
Qinli begitu heran karena Nona Han menariknya dengan cukup kuat. Apalagi setelah ia melihat Qinli telah berhasil membawa barang yang ia inginkan saat ini.
"Untuk apa kau berlari begitu kencang?" ucap Qinli yang heran karena Nona Han menariknya dengan cukup kuat.
Nona Han memang menarik lengan Qinli dengan cukup kuat sambil berlari. Baginya ia sudah memilih langkah yang tepat untuk melindungi Qinli saat ini.
"Kau sudah mendapatkan Tungku Bintang Tujuh. Kalau tidak lari, apa kau mau Tungku Bintang Tujuh direbut oleh mereka setelah mereka selesai bertarung?"
Sementara itu Qinli hanya bisa membiarkan Nona Han melakukan hal itu sesuka hatinya. Terlebih setelah melihat wajah Nona Han yang begitu bahagia dan ceria.
"Untung saja dari tadi aku bersembunyi di samping, kalau tidak, kau pasti sudah berada dalam bahaya, cepat berterima kasihlah kepadaku!"
"Terima kasih!"
Nona Han berpikir jika Qinli sangat bahagia ketika mendapatinya datang di waktu yang tepat. Ia langsung membawa Qinli keluar dari alam rahasia dengan cepat.
"Cepat! Kalian jaga di pintu masuk!" ucap Nona Han ketika berhasil membawa Qinli keluar dari pintu alam rahasia.
"Baik!" ucap kedua prajurit secara bersamaan.
Tiba-tiba kekuatan besar nampak mengelilingi kapal berbentuk ikan tersebut. Qinli yang tanggap dengan situasi sekitar segera mengedarkan pandangannya.
"Sepertinya kita tidak bisa pergi kemanapun ...."
"Apa?" tanya Nona Han sambil menoleh.
"Berhenti!" teriak seorang lelaki berambut biru muda yang tiba-tiba saja datang ke arah Qinli.
"Mereka datang dengan niat tidak baik, tapi pemimpin mereka kelihatan sedikit familiar ...." gumam Qinli.
Nona Han kini mulai berdiri di depan Qinli dan menyapa lelaki tersebut.
"Ternyata Keluarga Wei mengutus Wei Tian kemari, apa kita sungguh akan kehilangan Tungku Bintang Tujuh?"
"Wei Tian? Apa dia terkenal?" tanya Qinli penasaran.
"Bukan hanya terkenal, tapi juga adalah jenius terkuat di antara Tujuh Keluarga Besar kami dan sudah mencapai Alam Reinkarnasi."
"Alam Reinkarnasi?" ucap Qinli tidak percaya.
Ternyata Wei Tian adalah sosok yang sangat tidak sabaran. Buktinya ia langsung mengatakan apa yang menjadi keinginannya saat ini secara langsung.
"Aku tidak ingin memicu perkelahian, langsung serahkan barangnya padaku!"
"Tidak perlu khawatir, Tungku Bintang Tujuh tidak akan bisa dia bawa pergi!" ucap Qinli dengan wajah tenang.
Ekspresi lain ditunjukkan oleh Nona Han yang tampak sangat khawatir.
__ADS_1
"Apa kau sudah gila? Kau tidak mungkin berencana untuk melawannya, kan? Dia tidak akan sepertiku yang memberikan kelonggaran untukmu!"
Melihat perdebatan antara Nona Han dan Qinli membuat Wei Tian semakin senang.
"Kelihatannya kalian tidak mau menyerahkannya padaku. Kalau begitu, aku sendiri yang akan mengambilnya dari kalian!"
Seketika Wei Tian mengeluarkan Armor miliknya. Dengan salah salah satu tangannya yang sudah mengeluarkan kekuatan Armor berwana biru muda. Sebelum ia menyerang Qinli, ia memperingatkan anak buahnya terlebih dahulu.
"Kalian tunggu aku di sini, tidak usah turun tangan!"
"Baik!"
Sorot mata Wei Tian memicing, mengarah ke tempat Qinli berdiri. Target selanjutnya adalah melihat ke arah Nona Han. Tiba-tiba kini ia sudah berdiri tepat di belakang Nona Han.
"Cepat sekali!" ucap Nona Han dengan terkejut.
Wei Tian menatap tajam ke arah Qinli.
"Reaksinya sangat lambat, bukankah katanya bocah ini sangat hebat?" ucap Qinli di dalam hati.
Nona Han membeku di tempat. Tubuhnya benar-benar tidak bisa digerakkan sama sekali. Sepertinya Wei Tian menyegel kekuatannya.
"Aku ... tidak dapat menggerakkan tubuhku!" ucap Nona Han.
Wei Tian tetap menatap ke arah Qinli sambil menerka-nerka apa yang akan dilakukan oleh Qinli.
"Tidak mungkin ... kekuatan bocah ini tidak mungkin di atasku!"
"Adikku bilang kau agresif sekali di dalam alam rahasia. Asal kau tahu di luar sana masih ada yang lebih hebat darimu!" ucap Wei Tian.
Qinli tampak tersenyum, "Adikmu benar!"
Ternyata Qinli tidak tersegel kekuatannya, ia bisa mematahkan sihir dari Wei Tian dan bergerak.
Tentu saja hal itu membuat Wei Tian terkejut. "Tidak mungkin!"
...KRAK ... KRAK .......
Tiba-tiba saja Qinli mematahkan lapisan pelindung yang dibuat Wei Tian untuknya.
"Lapisan pelindungmu ini lumayan juga!" ucap Qinli sambil tersenyum.
"Kau menghancurkan pembatasku hanya dengan kekuatan fisik? Sebenarnya siapa kau?"
Wei Tian tampak ketakutan hingga mundur beberapa langkah. Qinli berjalan mendekati Wei Tian.
"Aku? Aku hanyalah prajurit biasa yang diundang oleh Keluarga Han."
__ADS_1
"Jangan-jangan dia mempunyai barang langka yang bisa menghancurkan pembatasku?"
Sesaat kemudian Wei Tian melihat sebuah barang yang terselip di antara baju Qinli. Mata Wei Tian menyipit lalu melesat ke arahnya untuk mengambil barang itu dari celah baju Qinli.
Wei Tian berhasil mengambil pakaian dalam milik Bai Ruyun yang telah titipkan oleh anak buahnya kapan hari. Wei Tian menggenggam erat barang tersebut.
"Dugaanku benar!"
"Tapi ... sepertinya ... barang ini yang selalu dipakai wanita?"
Sontak saja Wei Tian langsung menepuk keningnya. Ia bahkan memalingkan wajahnya dari barang tersebut. Seolah barang tersebut tidak layak dibawa oleh seorang lelaki sejati.
"Sial! Tidak disangka seorang pria kekar sepertimu membawa barang seperti ini! Dasar mesum!"
"Itu ...."
Sesaat kemudian tangan Qinli menyentuh bahu kekar Wei Tian. Dengan wajah tanpa dosa Qinli mengucapkan sesuatu yang membuat Wei Tian terkejut.
"Apa ibumu tidak mengajarimu kalau barang orang lain tidak boleh diambil tanpa seizin dari pemiliknya?"
Wei Tian tampak menoleh.
"Jelas-jelas aku sudah mengambil barang langkanya ... tapi dia masih bisa menggunakan kekuatan fisiknya untuk menghancurkan pembatasku?"
"Sebenarnya si bocah tengik Wei Yun itu telah menyinggung monster seperti apa?"
Tidak disangka Qinli benar-benar menggunakan kekuatannya kepada Wei Tian. Hingga ia terpental beberapa meter dan terluka parah.
Sontak saja beberapa prajurit yang membiarkan Wei Tian menghadapi Qinli sendirian terkejut dengan kekuatan Qinli mampu mengalahkan Wei Tian.
"Tuan Muda Wei Tian!" teriak para prajuritnya.
Qinli melihat ke arah beberapa prajurit tersebut, seolah ia sedang mengatur sebuah strategi agar tidak mengundang keributan yang lebih besar lagi.
"Sekarang bukan saatnya untuk menimbulkan sebuah masalah baru, lebih baik aku menakut-nakuti mereka terlebih dahulu ...."
Melihat tubuh Qinli yang bercahaya keemasan, beberapa prajurit dari Wei Tian yang tersisa begitu ketakutan dan memilih untuk mundur dari tempat tersebut.
"Kita mundur!"
Tidak disangka Nona Han melihat barang yang dibawa oleh Qinli tersebut dan menganggap Qinli benar-benar pria mesum.
"Tidak disangka kau mempunyai hobi semacam ini ... membawa pakaian dalam wanita ke manapun kau pergi."
Qinli yang mengetahui kemana arah pembicaraan Nona Han hanya bisa tertawa terbahak-bahak.
"Ah ... seseorang mempercayakan barang ini kepadaku untuk diberikan kepada temannya. Barang ini tidak bisa disimpan di dalam cincin penyimpanan. Jadi aku harus membawanya ke mana pun aku pergi."
__ADS_1
"Ka ... kakak sepupu?"