
Benar saja sesaat kemudian tetua itu jatuh terpelanting ke lantai hingga membentuk sebuah lubang di sana. Sementara itu pemimpin Keluarga Wei sangat bahagia karena bisa mengalahkan tetua tersebut.
"Kalian yang berasal dari sekte bumi kecil mampu membuatku mengeluarkan kartu As-ku, seharusnya kalian bangga."
Beberapa saat kemudian tanpa pemimpin Keluarga Wei ketahui Qinli sudah hadir di tengah-tengah mereka.
"Ini kartu As-mu? Masih belum cukup," ucap Qinli dengan cara mengejutkan.
"Tidak mungkin!" teriak Pemimpin Keluarga Wei dengan raut wajah terkejut.
Tentu saja hal tersebut membuat kemarahan di hati Pemimpin Keluarga Wei timbul.
"Tidak peduli kau menggunakan cara apa untuk pulih, kau tetap akan mati!" ucapnya penuh amarah.
HIAT
Sekali lagi Pemimpin Keluarga Wei menyerang Qinli dengan kekuatan yang sangat hebat tadi.
Tanpa Qinli duga sekali lagi Tetua itu melindungi Qinli.
"Tetua, cepat pergi biar aku yang menghalanginya!"
Tidak mau jika orang-orang yang terluka sekali lagi, saat ini Qinli memegang bahu Tetua.
"Niat baik ketua sudah aku terima dengan baik, sisanya serahkan padaku."
Dengan segera Qinli menggunakan kekuatan pagoda teratai emas miliknya. Terlihat jika Qinli memejamkan kedua matanya. Dari atas kepala sendi terlihat bayangan seorang yang duduk Dewi yang sedang duduk bersila sambil memejamkan mata ke arah Pemimpin Keluarga Wei.
Dari arah belakang, Tetua bisa melihat kehebatan kekuatan yang akan digunakan olehnya.
"Kekuatan ini ... membuat orang ... takut!" serunya sambil memundurkan langkahnya.
"Beraninya cuma menggertak saja!" teriak Pemimpin Keluarga Wei yang sudah terbakar amarah.
Setelah beberapa saat, kini Qinli mengarahkan tangannya ke atas, menggapai patung Dewi tersebut lalu melemparkannya ke arah Pemimpin Keluarga Wei.
WUNG
"Tidak mungkin! Tidak mungkin seorang prajurit pemecah langit bisa menggunakan jurus ini," ucapnya sambil menoleh ke arah Qinli.
Dalam sekejap saja Qinli mengarahkan tangannya ke arah Pemimpin Keluarga Wei.
"SEGEL PENGUASA TERATAI EMAS."
Dalam waktu sekejap saja patung tersebut menimpa tubuh Pemimpin Keluarga Wei.
DHUAR
__ADS_1
Bukan hanya tubuh Pemimpin Keluarga Wei yang jatuh ke dasar bumi, melainkan tanah di sekitarnya juga ikut jatuh ke dalam. Kekuatan yang sangat besar itu mampu membuat mata orang-orang yang memandang pertempuran tersebut terpukau akan kehebatan yang dimiliki oleh Qinli.
"Ju ... jurus apa ini ...." ucap Tetua dengan raut wajah terkejut.
Dua hari kemudian.
Ternyata pertempuran hebat itu membuat tubuh Qinli kehilangan banyak kekuatan hingga akhirnya tubuhnya dibalut oleh beberapa perban dan saat ini sedang dirawat di sebuah kamar di dalam Sekte Bumi.
Terlihat Qinli sedang berbaring di atas tempat tidur, sementara itu Ling'Er menunggunya di pinggir ambil mana lungkupkan wajahnya ke atas tempat tidur. Mungkin saja saat itu Ling'Er sangat kelelahan karena terlalu lama menunggu Qinli yang belum juga siuman.
Hingga beberapa saat kemudian Qinli sudah bisa membuka matanya. Qinli mencoba bangkit dari tempat tidur, tetapi ternyata luka di bagian dadanya cukup parah hingga ia merasa kesakitan ketika ia mencoba untuk duduk sendiri.
"Aduh!"
Ling'Er yang dengar suara Qinli segera membuka matanya dan menyapanya.
"Guru! Akhirnya kau sadar juga!" ucap Ling'Er.
Karena merasa terlalu bahagia Ling'Er langsung memeluk tubuh Qinli yang masih sakit tentu saja ia berteriak karena merasa pengap dengan pelukan yang diberikan oleh Ling'Er.
"Ling'Er lepaskan tanganmu!"
Dengan memasang wajah tidak bersalah Ling'Er justru tidak melepaskan pelukannya tersebut dan menatap ke arah Qinli dengan binar kebahagiaan.
"Huhu! Guru, Guru sudah tidur dua hari dua malam! Benar-benar membuatku khawatir!"
"A ... aku terlalu khawatir ... sampai ... ketiduran!"
KLAK
Mendengar ada suara keributan yang berasal dari dalam kamar sini membuat Ketua Mo Yao masuk ke dalam kamar tersebut.
"Qinli! kau sudah bangun!"
Melihat kedua anak buahnya datang, Qinli tersenyum ke arah mereka sambil melambaikan tangannya.
"Ya, setelah membuat kalian khawatir ...."
"Oh, ya Guru, aku menemukan ini di dalam bajumu!" ucap Ling'Er sambil mengeluarkan titipan pakaian dalam milik Bai Ruyun si rubah binatang peliharaan Qinli.
"Apa kau membeli ini untukku?" tanya Ling'Er sambil memperlihatkan barang tersebut ke hadapan Qinli.
Tentu saja sini langsung menjitak kening Ling'Er.
"Tidak!"
Bukannya sadar tetapi Ling'Er justru menafsirkan hal tersebut untuk hal lain.
__ADS_1
"Oh, ternyata kau ingin memberikan hal ini kepada wanit lain, ya?"
Mendengar ucapan dari Ling'Er, Qinli semakin marah karena ia justru mengarang ceritanya sendiri tanpa bertanya lebih dahulu kepada Qinli tentang kebenaran barang yang dibawanya tersebut.
"Ketika aku berada di alam rahasia, aku banyak mendapatkan masalah kena bubuk penangkap jiwa, Ling'Er!"
Mengetahui jika Qinli mengungkit masalah tersebut membuat Ling'Er ketakutan.
"Anu ... aku ada urusan jadi aku harus pergi dulu."
Dalam sekejap mata, Ling'Er langsung berlari untuk menyelamatkan diri.
"Istirahatlah dengan baik, Guru!" ucapnya sambil berlari dengan sangat kencang melewati Tetua Ketujuh dan juga Nona Mo Yao.
Qinli menepuk keningnya karena tingkah keterlaluan yang dilakukan oleh Ling'Er.
"Gadis itu benar-benar, ya!"
Nona Mo Yao segera mendekati Qinli dan memuji kehebatannya.
"Qinli, kau diam-diam sangat hebat, ya!"
"Aku tidak menyangka jika kau bisa menghabisinya dalam satu kali serangan, bahkan seorang prajurit puncak hidup dan mati seperti Tetua yang juga tidak sanggup menghadapinya."
Sesaat kemudian Qinli teringat akan ucapan rubah kecil miliknya.
"Siluman kecil mengingatkanku, jurus ini seharusnya tidak menguras terlalu banyak tenaga, tetapi kenapa ...."
"Jangan-jangan, kekuatannya menahan jurus aneh pria tadi?"
Yu'Er menuangkan sebuah teh ke dalam cangkir dan diberikan kepada Qinli.
"Kau mendapat banyak di Alam Rahasia, 'kan? Ceritakanlah kepada kami!"
"Baik!" ucap Qinli tersenyum sambil menerima air yang diberikan oleh Yu'Er.
Beberapa saat kemudian setelah Qinli selesai bercerita. Kini Yu'Er dan Nona Mo Yao bisa menarik sebuah kesimpulan.
"Ternyata seperti itu ... aku tidak menyangka jika kekuatanmu sudah mencapai Alam Reinkarnasi."
"Dan boss di Alam Rahasia ternyata adalah murid si putih."
"Benar, sungguh di luar dugaanku!"
"Namun, kenapa kekuatanku bisa meningkat tajam dalam waktu singkat ...."
"Jangan-jangan ... kekuatan energi spiritual hijau itu bukan memusnahkan energi spiritual hitam, tetapi menyerapnya?"
__ADS_1