MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 258


__ADS_3

"Jadi kau benar-benar reinkarnasi dari senior itu ...." ucap Tetua Dewa Yin tepat di hadapan Qingyin.


"Siapa kau? Bagaimana kau bisa tahu asal usulku?" ucap Qingyin penasaran.


'Reinkarnasi?' batin Qinli yang berada di belakangnya.


Melihat hal itu Qinli semakin menerka-nerka. 'Siapa yang sebenarnya ada di dalam tubuh Qingyin? Banyak sekali orang yang menginginkan dia?'


Lelaki jangkung dengan bertelanjang dada itu tersenyum menyeringai sambil berjalan ke arah Qinli. Auranya sangat tajam dan membuat siapapun akan takut, tetapi tidak dengan Qingyin dan Qinli.


"Aku sudah mencarimu bertahun-tahun!"


Sang Dewi yang bersemayam di dalam tubuh Qingyin segera memperlihatkan wujudnya di hadapan Tetua Dewa Yin tersebut. "Hng! Serangga kecil alam setengah abadi juga berani menantangku!"


"Ha ha ha ...." Terdengar tawa renyah dari seorang lelaki yang sedari tadi ingin menguji kekuatan Sang Dewi.


"Masih menganggap dirimu paling terhormat? Sekarang kau cuma prajurit alam dominasi!" gertak lelaki itu.


Sama halnya dengan lelaki itu, Qingyin pun tersenyum menyeringai ke arahnya. "Meski kau bisa menggunakan kekuatan alam setengah abadi, kau tidak akan bisa melukaiku karena aku adalah alam setengah abadi yang sesungguhnya!"


"Kita coba saja!" ucap Qingyin penuh percaya diri.

__ADS_1


Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Qingyin segera melakukan serangannya tepat mengenai salah satu mata Tetua Dewa Yin. 'Gila! Tanpa menggunakan kekuatan ruang, kecepatannya bisa secepat itu!'


'Tapi ....'


"Level serangan ini masih belum cukup!" teriaknya. Sesaat kemudian dia menggigit serangan yang dilakukan oleh Qingyin. Menghancurkan formasi yang telah dibuat olehnya.


Tentu saja hal itu membuat Qingyin tertegun. Setelahnya lelaki itu kembali menyerang Qingyin.


"Kenapa ...."


Pukulannya tepat mengenai perut Qingyin. Beruntung tamengnya berhasil melindunginya. Lelaki itu berhasil menertawakannya. "Kau cuma bisa mengelak?"


Qingyin masih terdiam di tempatnya sambil membatin. 'Tubuh setengah abadi orang ini sudah mendekati sempurna, takutnya sudah mencapai ambang kenaikan. Kalau dibandingkan kekuatanku sekarang ... takutnya ....'


Dari kejauhan, lelaki itu sudah mengeluarkan jurusnya menggunakan tangan kirinya. Mengeluarkan sebuah lubang hitam keunguan, yang siap diluncurkan ke arah Qingyin.


Namun, lelaki itu juga bergumam, 'Segel kaisar teratai hijau, ya ....'


Belum sempat Qingyin menyelesaikan serangannya, lelaki itu sudah lebih dulu mengeluarkan jurus segel iblis miliknya.


"Segel kaisar teratai hijaumu ini menyatu terlalu lambat!"

__ADS_1


"SEGEL IBLIS TERATAI GELAP!" seru Tetua Dewa Yin.


Qingyin yang terkejut menatap sebuah pagoda berwarna ungu di atas kepalanya seraya bergumam, 'Dia menduplikat jurusku!'


Belum sempat Qingyin menghindar, rupanya ia benar-benar tidak bisa lepas dari serangan lelaki itu. Bahkan terdengar suara ledakan yang cukup keras di sana.


"Bagaimana rasanya diserang dengan jurusmu sendiri?"


"Kau harus mengalaminya baru tahu!"


"SERANGAN PEMBAKARAN MATAHARI GELAP!" seru Qinli yang datang tiba-tiba ketika menyadari istrinya diserang oleh lelaki itu.


Dengan kedua mata tetap terpejam, lelaki itu kini mencoba mengingatkan Qinli tentang sesuatu hal. "Idolaku, kau lupa ya ... Aku juga punya api melahap!"


Qinli tentu tidak menyangka jika api melahap juga bisa di duplikat. 'Bahkan api melahap juga bisa di duplikat?'


Beberapa saat kemudian terbesar sebuah ledakan yang maha dahsyat. Hal itu ternyata dilakukan oleh Qingyin. Ia ternyata masih dalam keadaan baik-baik saja.


'Kekuatan spiritual yang tersisa hanya cukup bagiku untuk mengeluarkan jurus ketujuh ... Takutnya setelah itu aku akan tenggelam dalam tidur!' batin Qingyin waspada.


Lelaki itu menyadari jika Qingyin masih hidup dan hendak menyerang dari belakang. Maka dari itu lelaki itu segera memperingatkan dirinya.

__ADS_1


"Sebaiknya kau menyerah saja! Agar tidak melukai jiwamu!"


__ADS_2