
Qinli tersenyum kepada Nona Liu.
"Aku menemukan gelang ini di tempat perbelanjaan Taman Liushan beberapa waktu lalu, aku harap Pemimpin Liu suka."
Lalu Qinli menyerahkan gelang tersebut pada Nona Liu. Ia pun menerima pemberian dari Qinli dengan tangan terbuka tanpa mencela pemberiannya itu.
"Aku meghargai setiap hadiah yang diberikan, terima kasih atas hadiahmu, Tuan Qin."
Nona Liu menggenggam gelang tersebut sambil mengamatinya lebih dalam.
"Apa yang sebenarnya dia sembunyikan? Apakah ada rahasia di dalam gelang tangan ini?" batin Nona Liu.
Tetapi Fu Liuli tetap saja berniat ingin menjelekkan Qinli. Apalagi setelah mengetahui gelang pemberian Qinli hanya gelang murahan.
"Bibi Liu, Qinli pasti sedang mempermainkanmu!" ucap Fu Liuli.
Begitu pula dengan Fu Changkun yang sedari awal tidak menyukai keberadaan Qinli, semakin membuat situasi memanas.
"Ayah, Qinli tidak menghormati Keluarga Liu, sebagai aliansi Keluarga Liu, bukankah kita harus memberinya pelajaran?" ucap Fu Changkun yang berdiri di belakang ayahnya.
Beruntung Ayah Fu Liuliu dan Fu Changkun adalah orang ahli alkemis, sehingga ia bisa melihat rahasia dibalik gelang yang tampilannya sangat sederhana itu.
"Hm ... gelang ini tidak sederhana, memang harus diperlakukan secara khusus ...." ucapnya.
Lalu beliau mulai mengarahkan kekuatan tenaga dalamnya ke arah gelang tersebut hingga gelang itu memancarkan sebuah perisai tak kasat mata. Tetapi karena dilakukan mendadak membuat Nona Liu khawatir akan hal tersebut.
Ia mengira kalau Pemimpin Keluarga Fu ingin merusak gelang pemberian dari Qinli tapi ternyata tidak. Beliau hanya ingin memperlihatkan fungsi tersembunyi dari gelang tersebut pada semua orang.
"Pemimpin Keluarga Fu! Apa yang kau lakukan?" tanya Nona Liu yang sedang panik.
Ketika gelang pemberian Qinli itu bercahaya saat ia pakai, Nona Liu baru menyadari akan rahasia gelang pemberian dari Qinli itu.
"I ... ini?" ucapnya terkejut.
Gelang pemberian Qinli yang sudah terpakai di tangannya itu bercahaya keemasan, membentuk sebuah perisai indah yang mengelilingi tubuh Nona Liu.
"Itu adalah senjata sihir pertahanan!"
Setelah mengetahui rahasia dibalik gelang yang ia pakai, Nona Liu semakin berterima kasih pada Qinli. Ia pun membungkuk hormat kepada Qinli.
"Terima kasih banyak Tuan Qin telah memberikan senjata sihir ini kepadaku!" ucapnya dengan tersenyum.
Qinli pun menanggapinya dengan tersenyum.
"Bagus kalau pemimpin Keluarga Liu suka."
__ADS_1
Tetapi Fu Changkun tetap tidak suka jika Qinli mendapatkan pujian dari bibi dan ayahnya.
"Hng! Dia mendapatkannya hanya karena beruntung!" ucapnya sambil bersedekap dada.
Nona Liu mencoba berkata bijak pada keponakannya yang selalu arogan itu.
"Tidak semua orang bisa seberuntung itu," ucap Nona Liu.
Bukannya tersadar ia semakin menyudutkan Nona Liu dengan perkataan yang tidak-tidak.
"Wanita murahan itu sangat membela Qinli, bisa jadi, dia sudah tidur dengannya," ucap Fu Changkun dengan sombong.
...PLAK ... SRASH .......
Sebuah tamparan manis kini sudah mendarat cantik di pipi sebelah kiri Fu Changkun. Ia pantas mendapatkannya karena ia sudah berbicara lancang dan tidak sopan. Hingga membuat Nona Liu murka akan tuduhan kotor barusan. Tak salah bukan, jika ia menampar keponakan yang kurang ajar itu.
"Changkun! Perhatikan kata-katamu!" gertak Nona Liu.
Fu Changkun tentu tidak terima akan perlakuan Nona Liu barusan. Ia pun memegang pipinya yang masih memerah itu dan menghardik kembali Nona Liu.
"Bahkan ayahku ... tidak pernah menamparku ...."
Pemimpin Keluarga Fu juga nampak murka akan perbuatan tidak sopan putranya itu.
"Kau pantas mendapatkannya!" ucap sang ayah.
"Cepat minta maaf pada Pemimpin Keluarga Liu dan Tuan Qin! Apa kau ingin aku menamparmu juga!" gertak sang ayah pada Fu Changkun.
Meski terlihat terpaksa Fu Changkun melakukan permintaan ayahnya itu.
"Baik!"
"Tidak perlu meminta maaf. Namun Senior Fu, aku ingin bertanya padamu mengenai alkemis," ucap Qinli sedikit serius.
Pemimpin Keluarga Fu tampak mengingat sesuatu untuk menjawab pertanyaan Qinli.
"Yah ... mengenai alkemia, aku pernah mendengarnya tapi tidak tahu banyak. Namun, dengar-dengar, alkemia sihir, jimat lebih berkembang di Pulau Selatan dan Daratan Shu," ucap Pemimpin Keluarga Fu.
"Mungkin, kau bisa mendapatkan petunjuk di sana!"
"Pulau Selatan? Daratan Shu?" batin Qinli.
Setelah mendapatkan cukup informasi Qinli berterima kasih pada Pemimpin Keluarga Fu dan permisi.
"Terima kasih, Senior Fu!" ucap Qinli sambil mengatupkan kedua tangannya ke arah Pemimpin Keluarga Fu.
__ADS_1
Tapi ada satu wanita yang masih mengintai Qinli dari meja di belakangnya. Wanita itu adalah wanita yang sama yang telah mengikuti Qinli selama beberapa hari ini.
Wanita itu adalah Nona Zhou, putri angkat Komandan Wang Shouyi pemimpin pasukan militer Yanxia. Selama beberapa hari ini ia mencari keberadaan Qinli bahkan sudah bertemu dengannya saat di kedai barang antik kapan hari. Demi menemui Qinli ia menyamar menjadi pemilik toko barang antik tersebut.
Sebetulnya penyamarannya sudah diketahui Qinli hanya saja Qinli membiarkannya. Toh, wanita itu tak mengganggunya.
Tapi sebenarnya keinginan Nona Zhou hanya satu, memiliki Qinli. Hingga setelah kematian ayah angkatnya ia tetap berambisi untuk mendapatkan Qinli.
Dari tempat duduknya itu, Nona Zhou masih mengagumi dan memuji Qinli.
"Tidak disangka dia sudah sangat kuat sekarang! Jika aku bisa berkultivasi ganda dengannya, aku akan bisa menembus level tinggi dalam waktu singkat, bahkan mendekati kekuatannya," batin Nona Zhou dengan malu-malu.
Sementara itu ....
...⚜⚜⚜...
...Kediaman Keluarga Wei....
Wei Kaiyuan masih dalam keadaan terluka saat ini, ia pun hanya mengandalkan prajuritnya untuk membantunya kegiatan sehari hari. Apalagi Qinli sudah melumpuhkan kultivasinya, sehingga luka-lukanya akan lebih lama disembuhkan.
"Pengawal!"
"Pengawal!"
Wei Kaiyuan tampak berteriak memanggil para pengawalnya, tapi sekian lama ia berteriak tak ada satu pun pengawalnya yang datang menemuinya.
"Sudah kupanggil seharian tapi tidak ada satu pun yang datang! Sekelompok orang egois itu tidak mungkin kabur karena melihatku sudah tidak punya kultivasi, 'kan?" ucap Wei Kaiyuan di atas pembaringannya.
Sementara itu, tiba-tiba sekelompok orang masuk ke dalam kamar Wei Kaiyuan.
"Wei Kaiyuan, tidak perlu berteriak lagi!" ucap lelaki itu.
"Semua prajurit elitmu sudah kuhabisi!"
Lelaki itu datang bersama puluhan prajurit yang berjalan di belakangnya. Sontak hal itu membuat Wei Kaiyuan kaget setengah mati.
"Aku sama sekali tidak mendengar suara apa pun tadi! Apakah mereka mengalahkan prajurit elitku tanpa mengeluarkan suara sedikit pun?" batin Wei Kaiyuan.
"Tidak mungkin!"
Wei Nuannuan mengintip dari balik tembok untuk melihat situasi di kamar kakaknya Wei Kaiyuan. Ia bahkan melihat semua prajurit elit milik keluarganya kini jatuh tergeletak di halaman kamar kakaknya. Belum lagi ada pasukan Keluarga Tersembunyi yang berjaga di depan pintu. Membuat Wei Nuannuan takut sekaligus cemas dibuatnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kakak ..." ucap Wei Nuannuan khawatir.
.
__ADS_1
.
...🌹Bersambung🌹...