Lalu Xin Miusi mulai menyerang mereka.
"Apa perlu aku yang membantumu mengangkat telepon?"
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...