MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 195


__ADS_3

Seorang lelaki dengan beberapa orang di belakangnya mendekati Nona Han.


"Sebagai salah satu dari tujuh keluarga besar, kita tidak membutuhkan bantuan orang luar."


Lelaki gendut di belakangnya juga ikut berkomentar.


"Benar, selain itu, kita juga punya Tuan Muda Han Feng yang akan ikut masuk ke Alam Rahasia. Kali ini, kita pasti akan mendapatkan Tungku Bintang Tujuh itu!" ucap lelaki gendut dengan tersenyum.


Nona Han memandang kakeknya lalu menegaskan sesuatu.


"Jadi, kalian melakukan ini demi Keluarga Han, kalau begitu aku tidak keberatan.Silakan lanjutkan ...."


"Aku tidak menyalahkan mereka karena tidak tahu apa-apa. Kalau aku tidak melihat dengan mata kepalaku sendiri, aku juga tidak akan percaya akan ada orang jenius sepertinya."


Nona Han tersenyum ketika mengingat Qinli.


"Sudah sebulan berlalu, tidak tahu apakah Qinli sudah mencapai puncak Alam Langit atau belum ...."


Di tempat lain, Qinli masih melanjutkan perjalanannya menuju Kediaman Nona Han.


"Wush!"


Saat Qinli melesat, rupanya ada hewan spiritual raksasa yang mengikutinya. Seekor elang raksasa rupanya sedari tadi ingin menyerang Qinli.


Qinli yang sudah waspada sedari tadi hendak menyerangnya kembali tetapi sayang rupanya ada prajurit lain yang sedang memburunya.


..."SYUH!"...


..."JLEB!"...


"Kelihatannya aku tidak perlu turun tangan!" gumam Qinli.


Tidak berselang lama, elang raksasa itu jatuh menukik. Setelahnya ada seorang prajurit laki-laki yang datang mendekatinya.


"Aku sedang berburu di dekat sini, aku tidak menyangka akan mengejar binatang ini sampai sejauh ini. Maaf kalau aku sudah menyinggungmu."


Qinli tersenyum. "Tidak apa-apa, untung saja kau turun tangan. Kalau tidak, gaya rambutku akan berantakan."


"Hahaha, Anda sungguh humoris!" ucap lelaki di depan Qinli.


Namun, sesaat kemudian lelaki itu merasa ada keanehan di wajah Qinli yang berwarna hijau.


"Wajah Anda ...."


"Ugh ... ini hanya efek samping dari bubuk penangkap jiwa."


"Pantas saja ...."


Setelah mendapatkan jawaban dari Qinli ia pun memperkenalkan dirinya pada Qinli.


"Namaku Han Feng, aku lihat arah yang Anda tuju adalah Kota Xunlong? Kebetulan aku juga akan kembali ke Kota Xunlong, bagaimana kalau Anda ikut bersamaku? Anggap aku menebus kesalahanku ...."


"Kalau Tuan tidak merasa terganggu, aku akan menerima tawaran Tuan ...."

__ADS_1


"Tidak disangka bisa bertemu dengan anggota Keluarga Han, jadi aku tidak perlu repot-repot lagi."


Akhirnya Qinli bersama Han Feng menuju Kota Xunlong secara bersamaan. Tidak begitu lama, mereka sudah sampai di tempat itu.


Hamparan bangunan besar seperti istana tampak melayang di angkasa. Di sekelilingnya terdapat pagar pembatas yang mengelilingi bangunan tersebut.


"Kita sudah sampai, di sinilah Kota Xunlong!"


"Tidak heran di sini adalah Kota besar yang ditempati tujuh Keluarga Besar, sangat makmur."


Terlihat di hadapan Qinli banyak para warga yang hilir mudik dan keluar masuk. Melakukan aktivitas seperti biasanya. Namun, sepertinya Han Feng tidak bisa menemaninya lebih lama lagi.


"Aku masih ada urusan jadi tidak bisa menemani dan membawamu keliling. Silakan datang ke rumah Han kalau ada waktu, sampai jumpa!"


"Tunggu ...." teriak Qinli.


Belum sempat Qinli menyelesaikan kalimatnya, Han Feng sudah lebih dulu pergi meninggalkan dirinya sendiri.


"Kita berdua searah, aku juga mau pergi ke Rumah Han ...."


Ternyata Qinli ditinggal di sebuah area pasar. Terdengar beberapa teriakan penjual tanaman herbal di sana.


"Tanaman beku level lima! Anda dapat membelinya dengan membayar lima buah pil level empat! Satu buah Peta Alam Rahasia harganya satu pil level empat!" teriak salah satu penjual obat herbal.


Penjual yang lain juga berlomba untuk menawarkan barang jualannya.


"Kotak pil misterius! Kotak pil misterius! Harga satu buah pil spiritual level lima, kemungkinan bisa mendapatkan pil level tujuh!" teriaknya.


Qinli menoleh karena merasa tertarik dengan barang dagangan mereka.


Qinli mendekati salah satu penjual obat herbal tadi. Ia pun menjadi salah sangka dengan kedatangan Qinli, dengan memasang senyuman termanis ia menyambut Qinli.


"Tuan mau beli ap?"


"Numpang tanya, bagaimana caranya ke rumah Han?" tanya Qinli.


Seketika pandangan buruk penjual itu diberikan pada Qinli.


"Oh, kau adalah 'kenalan' yang datang untuk menemui Keluarga Han, bukan?"


"Ada di atas sana!" ucap penjual itu sambil menunjuk ke langit.


Qinli mengarahkan pandangannya ke atas.


"Terima kasih!"


Setelah mendapatkan petunjuk, Qinli bergegas pergi. Saat ia hendak terbang, penjual itu terkejut lalu menegurnya.


"Berhenti! Apa yang mau kau lakukan?"


"Pergi ke Rumah Han, kenapa?"


Penjual itu segera mengatakan alasannya. Terlebih ketika melihat Qinli adalah orang yang baru di sana.

__ADS_1


"Di kota Xunlong, tidak boleh terbang sesuka hati tanpa izin dari Keluarga Han, kau cari mati, ya?"


Seketika Qinli baru paham. "Lalu, bagaimana aku bisa ke Rumah Han?"


"Pendatang baru ... harus pergi ke bagian bawah kota, di sana ada tempat penerima tamu, kalau sudah mendapat izin dari Keluarga Han baru boleh terbang ke atas ...."


"Ternyata begitu ...."


"Cepat pergi, jangan mengganggu bisnisku!"


"Si monster berwajah hijau itu sudah mendapatkan informasi tapi tidak memberikan apa-apa ...." keluh sang penjual.


Namun, tidak ia sangka ternyata saat ia mengemasi barang dagangannya ada sebongkah emas batangan di hadapannya.


"Eh ...."


Di sisi lain, ternyata Qinli sudah sampai di tempat pendaftaran izin terbang. Ia menemui salah satu penjaga untuk melapor.


"Tuliskan alasan kunjunganmu dan orang yang ingin kamu temui. Setelah diverifikasi dan disetujui oleh kami, baru kami akan memberikan plakat untukmu," ucap lelaki itu.


"Prosesnya sama seperti di bumi," gumam Qinli.


"Dengan plakat ini kau bisa terbang ke sana ...." ucap lelaki penjaga itu, tetapi setelahnya ia terkejut saat melihat hasil tulisan Qinli tentang kedatangannya.


"Tunggu!" teriak penjaga itu.


Ia bahkan sampai berdiri karena melihat tulisan Qinli.


"Kau datang mencari Nona Han?"


"Benar, apa ada masalah?"


Lelaki itu tersenyum menyeringai.


"Kalau kau adalah kenalan Nona Han, kau tidak mungkin mengantri di sini!" gertaknya.


"Aku lihat kau ingin mencoba masuk ke Rumah Han dengan maksud jahat!"


Namun, Qinli dengan wajah tenang mencoba menjelaskan secara baik-baik.


"Aku adalah teman Nona Han, kau boleh memberi tahu Nona Han."


Masih dengan nada sombong dan meremehkan lelaki itu terus menghina Qinli.


"Jika kau adalah teman Nona Han, maka aku adalah Kepala Keluarga Han."


Seketika ada beberapa orang prajurit datang ke tempat itu.


"Ada apa ini? Berisik sekali!"


Seketika kesombongan lelaki itu luntur dan memberi hormat kepada prajurit yang datang itu.


"Ada seseorang yang mengaku dirinya teman Nona Han, aku rasa dia adalah mata-mata yang mencoba menyelinap masuk ke Rumah Han."

__ADS_1


Prajurit lelaki berbadan tambun itu tersenyum dan mendekati Qinli.


"Apakah Anda Qinli yang dibicarakan Nona Han?"


__ADS_2