MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 180


__ADS_3

Setelah itu bukannya meminta maaf, Nona Ling'Er justru bersemangat mendekati Qinli kembali.


"Penyelamatku! Kekuatanmu sangat luar biasa, meracik obat juga sangat hebat! Aku ingin menjadi muridmu!" ucapnya bersemangat.


"Murid? Baru pertama kali ...."


"Aku tidak pernah punya murid, apa kau tidak takut aku akan membuang waktumu?" tanya Qinli heran.


"Apa kau sedang pamer? Jurus yang kau keluarkan tadi bukanlah salah satu jurus yang bisa dikeluarkan prajurit alam langit ...." ucap Nona Ling'Er sambil memegang salah satu lengan Qinli.


"Mungkin karena aku beruntung."


Tiba-tiba saja dari arah belakang terdengar sebuah tepuk tangan. Ternyata dari sana muncul Nona Han Xinxin dan pengawalnya.


PROK ... PROK ... PROK ....


"Kekuatanmu sangat luar biasa! Jurus tadi cukup untuk mengancam prajurit alam reinkarnasi, bahkan jurus ini masih bisa dikembangkan!"


"Nona terlalu memujiku! Apakah Nona mengikutiku sampai ke sini dari rumah pelalangan?" tanya Qinli.


"Apakah Nona ini juga datang demi tanaman pembangkit spiritual?"


Nona Han Xinxin tersenyum.


"Tuan jangan khawatir, aku tidak punya maksud jahat, hanya mengikuti Tuan karena aku penasaran. Namun, tidak disangka bisa bertemu dengan sekumpulan orang jahat ini."


Tatapan mata Nona Han Xinxin berbeda kali ini. Ia mulai berbicara dengan nada yang serius.


"Tuan tidak membunuhnya pasti karena ingin mendapatkan informasi bukan?"


"Selain itu, Tuan membayar begitu banyak uang untuk memenangkan tanaman pembangkit spiritual bukan untuk meningkatkan energi spiritual tetapi untuk menyelamatkan orang, kan?"


Qinli mendekati Nona Han Xinxin dan menanyakan sesuatu padanya. "Apakah Nona ada nasihat?"


Nona Han Xinxin hanya tersenyum ramah ke arah Qinli.


"Nasihat tidak ada, tapi aku punya beberapa informasi penting tentang formula pil pembangkit spiritual. Tidak tahu apakah Tuan tertarik dengan informasi ini atau tidak?"


Ucapan dari Nona Han Xinxin membuat Qinli berpikir ulang. Apa yang dikatakan olehnya cukup masuk akal. Mungkin saja ada cara yang lebih baik untuk bisa menyelamatkan istrinya.


"Tanaman ini adalah tanaman langka. Kalau memberikannya pada Qingyin dan efek obatnya tidak cukup ...."


"Kalau ada formula penyembuhannya bisa jauh lebih besar. Tapi Nona ini tidak mungkin membantuku secara cuma-cuma."


"Aku orang baru di sini, tidak terlalu ingin merepotkan orang lain ...."

__ADS_1


Sejenak pandangan Qinli terganggu dengan pengawal Nona Han Xinxin. Apalagi saat ia juga ikut berbicara.


"Nona kami tidak punya maksud jahat, tolong Tuan jangan salah paham," ucap pengawal Nona Han Xinxin yang ternyata mempunyai aura kekuatan level tinggi.


Di belakangnya nampak aura ungu yang mengisyaratkan jika pengawal itu sudah mencapai level Alam Pemecah Langit.


"Prajurit Alam Pemecah Langit, Armor Jiwa Langit!" ucap Qinli di dalam hati dengan sangat terkejut.


Bahkan matanya sampai terkesima ketika melihat aura pengawal Nona Han Xinxin itu.


"Tidak disangka ada petarung hebat yang begitu kuat di sisi wanita ini ... sebenarnya berasal dari mana Nona ini?"


Saat Qinli masih memikirkan tentang asal usul Nona Han Xinxin, ia malah bertanya kepada Qinli.


"Bagaimana menurut Tuan?" tanya Nona Han Xinxin mendekati Qinli.


Ia bahkan menepuk bahu Qinli saat ini.


"Nona sengaja memberi tahuku informasi ini pasti punya persyaratan sendiri, silakan Nona katakan!"


"Bagus!" ucap Nona Han Xinxin dengan tersenyum lalu sesaat kemudian menutup matanya.


"Namun, aku tidak buru-buru, bagaimana kalau kita mencari tempat untuk membantu menyelesaikan masalah Tuan."


Beberapa saat kemudian, ternyata Nona Han Xinxin mengajak Qinli untuk ikut dalam kapal miliknya. Ia sengaja memilih tempat itu untuk mendapatkan sebuah privasi untuk dirinya dan juga tamunya, Qinli. Bahkan di dalam kapal itu Qinli bisa bersemedi untuk beberapa saat.


Lalu sesaat kemudian datanglah pengawal Nona Han Xinxin yang meminta Qinli untuk pergi bersamanya, karena Nona Han Xinxin ingin bertemu dengan Qinli di sebuah ruangan saat ini.


Pengawal itu membungkuk hormat saat menyampaikan pesan untuk Qinli.


"Tuan Qin, silakan ikut denganku, Nona Han ingin bertemu dengan Anda."


Mata Qinli yang semula terpejam kini terbuka dan memicing ke arah pengawal itu.


"Cepat sekali!"


"Tidak disangka hanya dalam waktu singkat mampu membuat prajurit puncak alam langit membongkar rahasianya ...."


Memang sebelumnya, kepala Armor yang sudah menyerang Qinli tadi sempat dibawa masuk ke dalam kapal milik Nona Han. Oleh karena itu Nona Han membantu Qinli agar Armor itu membuka mulutnya dan memberikan sedikit informasi untuk mereka berdua.


"Sebelah sini, Tuan Qin."


"Baik."


Ternyata Qinli dibawa ke sebuah ruangan yang cukup mewah untuk sebuah ruangan di dalam sebuah kapal lintas dimensi. Berhiaskan beberapa lampion terbang yang menerangi jalan menuju ruangan tersebut.

__ADS_1


Di dalamnya Nona Han Xinxin sudah bersiap menyambut Qinli dengan berbagai menu hidangan masakan mewah yang tersaji di sebuah meja panjang. Nona Han duduk di ujung meja panjang tersebut dan memandang ramah ke arah Qinli.


Setelah Qinli datang, Nona Han langsung mempersilakan dirinya untuk bertanya pada Armor yang duduk dihadapan Nona Han.


"Tuan Qin, ingin bertanya apa? Silakan ditanyakan."


"Terima kasih Nona Han," ucap Qinli dengan hormat.


Seketika salah satu tangan Qinli menyentuh bahu Armor itu.


"Siapa nama orang dari sekte bumi yang kau temui!" ucap Qinli dengan tatapan menghunus tajam.


"A ... aku ...."


"Ehem ...."


Entah kenapa Nona Han Xinxin berdehem kemudian. Wajah Armor itu seketika pias. Keringat dingin bahkan mengucur dari sana.


"Dua bawahanku bertemu mereka dan terjadi perselisihan, salah satu dari dua bawahanku dibunuh oleh dua wanita itu di dekat Kota Feilong Daratan Tianluo ...."


"Bawahanku yang satunya lari lagi berlari kembali dan menceritakannya kepadaku. Lalu kami pergi mencari mereka tapi tidak menemukan mereka ... Aku dengar dari bawahanku dua wanita itu mengatakan bahwa mereka berasal dari sekte bumi ... Dan kami juga tidak tahu nama mereka ...."


"Kota Feilong Daratan Tianluo, bukankah daratan itu adalah tempat tinggal Nona Han ...."


"Pantas saja orang ini sangat takut pada Nona Han," gumam Qinli


Namun, Qinli tidak langsung menyerah. Ia tetap menanyakan siapa mereka sebenarnya.


"Lalu kalian termasuk pasukan apa? Kenapa bisa terjadi perselisihan dengan mereka?"


"A ... aku adalah ...."


Qinli yang tidak sabar menunggu segera menggunakan kekuatannya dan menyentuh bahu Armor itu.


KRAK!


"Siapa!" gertak Qinli.


BOOM!


Tiba-tiba saja dari langit terlihat sebuah aura kekuatan yang super besar menghantam tubuh Armor itu hingga terjadilah sebuah ledakan yang cukup dahsyat hingga membuat ruangan itu berantakan.


"Apakah itu pasukan dibalik orang ini? Bukan prajurit biasa yang mampu menggunakan metode ini ...."


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2