MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 108


__ADS_3

"Kau lihat ini baik-baik!" teriak Qingyin palsu sambil mengambil pisau dari sakunya.


Sesaat kemudian ia pun mengarahkan pisau itu ke pergelangan tangan kirinya, tapi belum sempat pisau itu menggores tangannya, Qingyin yang asli sudah lebih dulu mencegahnya.


PLAK! Qingyin memegang tangan kanan Nona Zhou dan tangan kanannya menampar pipi Nona Zhou setelahnya.


Nona Zhou memang sudah gila, karena terobsesi ingin mendapatkan Qinli, ia sampai melalukann operasi plastik agar mirip seperti Qingyin.


"Orang sepertimu yang tidak bisa mencintai diri sendiri sama sekali tidak mengerti apa itu cinta!" gertak Qingyin pada Nona Zhou.


Qingyin mulai menjelaskan apa itu cinta pada Nona Zhou.


"Kau hanya ingin memuaskan rasa posesifmu saja! Orang yang mencintainya dengan tulus tidak akan membuat masalah untuknya, melainkan bersedia memberinya keluarga yang hangat!"


Nona Zhou tampak murung dan terdiam, ia sepertinya kalah telak saat ini.


"Pergilah! Aku tidak perlu tau siapa kau? Aku juga tidak ingin tau siapa kau!"


Nona Zhou tampak kecewa, entah sejak kapan air matanya sudah menganak sungai di kedua kelopak matanya.


"Ka-kau!" ucapnya dengan geram sambil memandang Qinli dan Qingyin.


Nona Zhou berbalik dan tak lupa menghujat pasangan suami istri itu.


"Aku benci kalian!" ucapnya sambil berlari keluar meninggalkan rumah Qinli.

__ADS_1


Setelah Nona Zhou pergi, Qinli memegang bahu istrinya Qingyin.


"Qingyin, yang kau katakan barusan?" tanya Qinli menatap dalam ke arah istrinya.


"Ya, itu adalah perasaanku yang sebenarnya," ucap Qinli.


Sesaat kemudian Qingyin teringat jika suaminya belum makan, lalu ia pun berinisiatif untuk membuatkan makanan untuknya.


"Ah! Kau baru saja pulang dan belum makan, 'kan? Cepat bantu aku masak," ucap Qingyin sambil tersenyum ke arah Qinli.


"Oke."


Sambil menunggu Qingyin memasak, Qinli melatih kekuatannya sambil menunggu memulihkan energi tenaga dalamnya. Tapi ponselnya tiba-tiba berbunyi.


Di layar ponsel terlihat nama Xia Yufei memanggil, Qinli segera mengangkat ponselnya.


"Tuan Qin, tolong selamatkan Tetua!"


"Kami berada di Hotel Shangjing."


"Katakan pelan-pelan, jangan panik, aku segera ke sana!"


"Apa!"


Qinli yang panik segera meraih jaketnya dan bergegas menuju hotel untuk menyelamatkan nyawa Tetua Xia.

__ADS_1


.


.


...⚜⚜⚜...


...HOTEL SHANGJING...


Setelah sampai di hotel, Qinli langsung menuju kamar Tetua Xia. Di dalam sana ada Tetua Xia yang sudah berbaring lemah di atas kasur hotel.


Saat ini wajah Tetua Xia yang sudah pucat dengan kedua mata yang telah membiru, Tetua Xia meminta maaf karena telah merepotkan Qinli kembali.


"Tuan Qin, kau sudah datang ... aku minta maaf, aku tidak mau menukarkan nyawaku. Tapi aku sangat senang bisa bertemu denganmu sebelum aku meninggal," ucap Tetua Xia dengan sangat lemah.


"Baru sehari tidak bertemu, kenapa bisa menjadi seperti ini?" tanya Qinli khawatir.


Tiba-tiba Paman Chang, asisten Tetua Xia berlutut dan menangis di depan Qinli.


"Tuan Qin, aku yang mengambil keputusan sendiri dan membawa Tetua datang ke Shangjing."


"Sebenarnya, kondisi kesehatan Tetua lebih buruk dari yang Anda pikirkan! Nyawaku ini tidak berharga, tapi Sekte Xuan tidak bisa tidak ada Tetua."


Paman Chang benar-benar memohon pada Qinli dari hatinya yang terdalam.


"Tapi kontrak energi spiritual butuh kedua belah pihak untuk setuju, jika tidak, tidak akan berhasil," terang Qinli.

__ADS_1


"Tuan Qin! Tolong Anda nasehati Tetua, dia pasti akan mendengarkan Anda, aku mohon."


__ADS_2