
Terlihat sesekali jika ketiga prajurit yang tadinya mengepung Anggota Keluarga Qiao terkejut ketakutan. Apalagi saat ini Qinli terbang di atas mereka. Cahaya keemasan juga terlihat mengelilingi tubuh Qinli.
Setelah berhasil mengejutkan mereka semua, Qinli turun dan berada di tengah-tengah mereka dengan membawa Pedang Zhanlu.
"Banyak sekali orang di sini, aku juga ingin ikut meramaikan suasana," ucap Qinli.
Seorang pelayan mendekati Tuan Mudanya dan mengatakan identitas Qinli yang sebenarnya.
"Tuan, bocah ini yang datang dari daratan sampah itu!" ucap sang pelayan.
"Tidak aku sangka bisa seberuntung ini, kelihatannya aku akan mendapatkan penghargaan besar," ucap lelaki dengan wajah ada bekas luka tersebut.
Ternyata lelaki tersebut adalah pengawal tetua dari Keluarga Gu. Tanpa menunggu waktu yang lama, pengawal tetua tersebut segera menyuruh pasukannya untuk membunuh Qinli.
"Bunuh dia!" titah pengawal tetua.
Secepat kilat mereka semua segera mendekati Qinli untuk menyerangnya.
"Ayo hajar dia!" gertak semuanya.
Hampir semua tenaga dalam mereka berwarna biru dan berwujud harimau, elang, singa dll. Akan tetapi hal itu tidak bisa menandingi tenaga dalam milik Qinli yang berwujud naga emas.
"Kalian semua begitu bersemangat, ya. Kalau begitu aku akan menemani kalian bermain."
Qinli terlihat menyeringai lalu sesaat kemudian ia mengunakan tenaga dalamnya untuk menyerang mereka semua.
...GROAR!...
Tidak perlu menunggu waktu lama, semuanya dapat dikalahkan oleh Qinli. Hal itu sampai membuat pengawal tetua ketakutan. Namun, saat Qinli menghampirinya ia mencoba terlihat tegar.
"Hmmph! Hebat juga kau! Tapi ...."
Tiba-tiba saja pengawal tetua itu menyerang Qinli dengan jurusnya.
TINJU IBLIS ILUSI ....
Sosok naga emas milik Qinli harus berhadapan dengan sosok iblis yang berwarna keunguan. Namun, diluar dugaan, kepala iblis berwarna ungu tersebut bukanlah tandingan naga emas milik Qinli. Hanya dengan melihat sosok naga emas yang begitu besar, nyali pemimpin tersebut hilang sudah, bahkan ia melarikan diri dengan segera meninggalkan tinju iblis miliknya.
"Hehehe ...."
...SWOOSH...
Dari arah belakang, para kesatria dari Keluarga Qiao mendekati Qinli untuk memastikan keadaannya.
"Tuan Qin ... kau baik-baik saja, kan?"
Matanya terbelalak ketika ia menyadari jika pengawal Keluarga Gu melarikan diri sebelum bertanding dengan Qinli.
"Eh, pengawal Keluarga Gu benar-benar melarikan diri ...." ucapnya dengan mulut menganga.
Qinli menoleh lalu tersenyum kepada kedua kesatria Keluarga Qiao tersebut.
"Aku baik-baik saja. Kalian berdua terluka parah, minumlah pil ini."
Qinli kemudian melemparkan dua buah pil kepada mereka.
"Terima kasih, tuan Qin ...."
"Bagaimana cara kalian menghubungi Keluarga Qiao? Atau apa ada tempat berkumpul dan semacamnya?" tanya Qinli penasaran.
Salah satu kesatria tersebut menyerahkan sebuah benda pada Qinli.
"Nih, ini adalah plakat Keluarga Qiao. Dengan menggunakan ini, kau bisa mendeteksi keberadaan rekan lainnya di dekatmu."
__ADS_1
"Selain itu, di dekat pusat alam rahasia ada sebuah bangunan relix besar tempat berkumpulnya keluarga kami."
Setelah menangkap plakat tersebut, Qinli permisi pergi.
"Kalau begitu, aku pergi duluan."
Mata prajurit tersebut terbelalak ketika menyadari pil yang diberikan oleh Qinli itu adalah pil level empat.
"Ini pil level empat!"
Qinli yang mendengar ucapan salah satu prajurit tersebut menoleh.
"Kenapa?"
"Tidak apa-apa, terima kasih banyak, Tuan Qin," ucapnya sambil menunduk hormat.
Sesaat kemudian, Qinli melesat pergi ke atas. Di sisi lain hutan, Nona Ling'Er resah karena penyelamatnya belum kembali.
"Kenapa penyelamatku masih belum kembali?" ucap Nona Ling'Er.
Tiba-tiba saja dari langit, Qinli mendarat tepat di hadapan Nona Ling'Er dengan kecepatan penuh, hingga membuatnya ketakutan.
...SWOOSH...
Nona Ling'Er jatuh terduduk sambil memejamkan mata karena ketakutan. Sambil mulutnya menjerit, "Setan!"
"Sst, ini aku!" ucap Qinli sambil tersenyum.
"Huft, akhirnya kau kembali juga!"
"Sepertinya kau tidak bisa ikut denganku! Ada urusan penting yang harus aku kerjakan!"
"Plakat ini adalah milik Keluarga Qiao!" ucap Qinli sambil melemparkan benda itu pada Nona Ling'Er.
"Kalau ada bahaya, kau bisa menggunakan ini!"
Di sisi lain hutan, pengawal Keluarga Gu masih berlari dengan sangat cepat.
"Fiuh, untung saja lariku cepat. Aku tidak menyangka ada petarung hebat sepertinya dari daratan sampah!"
..."PUFT ... HOSH ... HOSH ...."...
Namun dugaannya salah, tiba-tiba di hadapannya terjadi sebuah ledakan hebat.
...BOOM!...
"Mau kemana buru-buru, begitu?"
Tentu saja wajahnya menjadi pucat pasi karena kedatangan Qinli yang tiba-tiba.
Di tengah hutan, lebih tepatnya tempat berkumpulnya Keluarga Qiao. Kelompok Keluarga Gu sedang berhadapan dengan pemimpin Keluarga Qiao.
"Gu Xing, dasar penjahat licik!"
"Tuan Qiao, menyerahlah dan aku akan mempertimbangkan untuk mengampunimu," ucap Tuan Muda Gu.
"Ketika Qiao Fei menjadi wanitaku, maka kita akan menjadi famili!"
"Brengsek!" teriak Kakak Qiao Fei.
"Kau harus mati!"
Kakak Qiao Fei melesat maju untuk menyerang Tuan Muda Gu. Namun, serangannya dihalau oleh Tetua Kedelapan Keluarga Gu."
__ADS_1
...SYUH...
Tuan Muda Gu tertawa terbahak-bahak.
"Ckck, Sudah aku berikan kesempatan tapi kau masih tidak mau menggunakannya."
...BOOM...
Tuan Muda Gu menoleh, karena ledakan barusan. "Pengawal tertua, kau ...."
"A ... awas ...." ucap pengawal tertua tersebut.
Wajah dan tubuhnya sudah babak belur saat ini. Hal itu membuat wajah Tuan Muda Gu pucat pasi.
"Awas? Awas apanya?" ucapnya ketakutan.
Sesaat kemudian, Pedang Zhanlu milik Qinli melesat dengan kecepatan penuh menghujam wajah pengawal tertua hingga menembus tulang tengkoraknya. Kejadian itu begitu cepat dan terjadi di depan mata kepala Tuan Muda Gu.
Tuan Muda Gu berteriak histeris.
"Pe ... pengawal tertua ...."
"Siapa yang melukaimu sampai seperti ini?"
Di atas sana, Qinli masih berdiri di langit. Tuan Muda Gu mendongakkan wajahnya ke atas.
"Apa yang kau lakukan tidak akan membuatku takut!"
Tuan Muda Gu segera menyerang Qinli ke arah udara sehingga terjadi sebuah ledakan besar.
...BOOM...
Namun, Qinli menghilang, hingga membuat Tuan Muda Gu marah besar.
"Tunjukkan dirimu!"
Sesaat kemudian terdengar suara Qinli yang berbicara dengan lantang.
"Tuan Gu, sepertinya kau melewati hari-harimu dengan sangat nyaman ya? Sampai menembak saja tidak akurat."
Saat ini Qinli sudah berdiri di samping Kakak Qiao Fei dengan membawa Pedang Zhanlu miliknya.
"Dasar kutu dari daratan sampah! Beraninya mengacaukan rencanaku lagi dan lagi! Hari ini kau akan mati!"
"Kedua Tetua!" teriaknya kemudian.
Kekuatan gabungan dari ketiga orang dari Keluarga Gu tersebut membentuk sebuah naga ungu dengan kepala iblis. Hampir mirip dengan tinju Iblis milik pengawal Keluarga Gu yang baru saja mati.
Kakak Qiao Fei yang melihat hal itu segera memperingatkan Qinli.
"Qinli, kedua tetua bangka yang berdiri di samping Gu Xing adalah Tetua Ketujuh dan Tetua Kedelapan, tidak boleh meremehkan mereka!"
"Iya, aku tahu!"
Qinli menoleh ke arah pil yang berada di dalam genggamannya.
"Apakah mereka hanya Tetua Ketujuh dan Tetua Kedelapan? Kekuatanku masih belum pulih, tidak gampang melawan mereka. Kalau aku tidak bisa bertahan, aku harus minum pil obat ini."
"Semuanya maju! Jangan sisakan satu pun!"
"Baik!"
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG