
...Mohon maaf jika update nya telat-telat ya all, karena kesehatan othor naik turun, jadi upnya agak pelan. Tapi tetap up setiap hari 2 kali kok. Terima kasih yang sudah setia mendukung karya ini....
.
.
Melihat Tetua Xia melamun, Qinli menjadi bingung, lalu ia pun bertanya pada Tetua Xia.
"Tetua Xia, kau kenapa?"
"Ti ... ti ... tidak apa-apa," ucapnya terbata.
Setelah mengetahui kalau Tetua Xia tidak apa-apa, Qinli berniat kembali ke arena pertandingan.
"Barusan aku mengobatimu dengan akupuntur dan racunnya sudah hilang, sekarang kau akan baik-baik saja."
"Istirahatlah dengan baik, aku akan pergi menantang Si Zhuge Yi itu!"
Meski masih malu-malu, Tetua Xia menatap Qinli.
"Ya! Tuan Qin harus hati-hati."
...⚜⚜⚜...
...ARENA PERTANDINGAN...
Suasana di pertandingan masih terlihat rusuh, banyak kasak-kusuk yang terdengar di sana.
"Pemuda yang bernama Qinli tadi pasti memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur."
"Ah? Kalau begitu, apakah kita sekarang masih sempat untuk tunduk pada Keluarga Zhuge?"
Sedangkan di tengah arena, Zhuge Yi tampak tersenyum lebar, karena Qinli yang tak kunjung datang.
"Bukankah waktu itu kalian sangat hebat? Kenapa sekarang tidak ada yang berani naik?"
"Kalian semua benar-benar pecundang!" gertak Zhuge Yi pada semua orang di arena pertandingan.
Tapi sesaat kemudian, Qinli muncul dari arah belakang.
"Hei! Kau sudah selesai bicara belum?" tanya Qinli setelah sampai di belakang Zhuge Yi.
Saat itu, Qinli sudah memegang Pedang Zhanlu miliknya. Mendengar Qinli sudah datang, Zhuge Yi menoleh ke arahnya.
Lalu Zhuge Yi segera mengarahkan tinjunya pada Qinli.
"Yang aku tunggu adalah kau!" teriaknya.
...BAM!...
__ADS_1
Qinli menghalau serangan Zhuge Yi dengan satu pukulan darinya. Kedua kekuatan yang hampir sama itu saling menunjukkan kehebatannya masing-masing. Hingga akhirnya Zhuge Yi terhempas ke belakang beberapa meter.
Bahkan jejak kakinya mampu menggores lantai yang dibuat dari beton itu dengan sangat dalam. Tentu hal itu menunjukkan betapa hebatnya kekuatan Qinli yang sebenarnya.
...SRETTT ... SRETTT ......
Zhuge Yi terkejut ketika mendapati bekas jejak kakinya itu.
"Dia sangat kuat! Ternyata bocah ini menyembunyikan kekuatannya!" batin Zhuge Yi.
Salah satu tangan Zhuge Yi seolah mengumpulkan sebuah lingkaran bola di salah satu tangannya.
"Kau kira dengan level awal mastermu bisa mengalahkanku!" teriaknya sambil mengarahkan serangannya pada Qinli.
"TINJU HARIMAU BAYANGAN" teriaknya.
Tapi sekali lagi, Zhuge Yi dikejutkan dengan sebuah kenyataan bahwa ilmu tenaga dalam Qinli jauh lebih besar dari perkiraannya.
...ROAARRR!...
Serangan dari Qinli jauh lebih besar dari harimau miliknya. Serangan berwujud harimau milik Qinli jauh lebih besar dari milik Zhuge Yi.
"Sial! Di ... dia punya sangat besar!"
Dan ....
Satu pukulan dari Qinli mampu membuat Zhuge Yi terpental beberapa meter. Sorak-soal riuh dari penonton semakin menambah semarak pertandingan itu.
"Bagus sekali!"
"Aih! Zhuge Yi masih belum mengeluarkan jurus mematikannya, tapi Qinli sepertinya sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya, tampaknya Qinli akan kalah!"
"Oh, benarkah?" ucap seorang lelaki berkacamata yang juga ikut menonton pertandingan itu.
Lelaki berkacamata itu berdiri tepat di belakang Tetua Xia. Ketika mendengar suara yang berbeda, Tetua Xia segera menoleh untuk melihat siapa yang baru saja mengomentari Qinli.
Saat Tetua Xia menoleh, ia melihat sebuah logo marga dari balik jas yang menutupi lelaki berkacamata itu.
"Tidak di sangka bisa bertemu dengan Keluarga Tersembunyi di sini. Kelihatannya masalah yang terjadi pada Tuan Qin baru-baru ini menarik perhatian mereka," batin Tetua Xia.
"Kelihatannya mereka datang kemari untuk melihat kekuatan yang dimiliki Qinli dan ingin mempertimbangkan apakah dia layak untuk ditarik menjadi anggota mereka."
Ketika masih bermonolog dalam hatinya, Tetua Xia dan yang lainnya terkejut karena hempasan kekuatan yang maha besar datang dari arena pertandingan sampai ke kursi penonton.
Terlihat dari kejauhan kalau wajah dan tubuh Zhuge Yi terluka dan lebam, hingga mematik amarah darinya.
"Kau berhasil membuatku murka! Qinli, kau sendiri yang mencari mati!" teriak Zhuge Yi.
Zhuge Yi mengeluarkan pedangnya lalu menyemburkan darah ke arah pedang itu. Bermula dari sana, lalu di arena pertandingan muncullah sebuah formasi iblis yang diciptakan oleh Zhuge Yi.
__ADS_1
Ia membuat sebuah kubah formasi iblis berwarna merah semerah darah yang melingkupi seluruh arena pertandingan. Tentu saja orang yang berada di sana mulai ketakutan.
"A ... apa ini!"
Sementara itu, lelaki berkacamata itu bergumam, "Ini ... energi iblis? Jangan-jangan dia punya hubungan dengan organisasi itu."
Qinli yang berada di arena pertandingan juga merasakan hal yang sama.
"Energi jahat ini sangat kuat!"
Dari kejauhan, Zhuge Yi semakin tertawa senang ketika melihat kebingungan di wajah Qinli.
"Hehehe ..."
Lalu setelahnya ia pun mengarahkan kekuatan pedangnya ke arah Qinli.
"KESENGSARAAN DARI BERBAGAI SETAN!"
Bukannya ketakutan, Qinli malah tersenyum karenanya. Qinli lalu berjongkok dan seolah membentuk sebuah formasi di lantai untuk menghadapi serangan dari Zhuge Yi tersebut.
"FORMASI MENGUMPULKAN DAN MEMBUNUH TUJUH ROH JAHAT" ucapnya.
Dari formasi yang dibuat oleh Qinli muncullah sebuah harimau besar dan mulai menelan satu persatu setan dan iblis dari formasi yang dibuat oleh Zhuge Yi. Hanya dalam sekejab mata, seluruh kekuatan jahat dari formasi yang dibuat oleh Zhuge Yi mampu dilumpuhkan oleh formasi dari Qinli.
Lalu Qinli tersenyum ke arahnya.
"Jurusmu ini cukup menakutkan, tapi sayangnya tidak berguna padaku!" ucap Qinli.
Zhuge Yi tampak kesal karena sedari tadi jurus-jurusnya berhasil dipatahkan oleh Qinli. Hingga ia pun memutuskan untuk mengunakan jurus terakhirnya.
"Kau adalah orang pertama, tapi juga orang terakhir yang dapat mendorongku sampai ke tahap ini!"
Zhuge Yi tampak menghunuskan pedang ke telapak tangannya hingga aliran darah berhasil keluar dari sana.
...JLEB!...
Dari luka menganga itu, ia menyerap seluruh kekuatan yang berada di arena pertandingan. Hingga beberapa saat kemudian, Zhuge Yi berubah menjadi seorang monster yang mengerikan.
...ROAAR...
"Sebelum kau mati, akan aku tunjukkan padamu kekuatanku yang sebenarnya!" teriaknya.
Zhuge Yi tampak tak mau memberikan kesempatan untuk Qinli menyerang. Saat ini ia menyerang Qinli secara membabi buta.
"CAKAR JIWA IBLIS!" teriaknya.
Untung Qinli mempunyai tameng Pedang Zhanlu.
"Dia berubah menjadi monster ini lagi, sebenarnya apa yang sudah mereka lakukan," batin Qinli.
__ADS_1