MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 53


__ADS_3

"Atas dasar apa kau menyuruhku untuk mengaku kalah!" ucap Kapten Tang Yi.


Kapten Tang Yi yang semula terjatuh kini sudah kembali berdiri dan memulihkan kondisinya. Lalu Tang Yi menggunakan ilmu teknik tempur pukulan ke segala arah untuk menyerang Kapten Xie Wen secara membabi buta.


Satu pukulan puncaknya, Kapten Tang Yi melompat setinggi-tingginya lalu menyerang leher Kapten Xie Wen dari arah belakang dengan sekuat tenaga.


...KRAK ... BAM!...


Kapten Xie Wen jatuh dengan sangat keras di atas lantai turnamen hingga beberapa lantai keramiknya hancur bertebangan. Hampir semua penonton terperanjat akan aksi Kapten Tang Yi. Begitu pula dengan Kapten Xu yang ikut berkomentar.


"Me-menyerang balik!"


"Ba-bagaimana seorang Tang Yi tingkat enam bisa mengunakan teknik tempur, bukankah prajurit tingkat tujuh yang bisa menggunakan kemampuan ini?" ucap para penonton di dalam barisan.


"Tidak disangka dia bisa menahan pukulannya!" batin Qinli.


Kapten Tang Yi berjalan dengan sisa tenaga yang ia miliki lalu jatuh terduduk, "Akhirnya ... aku menang."


"Tetapi karena kali ini menembus level dan memaksa mengeluarkan teknik tempur, takutnya aku harus beristirahat dalam waktu lama untuk pulih."


"Sepertinya terlalu cepat bagimu untuk senang."


Ternyata Kapten Xie Wen bangkit dan bersiap untuk menyerang Kapten Tang Yi.


"Prajurit dengan level sepertimu, tidak akan bisa mengalahkanku!"


Kapten Xie Wen mulai bersiap dan menyerang Tang Yi dari arah belakang. "Sampai jumpa!"


"Gawat, tubuhku tidak bisa bergerak .... " batin Kapten Tang Yi.


Ia melihat dari atas, Kapten Xie Wen bersiap untuk menyerang balik dirinya. Sementara ketiga teamnya berlari untuk menyelamatkan Kapten mereka.


"Kapten ...." teriak mereka hampir bersamaan.


Saat Kapten Xie Wen masih melayang, Qinli bisa melihat dengan jelas kaki sebelah kanan milik Xie Wen mengalami patah tulang tepat dibawah lututnya.


Tetapi Kapten Xie Wen melihat ketiga teman Kapten Tang Yi siap menolong kaptennya, lalu Kapten Xie Wen berbalik badan dan bersiap untuk menyerang mereka bertiga.


"Cih ...."


"Beraninya menyerangku secara diam-diam, mau mati!"


Ketiga teman Karena Tang Yi terjatuh karena serangan Kapten Xie Wen. Salah seorang dari mereka jatuh menelungkup hingga panta*nya menghadap tepat ke wajah Kapten Xie Wen.


"Sepertinya dia lumayan juga," ucap Kapten Xie Wen dalam hati.


Tak disangka hidungnya mimisan setelah melihat kemolekan tubuh salah satu gadis team Kapten Tang Yi tersebut.


Sementara Qinli masih asyik minum bobanya sambil membaca situasi di atas panggung turnamen.

__ADS_1


"Meskipun berbeda satu dua tingkat dengan Xu Qiang dan yang lainnya, tetapi kekuatannya berbeda jauh bagaikan langit dan bumi, tidak heran Xu Qiang begitu khawatir."


Lalu tiba-tiba, Nona Zhou berdiri dan meminta ijin pada Qinli untuk maju dan bertanding dengan Xie Wen.


"Kapten!"


Qinli menoleh.


"Bagaimana kalau aku yang menjadi penantang selanjutnya?" ucap Nona Zhou.


"Kau ingin mewakili Shangjing untuk bertanding di babak ini?" tanya Qinli.


"Iya."


"Menantang Xie Wen dengan kemampuannya ini, takutnya, namun, jika dia bisa mengenai bagian itu, mungkin ada peluang untuk menang," batin Qinli.


Qinli tampak terdiam dan bengong, oleh karena itu Nona Zhou kembali mengulang pertanyaanya pada Qinli. "Kapten, bolehkah?"


Qinli menoleh, "Baiklah, tetapi kau harus hati-hati, sebagai upaya terakhir, kau harus ...."


"Kenapa! Tidak ada yang berani naik?" ucap Kapten Xie Wen sombong.


Sementara Qinli sedang membisikkan sesuatu pada Nona Zhou.


"Tidak disangka, kapten sudah melihat semuanya!" ucap Nona Zhou bersemangat.


Qinli tersenyum. Lalu Nona Zhou naik ke arena pertarungan.


Mendengar Nona Zhou berbicara, Xie Wen menoleh.


"Kak Xie harus sedikit mengalah padaku, ya."


"Aku akan turuti keinginan Adik Zhou, Kakak pasti akan mengalah padamu. Hanya saja aku tidak akan bertanggung jawab jika aku sampai melukai wajahmu yang cantik ini!"


"Masih belum tentu siapa yang melukai siapa! Sudah lupa dengan rasa sakit kemarin?" bisik Nona Zhou.


"Kau!" ucap Kapten Xie Wen merah padam.


"Karena Adik Zhou ingin bermain, maka kakak akan menemanimu bermain!" ucapnya sambil bersiap untuk menyerang.


Dari kursi penonton Kapten Xu berdoa, "Aku harap dia bisa bertahan lebih lama, agar tidak kalah dengan memalukan."


Lalu mereka mulai bertarung, setiap kali serangan dari Kapten Xie Wen berhasil Nona Zhou menghindar sampai akhirnya ia punya kesempatan untuk menendang bagian inti Kapten Xie Wen seperti kemarin.


Sayang, gerakan Nona Zhou kali ini bisa terbaca oleh Kapten Xie Wen. Hingga kaki Nona Zhou tidak bisa bergerak karena terjepit kedua kaki Xie Wen.


"Adik Zhou, aku tidak akan terperangkap dua kali lagi," ucapnya sambil tersenyum.


"Lepaskan aku," ucap Nona Zhou kesakitan.

__ADS_1


"Maaf! Tidak ada gunanya terus memberontak," ucap Kapten Xie Wen sambil bersiap untuk melakukan serangan selanjutnya.


Tiba-tiba Nona Zhou mengaku kalah.


"Tunggu! Aku mengaku kalah!"


"Begini saja sudah mengaku kalah? Aku masih belum cukup bermain!" ucap Kapten Xie Wen.


"Asalkan kakak membiarkanku pergi, kau bisa bermain sesuka hatimu," ucap Nona Zhou manja.


"Hehehe, benarkah? kau sendiri yang bilang ya!"


Di saat Kapten Xie Wen lengah, kaki Nona Zhou akhirnya bisa terlepas. Saat itu Kapten Xie Wen juga sedang memejamkan mata.


"Meskipun aku tidak berani menyinggung Ketua Wang, tetapi kau sendiri yang menyerahkan diri," batin Kapten Xie Wen.


"Jangan menyalahkanku!"


Tiba-tiba Nona Zhou menyerang bagian kaki Kapten Xie Wen yang patah dengan menendangnya.


BUGH ...


ARGHH ...


"Sakit ... sakit ... sakit ...." ucap Kapten Xie Wen kesakitan.


Sedangkan Nona Zhou malah menahan senyumnya. Sementara para penonton panik.


"Ada apa ini?" ucap mereka bersamaan.


Tiba-tiba Kapten Xie Wen bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


"Adik Zhou, kemampuan aktingku lumayan, 'kan?"


Nona Zhou menoleh, "Bukankah kaki kananmu terluka? Bagaimana bisa?"


"Sangat tidak terduga 'kan!"


"Itu karena aku telah menyelesaikan pengerasan tulang kaki, aku akan segera naik ke tingkat tujuh, itu lebih dari cukup untuk menahan seranganmu!"


"Aku tadi hanya bercanda denganmu!" ucap Kapten Xie Wen sambil menyerang Nona Zhou hingga terpelanting ke luar area pertandingan.


Hingga MC kembali mengumumkan kemenangan Kapten Xie Wen.


"Xie Wen dari Kota Tianhai berhasil mempertahankan posisi, tantangan dilanjutkan!"


Qinli menaruh minumannya lalu bersiap untuk naik, "Aku akan melawannya di babak ini."


Tetapi Kapten Xu menahannya, "Kapten, biarkan aku dulu."

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2