
Bukannya membantu para yang dijebak oleh Nona Ling'Er, Tetua Liu justru membuat para prajurit itu semakin tersiksa.
"Ada apa ini?" ucapnya sambil mengigit bibirnya sendiri.
"Tetua Liu, ka-kau ...."
Memang Tetua Liu adalah atasan mereka. Akan tetapi rencananya jauh lebih daripada yang mereka akan hancurkan saat ini, sehingga ia pun bersikap acuh terhadap mereka semua.
"Dasar sekumpulan idiot! Hampir saja merusak rencana baikku! Dia adalah gadis yang diinginkan Tuan~"
"Aku datang untuk menjemput Nona pulang," seru Tetua Liu dengan tersenyum.
Sayangnya Nona Ling'Er tampak masih ingin bermain dan tidak mau pulang.
"Terima kasih! Tapi sekarang aku masih belum mau pulang!"
Kebandelan Nona Ling'Er membuat Tetua Liu marah, hingga ia pun mengeluarkan jurus miliknya.
"Kelihatannya Nona Lin masih keras kepala, ya? Sudah tahu aku berada di Alam Hidup dan Mati, tapi masih berusaha ingin kabur!"
Sebuah keajaiban terjadi ketika Tetua Liu hendak melakukan serangannya. Rupanya air di tempat Nona Ling'Er berendam menjadi beriak karena ada sesuatu makhluk yang akan muncul dari dalam air danau. Benar saja sesaat kemudian rupanya seekor naga berisik emas muncul ke permukaan.
"Siapa, itu?" ucap Tetua Liu ketakutan.
__ADS_1
Naga tersebut lalu melayang di angkasa dan hendak menegur sikap kurang ajar yang diberikan oleh Tetua Liu. Naga bersisik emas itu tidak suka jika suatu saat ada yang onar di dalam wilayahnya.
"Aku adalah Tetua Sekte Misterius, di sini adalah wilayahku. Silakan Anda segera pergi dari sini atau tidak aku akan membuat perhitungan denganmu!" gertak sang naga emas.
Saat melihat naga bersisik emas tersebut, Tetua Liu sudah bisa membaca jika naga tersebut bukanlah seorang penguasa tetapi GAGAL berperan sebagai seekor binatang tunggangan.
"Naga raksasa tingkat tinggi Alam Hidup dan Mati? Dan kelihatannya dia adalah hewan tunggangan ...."
Sesaat kemudian terdengar suara dari arah belakang.
"Tetua Liu sangatlah tidak bijak, ya? Sudah bertemu dengan naga emas yang berada di
tingkat tinggi level Alam Hidup dan Mati, tapi masih saja berlagak kuat!"
"Ini ... suara guru...." ujar Nona Ling'Er sambil mendongak ke atas.
"Gold, ku serahkan padamu," titah Qinli pada naga miliknya.
"Baik, Tuan!"
Seketika naga bersisik emas itu membuka mulutnya lebar-lebar.
GROAR!
__ADS_1
"Kau cuma seekor binatang, jangan pikir aku takut padamu!"
Seketika naga tersebut langsung menyerang ke arah Tetua Liu. Sementara itu Qinli dan Nona Ling'Er saling berbincang satu dengan yang lain.
"Guru, aku tidak bermaksud untuk menyembunyikannya ...."
Qinli langsung memotong ucapan dari Ling'Er.
"Tidak apa-apa, aku tahu kamu punya kesulitan."
"Tapi kenapa kau bisa muncul di sini Ling'Er?" tanya Qinli dengan tatapan yang serius.
Seketika Nona Ling'Er ketakutan sampai bergidik ngeri, ucapannya pun tergagap karena ketakutannya.
"Aku ...."
Tiba-tiba saja Tetua Liu menoleh ke arah belakang dan melihat jika Qinli sedang lengah dan akhirnya ia pun akan menggunakan kesempatan itu untuk menyerang mereka.
"Dia sedang lengah, ini kesempatanku," gumam Tetua Liu.
Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, kini Tetua Liu segera menyerang Qinli.
"Pergilah ke neraka!"
__ADS_1
Beruntung Qinli menyadari hal itu dan menoleh ke arah Tetua Liu.
"Cari mati!" gumam Qinli.