
Kepanikan terjadi di ruang dansa, terlebih sang pemilik acara malah terluka di sela acara ulangtahunnya. Kepala keamanan langsung mencarikan pertolongan medis untuk Nyonya Bangsawan.
"Tim Medis! Di mana tim medis?" ucap kepala keamanan sambil menopang tubuh Nyonya Bangsawan yang terletak lemas.
Sementara para tamu undangan juga panik melihat hal itu. Mereka bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di ruangan itu.
"Ke ... kenapa bisa begini?" ucap pelayan yang masih membawa nampan minuman di depan Qinli.
"Cepat minggir! Dokter sudah datang!"
Dari arah tangga, nampak seorang dokter dan dua perawat turun ke arah lantai dansa, mereka menyuruh orang untuk membawa Nyonya Bangsawan kembali masuk ke kamarnya.
"Cepat bawa Nyonya ke kamarnya!" Titah dokter itu panik.
Kepala keamanan langsung menggendong Nyonya untuk segera meninggalkan tempat tersebut. Sementara orang-orang semakin bertanya-tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi di ruangan itu.
"Ada apa dengan Nyonya?"
"Kenapa tiba-tiba bisa muntah darah?"
Tuan Muda Xu yang mengetahui Qinli mengetahui sesuatu segera bertanya kepadanya.
"Bos, bagaimana kau tahu kalau Nyonya terkena racun serangga?" tanya Tuan Muda Xu.
"Kalau bukan karena waktu itu aku bertemu dengan prajurit yang terkena racun serangga, mungkin aku juga tidak akan tahu," ucap Qinli tenang.
Sementara itu Tetua Xia juga masih dalam tenggelam dalam pemikirannya sendiri.
"Apakah benar begitu? Kenapa aku merasa tidak beres?" ucapnya dalam hati.
Tiba-tiba terdengar derap langkah dari lantai atas. Ternyata dokter itu kembali ke hadapan para tamu undangan dengan wajah sangat panik.
"Hadirin sekalian, apakah ada dokter PHD di sini? Nyonya Bangsawan akan membayar satu milyar untuk biaya pengobatannya! Di tambah hadiah terima kasih!" ucap dokter itu.
"Wow royal sekali!"
"Benar! Jika bisa menyembuhkannya, mungkin bisa memenangkan hati Nyonya Bangsawan," seru yang lainnya.
Tuan Muda Xu mengangkat tangannya, "Bosku!"
Sedangkan lelaki berkaca mata di dekatnya juga mengangkat tangannya sambil berkata, "Aku adalah Wakil Presiden Asosiasi Medis Amerika."
Orang di belakang Tuan Muda Xu mengintip.
"Tidak disangka bisa bertemu Presiden Joseph terkenal di sini," ucapnya.
"Silakan!"
Lalu ketiga orang yang selalu mencaci Qinli mendekatinya kembali.
"Beraninya para Babi Yanxia lancang di wilayah kita!" ucap wanita di sampingnya.
Sedangkan lelakinya juga turut berkomentar pedas pada Qinli.
__ADS_1
"Apa kalian seputus asa itu sampai mau menjalin koneksi dengan Nyonya!" gertaknya.
Qinli, Tetua Xia dan Tuan Muda Xu masih berdiam diri. Tapi tak lama kemudian, amarah Tuan Muda Xu ingin meluap, beruntung Qinli bisa meredam kemarahan Tuan Muda Xu.
"Sialan!" umatnya kesal.
Qinli memegang tangan Tuan Muda Xu.
"Tenang kita di sini bukan untuk berkelahi," cegah Qinli.
"Terlebih lagi, mungkin Dokter Amerika itu bisa menghilangkan racunnya."
Qinli tersenyum pada Dokter Amerika tersebut. Sementara dokter itu malah memandang sinis ke arah Qinli.
"Kenapa aku merasa pernah bertemu dengan orang ini?" batinnya.
Lalu beberapa saat kemudian, di kamar Nyonya Bangsawan.
"Bagaimana kondisi Nyonya?" tanya dokter itu.
"Kondisinya buruk. Racun bergerak di dalam tubuhnya seperti makhluk hidup," ucap Dokter Amerika.
Lalu dokter yang biasa menangani Nyonya Bangsawan kaget melihat reaksi tubuh Nyonya Bangsawan yang kembali muntah darah.
UHUKK
"Apa yang telah kau lakukan?" tanya dokter itu panik.
Masih dalam keadaan yang panik, Dokter Amerika itu pun sama terkejutnya dengan dokter di belakangnya itu.
"Bagaimana ini?" ucap dokter di belakangnya semakin panik.
Sementara Dokter Amerika itu teringat Qinli.
"Apa mungkin pria tadi bisa menyembuhkannya? Tapi dia tidak terlihat seperti seorang dokter."
Batinnya dilema, tapi ia tidak mempunyai pilihan lain.
"Ternyata dia!"
Akhirnya ia pun teringat siapa Qinli sebenarnya.
"Dia adalah pemuda yang menyelamatkan Tuan Jiang di Yanxia."
Dokter Amerika menoleh.
"Cepat suruh orang-orang Yanxia tadi ke sini, di antara mereka ada yang bernama Qinli, mungkin dia bisa menyelamatkan Nyonya."
"Ba ... baik! Akan ku panggil mereka sekarang!"
.
.
__ADS_1
Di area dansa, tiba-tiba Nona Mao kembali muncul di belakang Qinli.
"Barusan aku dengar mereka membicarakan kalian, kau tidak bersungguh-sungguh ingin menyelamatkan Nyonya, 'kan?" tanya Nona Mao.
Qinli menoleh, "Menurutmu?"
Qinli melirik ke arah belakang, sesuai perkiraannya mereka datang menghampirinya.
TAP ... TAP ... TAP ...
"Mereka sudah datang!" ucap Qinli.
Dalam keadaan masih terengah-engah, ia berbicara dengan Qinli.
"Permisi, siapa dari kalian yang bernama Tuan Qinli? Tolong selamatkan Nyonya kami!" ucapnya.
Qinli menoleh sambil tersenyum, "Ayo!"
Sementara itu Nona Mao mata dan hatinya berbunga-bunga membayangkan akan kaya mendadak setelah ini, memegang uang satu milyar sangatlah menyenangkan.
"Wow, kita akan mendapatkan satu milyar."
Setelah itu Qinli segera mengikuti dokter itu untuk mengobati Nyonya Bangsawan.
.
.
🍃Beberapa saat kemudian.
Qonli sudah selesai, ia pun menoleh ke arah dokter tadi.
"Dia sudah tidak apa-apa."
"Begitu saja?" ucapnya terkejut.
"Iya, dia hanya perlu banyak istirahat."
Sesaat kemudian, mata Nyonya Bangsawan terbuka perlahan.
"Ada apa denganku?" ucap Nyonya Bangsawan sambil terduduk.
"Nyonya kau sudah tidak apa-apa. Bagus sekali!" ucap dokter itu senang.
Nyonya Bangsawan menoleh ke arah Qinli.
"Kau yang telah menyelamatkanku?"
"Iya, kau terkena racun serangga, tapi sudah aku bersihkan."
"Tapi kau harus berhati-hati, mungkin ada orang yang ingin mencelakaimu."
.
__ADS_1
.
...🌹Bersambung🌹...