
Setelah melaporkan semuanya Nyonya Bangsawan memanggil orang-orangnya kembali.
"Bawa mereka masuk!"
"Baik, Nyonya!" ucap salah seorang bawahannya dari luar kamar.
Sesaat kemudian tampak kepala pengawal dan beberapa orang bawahannya mulai masuk ke dalam kamar Nyonya Bangsawan sambil membawa beberapa tamu undangan yang terluka akibat minuman yang tadi diberikan saat pesta berlangsung. Bahkan minuman itu pula yang membuat Nyonya Bangsawan muntah darah dan pingsan tadi.
Kriet ... terdengar pintu kamar tersebut dibuka.
Nyonya Bangsawan menoleh ke arah pintu. Di sana terlihat beberapa tamu undangan di pesta ulang tahunnya yang telah terluka akibat racun serangga yang ia masukan dalam minuman tadi dipapah oleh kepala pengawal Nyonya Bangsawan.
Mungkin ini merupakan bagian dari salah satu rencana Nyonya Bangsawan. Dengan meracuni semua tamu undangannya malam itu. Entah apa rencana yang ia susun tetapi sebagian besar tamunya terluka saat ini.
"Tangani keluarga mereka dengan baik! Kau tahu cara menanganinya, 'kan?" ucap Nyonya Bangsawan sambil melihat kepala pelayannya yang berkepala botak itu.
"Tenang saja, Nyonya!"
"Sekarang masih belum waktunya, tunggu setelah racun serangga masuk ke dalam tubuhnya, baru kirim dia ke sana."
"Baik."
"Oh iya, siapkan helipkopternya."
Pengawal Nyonya Bangsawan yang berkepala botak itu terkejut karena Nyonya Bangsawan terlihat terburu-buru.
"Nyonya, bukankah kita tidak perlu buru-buru untuk mengirimnya ke sana!"
"Menurutmu, di saat aku menyelematkan seseorang dari bahaya, dia pasti akan mempercayaiku dan berterima kasih padaku, bukan?"
Kepala pelayan itu pun pasrah dengan ucapan Nyonya Bangsawan, karena perintahnya mutlak. Lalu ia segera menuruti semua perintah Nyonya Bangsawan tanpa bertanya lebih jauh lagi.
.
.
__ADS_1
Sementara itu di tengah pulau, tempat dimana Qinli berada saat ini, di sebuah bukit di tengah pulau. Dari tempatnya saat ini, Qinli dapat dengan mudah melihat bangunan tempat penyekapan kakek Badao di depan sana. Sebuah bangunan dengan kubah besar dan dikelilingi menara-menara kecil di sekelilingnya atau lebih mudah di sebut dengan tempat penelitian.
"Aku merasakan bahwa semua pengawal pintu adalah prajurit level sembilan!" seru Qinli mengatakan firasatnya.
"Di dalam ada belasan master setengah langkah dan dua master."
"Tapi kita harus tetap waspada, Tuan Muda Xu, kau ikut bersamaku menyelamatkan kakek. Tetua Xia, dan kau Mo Yao awasi dari luar, jika keadaan tidak mendesak, jangan mengekspos keberadaan kalian."
"Baik."
.
.
Setelah berhasil melumpuhkan dua orang penjaga, saat ini Qinli sedang berganti pakaian bersama dengan Tuan Muda Xu di toilet.
"Bos, menurutmu, mereka sedang meneliti apa Tempat ini sangat berbau busuk!" ucap Tuan Muda Xu.
Apalagi di toilet itu pun, ada beberapa hewan buas yang dimasukan dalam sebuah tabung dengan air di dalamnya. Lebih mirip dengan sebuah benda yang diawetkan.
Tapi saat ini Qinli sudah melucuti seragam para pengawal tadi dan berganti baju dengannya lengkap dengan aksesoris topengnya. Begitu pula dengan Tuan Muda Xu yang memegang baju seragam para penjaga tadi. Sementara dua penjaga itu masih pingsan akibat di lumpuhkan oleh Qinli.
"Mereka melakukan penelitan tidak bermoral ini untuk meningkatkan kekuatan mereka dengan cepat. Kalau tidak, mereka tidak akan menangkap kakekku."
Saat berganti baju, Qinli melihat sebuah kamera di sudut ruangan, tepat di atas pintu. Ia segera mengingatkan Tuan Muda Xu untuk berganti pakaian.
"Cepat ganti baju, ada kamera pengawas dimana-mana dan tempat ini sepertinya dirancang secara khusus, aku tidak bisa merasakan keberadaan kakek, hanya bisa mencarinya dari satu ruangan ke ruangan lain."
"Baik, baik."
"Kita tidak akan ketahuan, 'kan?"
"Cepat ada orang datang!" seru Qinli dengan tiba-tiba.
Beruntung Tuan Muda Xu telah memindahkan kedua penjaga yang pingsan tadi ke dalam bilik di toilet itu.
__ADS_1
"Eh?" ucap orang itu terkejut.
Pengawal yang baru masuk ke dalam ruangan itu terkejut ketika melihat ada dua penjaga di dalam sana.
"Bukankah kalian pergi mengirim barang?"
"Iya, benar. Aku juga tidak menyangka kau datang ke sini untuk buang air."
Melihat tingkah aneh dari Qinli dan Tuan Muda Xu membuat penjaga itu curiga.
"Terima kasih atas kerja kerasmu. Namun, kami masih harus pergi mengumpulkan data pria tua dari Keluarga Qin."
"Kalian masih tidak menyerah, ya. Orang cacat itu sudah dibuang ke dalam sel pembuangan dan hanya menunggu waktu untuk dijadikan makanan ikan."
"Benarkah?"
Qinli sudah merasakan emosi dalam dirinya saat ini. Tanpa ia sadari Qinli menyerang penjaga itu dengan tenaga dalamnya.
"Ka, kau bukan ... " ucap penjaga itu terjatuh karena serangan Qinli.
"Turuti perkataanku jika kau ingin hidup, bawa aku bertemu dengan kakek itu."
Sementara itu Nona Mao dan Tetua Xia sudah mencemaskan keadaan Qinli karena mereka sudah terlalu lama meninggalkan mereka di bukit.
"Pengawal pintu sudah pingsan begitu lama, di dalam juga tidak ada respon apa pun, benar-benar sangat aneh!" ucap Tetua Xia mulai khawatir.
"Tidak mungkin ketahuan, 'kan?" timpal Nona Mao yang ikutan khawatir.
Tiba-tiba pancaran kekuatan tenaga dalam milik Qinli sampai ke tempat Tetua Xia dan Nona Mao.
"Ada apa ini?" ucap mereka sambil menghalau pancaran kekuatan Qinli itu.
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...