
Karena Nona Mao dan Tuan Muda Xu sama-sama keras kepala, Qinli harus memikirkan sebuah cara agar mereka berdua menjadi akur. Setelah Qinli menemukan sebuah cara ia segera membisikannya ke telinga Tuan Muda Xu.
"Bos, apa kau serius dengan ucapanmu?" ucap Tuan Muda Xu dengan heran.
"Memangnya aku pernah membohongimu?"
Tuan Muda Xu menoleh ke arah Nona Mao.
"Baiklah! Karena melihat kau sangat kasihan, maka aku setuju!"
Lalu Qinli memberikan pengumuman pada mereka berdua jika di dalam misi kali ini, masih ada orang lain yang akan bergabung dengan mereka.
"Misi menyelamatkan orang kali ini, selain kita bertiga masih ada satu orang lagi yang ikut," ucap Qinli.
"Siapa?" tanya Nona Mao penasaran.
"Xia Yufei, pemimpin Sekte Yuan dari Pulau Selatan. Sudah waktunya, seharusnya Pemimpin Xia sudah menyelesaikan tugasnya di sana," terang Qinli pada Nona Mao dan Tuan Muda Xu.
Nona Mao menghela nafasnya, "Pembawa beban nomor dua."
Belum sempat Qinli meneruskan perkataannya, ponselnya sudah lebih dulu berdering. Ia lalu mengangkat panggilan video tersebut. Nampak Pimpinan Xia yang menelpon Qinli saat itu. Wajahnya nampak tersenyum dalam layar ponsel Qinli.
"Tuan Qin, kekuatan tempur Organisasi Qintang di pulau itu dan cara masuk ke pulau itu sudah aku selidiki," lapor Pimpinan Xia pada Qinli.
"Di pulau tersebut ada satu alam setengah dewa, lima master dan belasan master setengah langkah. Cara masuk terbaik ke pulau itu adalah dengan melalui kapal pesiar."
"Kapal pesiar apa?" tanya Qinli heran.
"Emm, apa kekuatan tempur mereka begitu kuat?" tanya Tuan Muda Xu yang juga ikut mendengarkan laporan dari Pimpinan Xia.
"Kuat? Jelas mereka sangat lemah, oke? Selain alam setengah dewa itu, sisanya bisa aku habisi hanya dengan satu tanganku," ucap Nona Mao sombong.
Pimpinan Xia melaporkan kembali hasil pengamatannya pada Qinli.
"Setiap akhir pekan, akan ada dua atau tiga kapal pesiar yang mengadakan pesta dansa di pulau dekat itu. Di saat jaraknya ratusan meter paling dekat dengan pulau itu, kita bisa menyelinap masuk ke pulau itu."
"Baik, kita akan lakukan sesuai perkataanmu. Datanglah ke Shangjing dua hari lagi, dan kita akan berangkat bersama."
"Iya, baik."
Setelahnya sambungan video call terputus. Sementara itu Nona Mao protes pada Qinli tentang kondisi tubuhnya.
"Hei! Meski aku bersedia ikut bersamamu menerjang bahaya, tapi lukaku masih belum sepenuhnya sembuh."
"Terlebih lagi, harus membawa si beban ini," ucap Nona Mao sambil melirik dan menunjuk ke arah Tuan Muda Xu.
Tentu saja perkataan dari Nona Mao yang mengatakan jika dirinya adalah beban untuknya membuat Tuan Muda Xu marah. Giginya gemertak menahan amarahnya.
__ADS_1
"Coba katakan sekali lagi!" gertaknya.
Nona Mao hanya bersikap santai ketika menghadapi amarah Tuan Muda Xu, karena memang begitulah adanya dalam pemikiran Nona Mao.
"Wah, adik kecilku marah, aku takut sekayi!" ejeknya.
Saat mereka berdua asyik adu argumen, Qinli berdiri di tengah keduanya sambil memegang tangan keduanya.
"Tenang saja, sudah aku pikirkan caranya," ucap Qinli.
Di saat itu pula, Qinli menunjukkan pil miliknya pemberian dari Pimpinan Xia pada dirinya beberapa hari yang lalu itu pada Nona Mao dan Tuan Muda Xu. Sebuah kotak berisikan sebuah pil di dalamnya sedang Qinli tunjukkan.
"Ini ... Pil Tianyuan!" Ucap Nona Mao terkejut.
"Pil apa itu?" tanya Tuan Muda Xu penasaran dengan perkataan Nona Mao barusan.
Nona Mao lalu menjelaskan hal itu pada Tuan Muda Xu.
"Pil Tianyuan hanya ada tiga buah di dunia ini, dibuat dengan berbagai bahan alami yang langka."
"Setelah meminum pil ini, tidak hanya meningkatkan kultivasi, bahkan punya efek menyembuhkan orang yang sekarat."
"Seluruh Keluarga dan Pasukan Tersembunyi sudah bertahun-tahun mencari pil berharga ini,
tapi tak pernah menemukannya, kau dapat darimana pil ini?" tanya Nona Mao penasaran.
"Tidak disangka, dia memberikan pil seberharga ini padaku," batin Qinli.
Namun, tiba-tiba Nona Mao menyindir Qinli tentang sesuatu.
"Ckckck, pil obat seberharga ini pun rela diberikan padamu, kelihatannya dia punya perasaan yang sangat dalam padamu."
"Ckckck, sepertinya ada orang yang cemburu," ucap Tuan Muda menyinggung keberadaan Nona Mao sebagai tamu tak diundang oleh Qinli.
"Kau!" ucap Nona Mao marah dan menunjuk Tuan Muda Xu.
Sementara itu Tuan Muda Xu asyik bersiul dan mengabaikan keberadaan Nona Mao yang masih marah kepadanya. Qinli yang jengah karena perdebatan Nona Mao dan Tuan Muda Xu yang tak pernah usai segera bertindak.
"Kau masih mau meningkatkan kultivasimu tidak? Dan kau masih mau sembuh tidak?"
"Iya mau!" jawab Nona Mao dan Tuan Muda Xu kompak mengangkat tangannya.
"Kalau begitu, tolong tunggu di luar, aku mau buat pil dulu."
Nona Mao maju karena terkejut akan kemampuan Qinli.
"Kau bisa membuat pil? Kau mengeluarkan obat pil obat ini untuk ....?"
__ADS_1
Sementara Tuan Muda Xu bersedekap dada sambil bergumam, "Bos mendapatkan satu penggemar lagi."
"Nanti juga kalian tahu," ucap Qinli sambil tersenyum.
"Tingkat kemurnian dari pil obat ini sangat tinggi, memotong sedikit pil obat ini dan dimasak seharusnya bisa membuat banyak Pil Xisui biasa. Selain itu, dilihat dari kekuatan Tuan Muda Xu sekarang, Pil Xisui ini akan sangat cukup untuknya."
Sementara itu di ruang tamu, Nona Mao sudah tidak sabar dengan hasilnya, sedangkan Tuan Muda Xu masih asik bermain ponsel.
"Hei, bos mu lama sekali, sebenarnya dia bisa atau tidak?" ucap Nona Mao terdengar tidak sabar.
"Untuk apa buru-buru," ucap Tuan Muda Xu yang tak pernah lepas pandangannya dari layar ponselnya.
Tiba-tiba pintu ruangan Qinli terbuka.
"Sudah selesai," ucap Qinli.
Nona Mao menoleh, "Eh, mana pil yang kau buat?"
"Ada di sini!" ucap Qinli sambil membawa satu panci penuh yang berisi Pil Xisui ke hadapan mereka berdua.
Mata Nona Mao sampai terbelalak melihat semuanya, begitu pula dengan Tuan Muda Xu.
"Pil Xisui! Banyak sekali!" ucap Nona Mao terkejut.
"Tingkat kemurniannya tinggi sekali."
Sementara itu Nona Mao langsung berhalusinasi tingkat dewa. Ia membayangkan jika Qinli menjadi anak buahnya yang mudah ia suruh-suruh. Ia juga bebas memukul Qinli jika ia teledor dalam membuat pil obat untuknya.
"Kalau bocah ini bisa ku jadikan sebagai muridku, hihihi ..." ucapnya sambil berhalusinasi.
Tetapi halusinasi Nona Mao menjadi ambyar seketika saat mendengar ucapan dari Qinli yang mengatakan jika semua Pil Xisui yang barusan ia buat diserahkan pada Tuan Muda Xu.
"Nih, ambil semuanya."
"Sebanyak ini? Untukku?" tanya Tuan Muda Xu tidak percaya.
Sementara itu Nona Mao membatu seketika.
"Iya, kau hanya perlu meditasi biasa, Pil Xisui ini bisa membantumu menyempurnakan energi spiritual. Ingat, makan satu pil setiap satu jam," terang Qinli pada Tuan Muda Xu.
"Baik, tidak masalah," ucap Tuan Muda Xu sambil menerima satu panci Pil Xisui buatan Qinli.
.
.
...🌹Bersambung🌹...
__ADS_1