MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 179


__ADS_3

Setelah memenangkan acara pelelangan tersebut, ada dua orang pelayan wanita mendatangi Qinli ke lantai dua. Salah satunya membawa kotak tanaman spiritual itu dan satunya lagi meminta bayaran pil level tujuh pada Qinli.


"Selamat Tuan telah mendapatkan tanaman spiritual ini, silakan dicek."


Pelayan itu segera maju dan menyerahkan kotak tanaman obat spiritual pada Qinli.


"Kalau tidak ada masalah, silakan lakukan pembayaran ...."


"Akhirnya aku menemukan cara untuk menyelamatkan Qingyin," gumam Qinli sambil tersenyum saat melihat kotak tanaman obat spiritual itu saat dibuka.


"Ini!"


Qinli segera melemparkan satu buah bungkusan yang berisi ratusan pil level enam. Tentu saja pelayan itu terkejut karena ucapan Qinli berbeda dengan kenyataannya. Bukannya mendapatkan dua buah pil level tujuh melainkan ratusan pil level enam.


"Banyak sekali pil level enam?" ucap pelayan itu sedikit cemas karena takut di bohongi Qinli.


Dengan santainya, Qinli menjelaskan hal itu.


"Dua buah pil level tujuh sama dengan delapan puluh pil level enam. Di dalam ada sekitar seratus buah pil level enam, apa ada masalah?" ucap Qinli sambil tersenyum.


Pelayan wanita tadi berwajah pias setelah mendengar penjelasan dari Qinli.


"Tidak ada masalah, saya yang terlalu lancang," ucapnya sambil menunduk.


Namun di dalam hatinya pelayan itu bergumam, "Sengaja menaikan level pilnya agar menekan orang lain, sungguh cara yang hebat!"


Tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara seorang wanita yang memaksa masuk.


"Entah berasal dari mana pria terhormat ini yang sudah memenangkan tanaman spritual."


BRAK


Wanita itu mendorong paksa pintu dan kini tersenyum manis ke arah Qinli.


"Aku ingin berkenalan denganmu!"


"Nona sudah salah paham, aku hanyalah prajurit biasa."


"Tidak boleh punya masalah dengannya, aku harus segera pergi ...."


"Saya masih ada urusan, saya pamit dulu," ucap Qinli dengan hormat lalu bergegas pergi.


Qinli berlari keluar disusul oleh Nona Ling'Er yang berlari di belakangnya. Sementara itu Nona Han Xinxin berpikir keras.


"Prajurit biasa? Hanya orang bodoh yang akan percaya."


"Ayo, kita ikuti diam-diam! Dia pasti membohongiku!"


Qinli begitu bahagia bisa memenangkan hadiah utama dari pelelangan tersebut. Bayangan ia bisa menyembuhkan Qingyin dengan tanaman itu sudah memenuhi pikirannya.


"Akhirnya aku menemukan obat ini, tidak tahu apakah berguna untuk Qingyin atau tidak, lebih baik coba dulu ...."


Sepanjang perjalanan keluar dari rumah pelelangan itu, senyum Qinli tidak pernah pudar. Namun, kebahagiaan Qinli terusik ketika perjalanannya dihadang oleh sekumpulan orang berjubah tadi.


"Qinli tunggu aku!" teriak Nona Qiao Feifei dari arah belakang.


Tentu saja teriakan Nona Qiao Feifei mengagetkan Nona Ling'Er dan Qinli.


"Aku hanya memikirkan cepat pulang sampai melupakan Nona Qiao ....


Qinli menoleh dan memperingatkan Nona Qiao agar tidak boleh mendekatinya. Qinli sudah merasakan kedatangan mereka.


"Nona Qiao! Jangan kemari!" teriak Qinli.


"Argh!"


Terlambat, kekuatan para prajurit berjubah telah mengekang Nona Qiao. Sementara itu Qinli juga sudah dikelilingi prajutit yang lainnya.


"Siapa kalian? Cepat lepaskan aku!" teriak Nona Qiao panik.


Pemimpin prajutit bertopeng itu mendekati Qinli dan meminta kotak tanaman spritual milik Qinli. Ternyata kekuatan sesungguhnya dari mereka ditunjukkan saat itu, berbeda dengan saat mereka berada di dalam rumah pelelangan tadi.


"Aku sangat tertarik dengan kotak giok di tangan Anda, bisakah Anda memberikan kotak itu padaku?"


Sementara itu prajurit yang berada di kejauhan terus menyakiti Nona Qiao dengan kekuatan tenaga dalamnya.


"Armor spiritual utuh ... puncak alam langit?" gumam Qinli mengamati orang di hadapannya saat ini.


"Kelihatannya orang ini sengaja menyembunyikan kekuatannya tadi."

__ADS_1


.


.


Qinli langsung memasang tangannya untuk melindungi Nona Ling'Er.


"Beginikah caramu bernegosiasi?" tanya Qinli kemudian.


"Hahaha, maaf, aku kurang sopan. Sepertinya Tuan bukan orang biasa karena bisa memenangkan tanaman spritual ini dari tangan Nona besar itu."


"Serahkan tanaman itu padaku. Kalau tidak, jangan salahkan kami bertindak kasar!" ucap mereka menggertak.


Qinli menatap tajam semua prajutit itu sambil memikirkan cara terbaik.


"Kalau Qingyin tahu orang-orang tidak bersalah terluka demi menyelamatkan dirinya, aku rasa dia juga tidak akan tenang."


"Lebih baik selamatkan Nona Qiao dulu baru pikirkan bagaimana cara untuk merebutnya kembali."


"Karena kalian begitu menginginkannya, maka ambillah."


Qinli segera melempar kotak tanaman spritual itu ke arah Armor di hadapannya.


"Terima kasih, Tuan. Bolehkah aku tahu dari mana asal usul Tuan dan dari keluarga mana? Kelak aku pasti akan mengunjungi Tuan untuk membalas budi," ucap Armor itu.


Sesaat kemudian Nona Qiao terlempar dan selamat dari kekuatan para prajurit berjubah tadi.


"Tidak perlu, aku hanyalah prajurit biasa dari daratan level rendah yang tidak diketahui."


"Daratan tidak diketahui, jangan-jangan ada hubungannya dengan kedua wanita itu?" gumam Armor.


"Apakah Tuan ada hubungannya dengan sekte bumi?" tanya Armor itu kemudian.


Tentu saja Qinli tercengang akan ucapan Armor barusan.


"Sekte bumi? Bumi? Dari mana Anda tahu bumi?" tanya Qinli penasaran.


"Kelihatannya Tuan ada hubungannya dengan sekte bumi, maaf!"


"Dia ada hubungannya dengan kedua wanita yang berasal dari sekte bumi, tangkap dia!" titah Armor itu kemudian.


Para prajurit tadi seketika bersiap untuk menyerang Qinli kemudian. Mereka tersenyum licik setelahnya. Merasa jika hal ini begitu mengancam, Qinli memperingatkan Nona Qiao dan Nona Ling'Er.


"Baik!" ucap keduanya.


Setelah itu Qinli segera mengeluarkan kekuatannya untuk bersiap-siap bertarung. Tiba-tiba saja, Armor itu sudah menyerang Qinli.


...BAM!...


"Kalau ingin menyalahkan, maka salahkan kedua wanita itu yang sudah mengacaukan hal baikku. Melihat reaksimu, seharusnya kau punya hubungan baik dengan kedua wanita itu. Tenang saja, aku akan membawamu bertemu dengan mereka!" ucapnya dengan senyuman licik.


"Delapan dari mereka semuanya berada di alam langit." Gumam Qinli sambil menangkis serangan mereka.


...BOOM!...


Qinli mengeluarkan Pedang Zhanlu miliknya.


"Untuk bertahan hidup, aku harus mengeluarkan seluruh kemampuanku."


Namun, Qinli terkejut karena tiba-tiba pedang miliknya bergerak sendiri.


"Pedangku sepertinya bergerak sendiri, ada apa ini?"


Setelah berhasil mengeluarkan Pedang Zhanlu, Qinli segera mengayunkan pedangnya ke atas.


"Pedang ini seperti pedang hidup, kenapa bisa mempunyai kekuatan yang begitu hebat."


Tiba-tiba saja, Pedang Zhanlu berhenti dan berputar haluan. Kini ujung pedang tersebut seolah menancap ke bawah.


Sesaat kemudian, Pedang Zhanlu bersinar lalu mengeluarkan cahaya kehijauan. Seolah sedang mengeluarkan kekuatan sesungguhnya.


"Energi spiritual ini, jangan-jangan?"


Dari ujung Pedang Zhanlu menetes cairan hijau yang langsung menyebar hingga menyentuh tubuh para Armor tadi. Bagaikan tetesan embun pagi, kekuatan Pedang Zhanlu bercampur dengan energi spiritual yang dimiliki oleh Qinli mampu membuat para Armor tadi kesulitan bergerak.


"Sepertinya ... tubuhku ... tidak dapat bergerak ...." keluh para Armor itu setelah merasakan kekuatan Qinli mengikat mereka.


Pemimpin Armor itu menggertakkan giginya karena kesal.


"Ada yang tidak beres dengan bocah ini ...."

__ADS_1


Qinli semakin mengendalikan situasi.


"Pertama, keheningan air ...."


Tubuh para Armor terlilit sebuah tangkai teratai dengan kuat.


"Kedua, kemunculan teratai ...."


Kekuatan yang membelit tubuh para Armor semakin kuat. Melihat para Armor yang tidak bisa berkutik, Qinli segera mengayunkan Pedang Zhanlu miliknya dan mengarahkan kekuatannya ke arah mereka.


Benar saja, seolah para Armor itu sedang berada di dalam kelopak bunga teratai berwarna hijau dan siap untuk dihancurkan.


"Ketiga, kekuatan teratai!"


Bagaikan kelopak bunga teratai yang hancur karena baru saja ditebas oleh Qinli. Hingga pada kenyataannya para Armor tersebut bisa dikalahkan.


Kini Qinli hanya tinggal berhadapan langsung dengan pemimpin Armor tadi.


"Tidak disangka bisa secara otomatis menguasai metode ketiga pikiran tatanan surga."


Sejenak pemimpin Armor tadi beringsut mundur ketika menyadari kekuatan Qinli yang sesungguhnya.


"Ke ... kekuatanmu ... bukan berada di alam langit!" ucapnya ketakutan.


Qinli menyeringai, "Masih belum selesai, untuk apa kau begitu panik?"


Tidak lama kemudian, Qinli menyerang pemimpin Armor tadi. Kini ia sudah berada di dal jebakan teratai tadi.


"Te ... teratai ...." ucap Armor itu panik.


Sejenak kemudian, teratai itu menyerang pemimpin Armor tadi.


"Sial! Sebenarnya benda apa ini?" teriaknya kesakitan.


"Argh!"


Kekuatan Armor itu seketika lenyap dan meninggalkan tubuh tanpa kekuatan spiritual seperti tadi. Bahkan pemimpin Armor tadi jatuh bersimpuh.


"Argh!"


Nona Ling'Er dan Nona Qiao menoleh. "Hm, apa yang terjadi?"


Qinli masih berdiri tegap tetapi ia sadar jika energinya terkuras habis.


"Gawat! Jurus ini terlalu menguras energi spiritualku, aku sudah tidak bisa bertahan lagi!" gumam Qinli.


Sementara itu Nona Ling'Er yang sangat bahagia segera berhambur untuk memeluk Qinli.


"Penyelamatku, kau sangat hebat!" teriaknya penuh rona bahagia.


"Jangan!" teriak Qinli.


...BUGH...


Namun, Nona Ling'Er sudah berhasil membuat Qinli terjatuh karena tidak bisa menopang tubuh Nona Ling'Er hingga membuatnya jatuh dengan posisi Nona Ling'Er berada di atas Qinli. Seketika wig rambut panjang yang dipakai Qinli terjatuh ke tanah.


...PLAK...


"Kaok ... kaok ...."


Suasana canggung terjadi karena wig Qinli terlepas.


"Tuan Qin, kau baik-baik saja, 'kan," tanya Nona Qiao.


Sejenak setelah menyadari wignya terlepas, Qinli langsung berdiri dan mengambilnya. Sesaat kemudian segera memakainya kembali.


"Aku tidak apa-apa," ucap Qinli sambil merapikan kembali wignya.


"Wignya terlalu longgar, sepertinya butuh lem untuk menempelkannya."


Qinli menatap pimpinan Armor yang berada di hadapannya saat itu.


"Namun, pria ini bilang kedua wanita sekte bumi, seharusnya adalah Zitan, mereka ...."


"Untungnya, aku mengendalikan kekuatanku tadi, dan tidak membunuhnya."


Tangan Armor itu masih gemetar. Namun, Qinli tidak menyadarinya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2