
Tuan Muda Xu lalu menyapa orang tadi. Padahal di belakang orang itu ada beberapa pengawal yang mengiringinya, tetapi hal itu tidak membuat Tuan Muda Xu takut.
"Bro, apakah ada kesalahpahaman antara temanku dan kalian?"
"Orang ini sudah merusak aturan Geng Serigala Langit, kalau tidak ingin dihajar maka entahlah dari sini!"
"Geng Serigala Langit?" tanya salah satu orang yang berdiri di belakang tubuh Qinli.
Seketika Tuan Muda Xu mengingat sesuatu.
Dari depan terlihat kota Jiang dikendalikan oleh Keluarga Jiang, tapi banyak orang yang masih belum tau di kota Jiang masih ada sindikat kejahatan terorganisir.
Yaitu Geng Serigala Langit, Keluarga Jiang takut pada mereka, meskipun Serigala Langit hanya sekelompok mafia, tapi kekuatan mereka terkenal ke seluruh dunia. Bahkan di dunia bawah tanah Shangjing, mereka berada di urutan teratas, alasannya karena mereka adalah prajurit terkuat!
Prajurit, sesuai namanya, orang kuat yang memiliki seni bela diri! Orang-orang ini paham akan "Kekuatan dalam." Oleh karena itu, serigala langit sangat sulit untuk ditangani dan tidak ada yang berani memprovokasi mereka.
Sesaat kemudian, para teman Tuan Muda Xu, lebih memilih untuk lari dan pergi dari bar daripada berhadapan dengan Geng Serigala.
"Tu-Tuan Muda Xu, kami pergi dulu ya," pamit mereka.
Sementara itu, salah seorang pemuda yang dihajar ketua geng masih terduduk di lantai dengan luka memar di wajahnya.
"Aku akan mengganti rugi karena ceroboh menjatuhkan lemari arak, ta-tapi aku benar-benar tidak sengaja mendengar percakapan kalian!" ucap pemuda itu sambil memohon.
Karena melihat situasi yang tidak kondusif membuat Tuan Muda Xu mengusulkan perdamaian.
"Kalau tidak begini saja, aku akam mewakili temanku untuk membayar ganti ruginya, kalian sebut saja angkanya, dan masalah ini selesai."
Seluruh anggota Geng Serigala menoleh pada Tuan Muda Xu dan Qinli. Mereka seolah memandang remeh Tuan Muda Xu, bahkan mereka menertawakan usul barusan.
"Hahaha ... kau pikir, kami Geng Serigala Langit kekurangan uang?" ucap ketua geng.
"Tapi, karena kau ingin mewakili temanmu ini, maka ...."
"Maka apa?" tanya Tuan Muda Xu.
"Maka kau yang harus menerima satu pukulan dariku. Setelah itu, aku akan melepaskannya."
"Sepertinya mereka memang sengaja mencari masalah ...." gumam Tuan Muda Xu.
"Serigala Langit, ya?" ucap Qinli dari belakang.
Saat ini Qinli sudah maju dan sejajar dengan Tuan Muda Xu.
"Bisakah aku mewakili dia untuk menerima satu pukulan darimu?"
Tuan Muda Xu menoleh dan kaget. "Qin, kau masih belum pergi?"
"Tuan Muda Xu, serahkan saja padaku, aku akan mengurus masalah ini," ucap Qinli mantap seraya melangkahkan kaki ke depan.
"Qinli, kau tidak tahu seperti apa mereka, jangan mencoba untuk berani," cegah Tuan Muda Xu.
__ADS_1
Qinli menoleh, "Tuan muda Xu tenang saja, sepertinya mereka hanya bermain-main, tidak mungkin sengaja membuat kesulitan untuk kita."
"Bro, tolong tunjukkan belas kasihanmu," ucap Qinli sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
"Cih, banyak sekali omong kosongmu!"
"Bocah! Terimalah tinjuku!" ucap ketua Geng Serigala sambil mengarahkan satu bogem mentah dari tangan kanannya ke arah Qinli.
Dengan cekatan Qinli berhasil menghindar, bahkan ia bisa menangkis pukulan dari ketua geng.
"Sial! Orang ini juga mengerti kekuatan dalam!" batin Ketua Geng Serigala Langit.
Ia pun mengarahkan satu pukulan dari tangan kirinya.
"Tidak akan masuk hitungan kalau kau mengelak!"
SYUT ... PLAK ....
Ternyata pertarungan terjadi sangat sengit, apalagi Qinli bisa mengimbangi serangan dari ketua geng.
"Karena kau juga seorang prajurit, maka aku tidak akan sungkan lagi."
Ia kembali menyerang Qinli dengan lebih membabi buta. Kini Qinli juga tidak sungkan lagi untuk mengeluarkan tenaga dalamnya.
"Kalau begitu, keluarkan semua yang kau punya!" seru Qinli.
Disaat mereka sedang mengeluarkan tenaga dalamnya secara maksimal. Tuan Muda Xu malah menghentikan mereka.
"Aku adalah Xu Yinran dari Keluarga Xu Shangjing. Bolehkah kau menunjukkan rasa hormat kepada Keluarga Xu?"
"Sial! Tidak disangka bisa bertemu seseorang dari militer di sini!" gumam Ketua Geng Serigala Langit.
Mereka segera menghentikan pertarungan tadi. Lalu Tuan Muda Xu segera mengubah mimiknya menjadi sungkan.
"Aduh! Ternyata Tuan Muda Xu! Karena Anda telah berbicara, maka masalah hari ini tidak akan diperpanjang lagi."
"Bisa dibilang persahabatan tumbuh dari pertukaran dan pukulan, tapi kali ini, aku diam-diam keluar, jadi aku harap kau bisa merahasiakannya."
"Itu masalah kecil, Tuan Muda Xu tenang saja."
Lalu Ketua Geng Serigala Langit menoleh pada Qinli. "Tidak disangka kau punya kehebatan juga, siapa orang hebat yang mengajarimu?"
"Aku hanya dokter biasa, hanya saja lebih banyak berlatih."
"Hahaha, karena tidak bersedia memberi tahu, maka lupakanlah."
"Tapi kalau kau tertarik untuk bergabung dengan Geng Serigala Langit, kau boleh mencariku kapan saja."
Lalu Tuan Muda Xu memuji Qinli.
"Tidak disangka Kak Qin punya kemampuan yang begitu hebat."
__ADS_1
"Aku rasa mereka hanya tidak mengeluarkan jurus mematikan, ini ...." ucap Qinli santai.
"Hahaha, Kak Qin terlalu rendah hati. Ngomong-ngomong, aku sudah lumayan lama berada di sini, sepertinya dua hari ini, aku akan kembali ke Shangjing."
"Kelak, kalau ada waktu datanglah ke Shangjing, kau harus datang berkunjung ke Rumah Xu!" ucap Tuan Muda Xu dengan tersenyum.
"Oke."
.
.
...⚜⚜⚜...
...Malam harinya di Rumah Qinli....
Di dalam kamar, Qinli sedang membuka lagi miliknya di dalam kamar. Ia juga sedang melakukan sambungan telepon dengan seseorang.
"Sial! Apa kau lupa? Kau sudah berjanji akan pergi bersamaku ke Shangjing," ucap sesorang di sebelah sana.
Qinli masih memperhatikan kedua giok hijau miliknya di dalam laci tersebut. Kini ia bahkan memegang kedua giok tersebut.
"Bukankah masih ada tiga hari menuju senin depan."
"Keluarga Jiang Shangjing adalah salah satu keluarga terbesar, kita harus bersiap-siap lebih awal."
"Besok jam berapa?"
"Pagi jam delapan, aku akan menjemputmu, oke!"
Lalu Qinli mulai menutup sambungan telepon tadi. Saat ini ia sedang fokus melihat dua giok hijau miliknya.
"Bukankah cuma pergi ke Shangjing, baru pertama kali ini aku melihat Tuan Muda Jiang begitu gugup."
"Ngomong-ngomong, sampai sekarang aku baru bertemu dengan orang yang mempunyai kekuatan mirip denganku, dan aku merasa sudah lama tidak berlatih."
Lalu kedua batu giok hijau miliknya ia taruh kembali ke meja. Sementara itu ia kembali memulai latihan tenaga dalamnya malam itu.
"Pada awalnya meskipun aku mendapatkan banyak uang dari ilmu tenaga dalam yang diajarkan oleh orangtua itu."
"Tapi dilihat dari sekarang, pria tua itu mengajarkan kemampuan ini padaku sepertinya punya tujuan lain juga."
"Aku masih belum tahu siapa orang yang membawa orang tuaku pergi dan bagaimana kemampuan yang dimiliki orang itu."
"Sepertinya, harus meningkatkan kemampuanku, kalau tidak, sekalipun aku meminta bantuan Keluarga Jiang untuk mencari orang tuaku, takutnya akan sulit bertemu dengan mereka."
.
.
...🌹Bersambung🌹...
__ADS_1