MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 204


__ADS_3

"Gawat, kalau ingin pulih sepertinya susah ...."


Semua energi dan elemen yang berada di dalam air tersebut seolah-olah masuk ke dalam tubuh Qinli dan menyatu ke dalam setiap aliran da-rah-nya. Tubuh Qinli yang semula sudah retak kini mulai perlahan-lahan pulih.


"Aku pulih kembali! Dan sepertinya kakiku menjadi semakin kuat!"


Semua elemen air yang berada di sekitarnya menjadi satu di dalam tubuh Qinli dan benar-benar memulihkan kekuatannya dalam waktu yang sangat cepat dan meningkat berkali-kali lipat. Tubuh Qinli yang semula diselimuti, beberapa saat kemudian mulai melesat ke angkasa.


Gunung batu yang semula berada di sisi danau mulai berjatuhan ke dalam danau, hingga membuat air beriak ke atas dan membuat gelombang tinggi.


Saat Qinli mulai mendarat, tidak berapa lama kemudian es yang menyelimuti tubuh Qinli mulai retak dan hancur lebur. Kini tubuh Qinli benar-benar terlihat seperti terlahir kembali dengan kekuatan yang bertambah hebat.


...KRAK...


...PRANG ...


Tidak berapa lama kemudian, Qinli menyadari jika ada orang yang datang ke tempatnya saat ini.


"Ternyata sudah kembali. Kebetulan aku bisa menguji kekuatanku kepadamu ...." ucap Qinli sambil melirik ke belakang.


Wanita es itu benar-benar menyerang Qinli dengan kakinya. Namun seberapa besar ia menyerang Qinli, hal itu tidak ada artinya sama sekali karena kekuatan Qinli jauh lebih berada di atasnya.


"Lebih keras lagi!"


"Ternyata setelah perubahan tubuhku bisa langsung melemahkan serangan lawan."


Setelah beberapa saat membiarkan lawannya menyerang Qinli secara berkali-kali, kini giliran Qinli untuk menyerang wanita es tersebut.


"Saatnya giliranku!"


Dengan salah satu tangannya Qinli memegang kaki wanita es tersebut. Merasa terancam, wanita es tersebut mulai melesat meninggalkan Qinli. Namun di luar dugaan, Qinli juga ikut melesat ke angkasa dan bersiap untuk menyerangnya.

__ADS_1


Qinli melompat dan mengarahkan pukulannya tepat mengenai punggung wanita es itu. Hampir semua tubuh wanita es itu hancur berkeping-keping dan terjatuh ke dalam air danau.


Qinli menoleh, "Dia masih belum mati! Sungguh wanita tangguh!"


Qinli melihat amor di dalam tubuhnya yang sudah meningkat.


"Namun, tubuhku sudah sekuat ini, tanpa menggunakan kekuatan spiritual pun bisa mengalahkan wanita es tersebut," ucap Qinli penuh dengan rasa percaya diri.


Pandangan Qinli beralih kepada sebuah gubuk yang berada tepat di atas danau. Ia kembali teringat akan tujuan awalnya untuk mengambil Tungku Bintang Tujuh.


"Hampir saja lupa hal terpenting ... Semoga Tungku Bintang Tujuh berada di dalam gubuk ini. Kalau tidak, aku harus turun ke tingkat yang lebih rendah lagi untuk mencarinya ...."


Tidak membutuhkan waktu yang lama Qinli sudah berada tepat di depan gubuk tersebut. Ia membuka pintu yang terbuat dari kayu itu dengan perlahan. Pandangannya tercengang karena perabotan di dalamnya sungguh sangat minimalis.


"Gubuk ini sederhana sekali ...."


Qinli terkejut karena tubuhnya terasa didorong dari belakang oleh seseorang. Tidak berapa lama kemudian muncullah seorang prajurit wanita dengan sosok yang hampir menyerupai wanita es tadi.


"Rasanya sangat menyenangkan sekali saat bertarung tadi, 'kan?" tanya wanita cantik itu.


"Kenapa wanita ini mirip sekali dengan wanita es tadi?" gumam Qinli.


"Kau sudah cukup bersenang-senang kini adalah giliranku!"


Wanita cantik di hadapan Qinli segera mengeluarkan seluruh kekuatannya. Qinli bisa menyadari jika kekuatan wanita cantik dihadapannya ini jauh di atas level reinkarnasi.


"Kekuatan spiritual yang sangat luar biasa! Bukankah alam rahasia ini tidak mampu menahan kekuatan di atas level reinkarnasi? Kenapa wanita ini ...."


Ucapan Qinli tampak tertahan karena perubahan yang ditunjukkan wanita cantik di hadapannya ini sungguh di luar dugaan. Qinli menyadari jika wanita cantik di hadapannya ini hanya berniat untuk menguji kekuatan Qinli.


"Ternyata dia sedang mengujiku?"

__ADS_1


Bukannya takut Qinli justru semakin berjalan mendekati wanita cantik tersebut.


"Bocah, berani sekali kau mendekatiku!"


Tiba-tiba saja ekspresi dari wanita cantik tersebut berubah keringat dinginnya mulai terlihat dari sudut keningnya.


"Tapi aku sungguh mengagumi keberanianmu, kalau kau menyetujui satu permintaan dariku, aku akan mengampunimu!" ucap wanita itu dengan ketakutan.


"Permintaan apa?" tanya Qinli sambil berdiri tepat di belakang wanita cantik tersebut dengan mendaratkan salah satu tangannya ke ujung dinding di dekatnya.


"Bergabunglah ke sekteku dan menjadi muridku!"


"Aku juga mau, tapi sayang sekali kau terlambat selangkah! Aku sudah menjadi pemimpin sebuah sekte."


Wanita cantik di hadapan Qinli meragukan kemampuannya. Apalagi ia mengetahui dengan jelas kekuatan yang dimiliki Qinli sejauh apa.


"Hahaha serius? Baru mencapai puncak alam pemecah langit udah bisa menjadi pemimpin sebuah sekte?"


Dengan santainya Qinli menjawab keraguan yang dilontarkan oleh wanita cantik di hadapannya tersebut.


"Lalu menurutmu seseorang yang punya kekuatan seperti apa baru berhak menjadi pemimpin sekte?"


Di dalam benak Qinli muncul beberapa pertanyaan tentang siapa wanita yang berdiri di hadapannya saat ini.


"Sebenarnya siapa wanita ini? Bahkan Puncak Pemecah Alam Langit pun bisa diremehkan."


"Tentu saja harus berada di atas level alam dominasi."


"Bahkan beberapa cultivator alam dominasi juga akan takut gitu bertemu dengan murid-muridku!" ucap wanita cantik tersebut dengan nada tegas.


"Sebenarnya siapa kau?"

__ADS_1


"Apakah kau pernah mendengar Sekte Aolong?" ucap wanita itu sambil menunduk.


"Sekte aolong daratan Huang di?"


__ADS_2