MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 58


__ADS_3

Happy reading all😎


.


.


Di saat Qinli mulai mengeluarkan tenaga dalamnya, energi yang dimiliki Xin Miusi juga meningkat secara berkali-kali lipat. Obat yang ia konsumsi barusan benar-benar membuat kekuatan Xin Miusi naik pesat. Energinya bahkan mampu dirasakan oleh orang-orang yang berada di bangku penonton.


WUSH ... WUSH ... WUSH ....


Tetapi sepertinya Xin Miusi tidak bisa mengontrol kekuatannya kali ini, Qinli melihatnya dengan jelas dari kejauhan. Xin Miusi sempat menunduk untuk beberapa saat.


"Gawat, kekuatannya itu berkembang dengan cepat, sudah mau menerobos ke titik renying!" batin Qinli.


Reaksi obat yang diminum Xin Miusi benar-benar di luar batas. Kini reaksi obat itu sudah menguasai jantungnya, pusat titik renying di dalam tubuh Xin Miusi. Membuat detak jantungnya bergerak lebih cepat ketimbang detak jantung manusia normal pada umumnya.


DUGH ... DUGH ....


DUGH ... DUGH ....


Lalu Xin Miusi berteriak karena hal itu, "ROAARRRRR ...."


Qinli tetap menganalisa Xin Miusi dari kejauhan, ia begitu khawatir obat itu akan melukainya atau bahkan membunuhnya.


"Kekuatan obat ini sudah tersebar ke Titik Baihui dan Tianzhu, jika tidak menghentikannya, akibatnya tidak akan bisa terbayangkan!"


"Masalah sudah sampai seperti ini, hanya bisa coba menggunakan jarum akupuntur untuk mengunci titik akupuntur, menekan kekuatan obat yang ada ditubuhnya."


Di saat Xin Miusi mulai menyerang Qinli, di tangan Qinli sudah ada beberapa jarum akupuntur untuk menyerang Xin Miusi.


Sementara di bangku penonton, Nona Zhou mengamati mereka sambil memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Jelas-jelas dia hilang penglihatan ketika terakhir kali keluar dari ruang rahasia Rumah Keluarga Qin, apa mungkin dia ...." batinnya.


Di area pertandingan terlihat Xin Miusi mulai menyerang Qinli secara membabi buta. Hingga akhirnya Qinli melihat waktu yang tepat untuk menyerang Xin Miusi.


"Sekarang saatnya!"


SYUH ... TAK ... TAK ... TAK ....


Beberapa jarum akupuntur milik Qinli berhasil menancap sempurna pada titik-titik penting di tubuh Xin Miusi.


"Berhasil!"


Kini tubuh Xin Miusi terjatuh karena serangan dari Qinli. Beberapa jarum akupuntur milik Qinli berhasil menekan laju reaksi obat pada tubuh Xin Miusi.


Bahkan MC pun kaget dengan kejadian barusan.


"Hm, bukankah barusan dia hampir meledak! Kenapa dia tiba-tiba terjatuh?" tanyanya penasaran.


"Hitung mundur!"


lima ... empat ... tiga ... dua ... satu!


"Aku umumkan, Qinli sukses mempertahankan posisinya! Apakah masih ada yang mau menantangnya?"


Terlihat kemarahan di bangku peserta pertandingan. Xie Wen dari Tim Tianhai marah-marah karena tidak ada satu pun anggota timnya yang mau naik panggung dan melawan Qinli. Ia bahkan menendang kursi yang mereka duduki hingga beberapa dari mereka jatuh terjungkal.


"Ayo naik! Bukankah biasanya kalian membangga-banggakan diri kalian hebat!" serunya dengan marah-marah.


Bahkan ketika Xie Wen menendang salah satu anggota timnya, anggota Tim Tianhai lainnya memegangi salah satu kaki Xie Wen.


"Kami tidak sehebat Kak Wen, lebih baik jangan naik panggung dan bertindak memalukan!" ucap anggota Tim Tianhai lainnya.

__ADS_1


Di atas panggung, MC segera mengumumkan pemenang pada Kompetisi Prajurit kali ini.


"Karena tidak ada yang mau menantangnya, maka aku umumkan Pemenang Kompetisi kali ini adalah Kapten dari Tim Shangjing, Qinli!" ucap MC sambil menunjuk ke arah Qinli.


"Selamat kepada Kapten Qin telah mendapatkan hadiah teratai api suci!"


Lalu sesaat kemudian, hadiah teratai api suci terlihat telah dibawa oleh salah seorang panitia wanita yang berjalan menuju MC dan Qinli.


Xin Miusi memandang kesal hal tersebut dari kejauhan sembari mengumpat, "Sial!"


Ia pun mengepalkan tangannya karena tidak menerima kemenangan Qinli barusan.


Hanya dengan berdekatan atau melihat hadiah itu Qinli sudah merasakan energinya.


"Sungguh energi spiritual yang murni dan kuat, hanya dengan berdekatan dengannya sekarang saja, aku sudah merasakan energi spiritual dalam tubuh menjadi semakin berlimpah," batin Qinli.


"Sshhh! Sakit ... sakit sekali!" rintih Xin Miusi dari tempatnya.


Hal itu membuat perhatian Qinli dan panitia wanita itu menoleh padanya.


"Kekuatan obatnya mulai menyerang dirinya," batin Qinli sambil menatap iba ke arah Xin Miusi.


Saat Xin Miusi masih dalam posisi menelungkup ia bergumam, "Teratai api suci!"


Xin Miusi menyebutnya secara perlahan dan sangat lirih. Tetapi di dalam kedua matanya terpancar dengan jelas gambaran hadiah teratai api suci itu. Lalu dengan perlahan Xin Miusi bangkit dan mulai menyerang Qinli kembali sambil berteriak, "Teratai api suci itu milikku ...."


.


.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


...Jangan lupa VOTE/GIFT nya ...


...(🌹atau☕ )...


__ADS_2