MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 86


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Wei Kaiyuan. Ia nampak sangat marah ketika mendapati orang suruhannya kembali mati.


"Hebat juga kau, Qinli!"


"Kau benar-benar sudah bosan hidup!"


Wei Kaiyuan sampai menghentak-hentakkan kakinya karena terlalu marah. Apalagi mayat lelaki tua itu kini berada di depan mata kepalanya sendiri.


"Aku telah meremehkannya, Qinli sudah membuat kita kehilangan seorang Master!"


Kedua prajurit di depan Wei Kaiyuan meminta ijin agar mereka bisa membalaskan dendam Wei Kaiyuan.


"Biar kami yang menghabisi Qinli itu, demi melampiaskan amarahmu!"


"Meski kekuatan kalian berdua jika digabung, akan sama seperti kekuatan level master. Namun, Qinli juga seorang master, sulit untuk mengetahui siapa yang menang dan kalah, kali ini kita tidak boleh membiarkan satu persatu menjadi korban lagi."


"Beri tahu pasukan elite Keluarga Wei! Yang maslh dama proses meditasi harus segera membuat terobosan, yang sedang menjalankan misi harus melepaskan misi mereka."


"Mereka harus segera berkumpul di sini dalam tiba hari untuk bersama-sama menyerang Qinli."


"Baik!" ucap mereka patuh.


Tiba-tiba Wei Nuannuan datang.


"Kakak! Apa harus membunuh Tuan Qin?"


"Nuannuan, ini adalah urusan penting keluarga, kau jangan membuat masalah!" seru Wei Kaiyuan dari kejauhan.


Melihat kakaknya berulah, Wei Nuannuan memasang wajah terimutnya.


"Kakak, jangan berkelahi lagi!"


Benar saja, Wei Kaiyuan goyah.


"Ah, Nuannuan, kau sangat imut, kakak akan berjanji padamu apa pun itu ...."


"Pemimpin!" seru anak buahnya.


Seruan dari anak buahnya membuat Wei Kaiyuan tersadar kembali, wajahnya kembali ganas.


"Nuannuan, jangan membuat masalah lagi!"


Tak mau menyerah, Nuannuan kembali memasang wajah imutnya, "Kakak!"


Wei Kaiyuan sampai membuang muka agar tak melihat keimutan adiknya itu. Hingga ia pun menyuruh dua anak buahnya itu untuk membawa Nuannuan pergi.


"Utus orang untuk menjaga Nona Besar! Jangan membiarkannya keluar sebelum perang berakhir!"


"Kakak!" seru Wei Nuannuan sebelum di seret pergi.


"Nuannuan, maafkah aku!" Ini adalah urusan penting keluarga! Tidak boleh bertindak menggunakan perasaan!"


"Kali ini kita harus mematangkan rencana, mengerahkan ratusan prajurit level tinggi untuk menghancurkan Qinli."


...⚜⚜⚜...


...Hotel Grup Liu, Huadong...


Hari itu di dalam kamarnya, Qinli masih melatih kekuatannya.


"Situasi sekarang semakin rumit, aku harus segera menyerap energi spiritual untuk meningkatkan kultivasiku."


"Sayangnya, sebagian energi spiritual di kota ini tidak murni, aku harus mencari tempat yang kaya akan energi spiritual agar bisa fokus berlatih."


Tiba-tiba Jiangjun datang.


"Bos."


"Pagi, aku tidak menyangka kau bangun pagi sekali (Kau sangat nakal)," seru Qinli memasang wajah masam.

__ADS_1


"Pagi, aku juga tidak menyangka kau sudah bangun (Kau juga nakal)," seru Jiangjun yang juga memasang wajah masam.


"Uekk ...."


Keduanya merasa mual setelah menyapa dengan ke absurd-tan barusan.


"Ehem ..."


"Sudah waktunya kita pergi makan bersama Nona Liu," seru Qinli.


Beberapa saat kemudian, mereka telah sampai di tempat undangan.


...⚜⚜⚜...


...VILLA MULYAN...


"Mari, mari, silakan masuk!" sambut Nona Liu.


"Maaf, membuat kalian menunggu lama," ucap Qinli tidak enak hati.


"Kita datang hanya untuk makan!" ucap Qinli perlahan.


"Tenyata Nona Liu mengundang orang lain juga. Kelihatannya perjamuan ini tidak sesederhana itu," ucapnya perlahan.


"Tuan Qin terlalu sungkan, kami yang datang terlalu pagi. Oh, iya kuperkenalkan padamu."


"Kedua orang ini adalah Fu Changkun dan Fu Liuli, mewakili Keluarga Liu untuk menyambutmu."


Lalu dari arah kursi, seorang pemuda (Fu Changkun) tampak menyapa Qinli dengan angkuh.


"Dengar-dengar Tuan Qin adalah prajurit jenius yang terkenal di Shangjing, aku ingin tahu tingkat kultivasi dan dari mana Anda berasal."


Qinli menjawab dengan tenang.


"Anda berlebihan! Aku bukan seorang jenius, aku juga bukan dari keluarga besar."


"Apa ..."


Jiangjun akhirnya angkat bicara.


"Aliansi Tripartit kali ini, bukan bos-ku yang meminta untuk bergabung, melainkan Bu Pemimpin Keluarga Liu yang mengundangnya untuk bergabung," ucap Jiangjun sambil menunjuk Nona Liu.


Fu Changkun tampak tak mempercayai hal itu, bahkan terkesan mengejek Qinli.


"Hahaha, sangat pintar beromong kosong! Keluarga Liu adalah keluarga besar pertama di Huadong, bagaimana mungkin bisa memandang tinggi kalian? Bisa jadi kalian umpan meriam yang diutus dari Shangjing."


Lalu Nona Liu berbicara untuk menengahi pertikaian itu.


"Changkun, Liuli, Tuan Jiang benar, aku khusus mengundang mereka untuk bergabung dengan aliansi kita."


"Apa!" ucap mereka terkejut.


Fu Changkun tetap merasa tidak terima akan hal ini.


"Bibi Liu, jangan tertipu olehnya! Bergabung dengan orang yang tidak mempunyai latar belakang jelas hanya akan mempermalukan kedua keluarga kita!" ucapnya sambil menunjuk Qinli.


Fu Liuliu tampak ikut membuat situasi semakin panas.


"Kak! Beri dia pelajaran, biar dia tahu apa yang dinamakan prajurit jenius!"


Jiangjun dan Fu Changkun sudah berdiri dan siap berkelahi.


"Ingin berkelahi, ayo!" ucap Jiangjun sambil menyisingkan lengan bajunya.


"Prajurit level rendah sepertimu tidak pantas berkelahi denganku!" gertak Fu Changkun.


"Berhenti!" teriak Nona Liu.


Fu Changkun menoleh, "Bibi Liu, jangan ikut campur, aku akan tanggung sendiri konsekuensinya!"

__ADS_1


Dengan sombong Fu Changkun menunjuk ke arah Qinli dan menghinanya.


"Lihatlah, pecundang ini bersembunyi di belakang dan tidak berani bergerak, masih ingin menjalin koneksi dengan Keluarga Fu?"


"Apa hebatnya Keluarga Fu?" ucap Qinli santai.


"Kalian yang tidak pantas menjalin koneksi denganku," ucap Qinli dengan kekuatannya yang sudah muncul.


...WUSH ... BRAK!...


Dengan hanya menggunakan kekuatan dalamnya, membuat Fu Changkun berlutut di depan Qinli. Pergerakan tubuhnya bahkan sudah dikuasai Qinli.


Fu Changkun memegangi lututnya yang terluka, "Argh! lututku!"


Qinli berdiri dan menggertak Fu Changkun yang sombong itu.


"Pulang dan beritahu pemimpin kalian. Dari awal aku tidak berencana untuk beraliansi dengan kalian!"


Fu Liuli marah dan menunjuk ke arah Qinli dan memakinya.


"Beraninya kau menyakiti kakakku? Aku akan pergi beri tahu ayahku, tunggu saja kematianmu!"


"Diam!" ucap Nona Liu sambil menampar Fu Liuli.


Fu Liuli memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan Nona Liu.


"Bibi Liu, orang macam apa Si Qinli itu, kenapa kau begitu berpihak padanya?"


"Karena dia juga seorang Master, dokter hebat, seorang Alkemis, dan juga Komandan Organisasi Yanxia. Banyak sekali keluarga dan organisasi lain yang ingin menariknya bergabung ...."


"Di, di, dia ...." ucap Fu Changkun tergagap.


"I, i, ini ...." Fu Liuli pun ikut tergagap karenanya.


"Tuan Qin, jangan marah, aku mewakili mereka untuk meminta maaf kepadamu! Tindakan yang diambil dari kedua junior tadi, sama sekali tidak ada hubungannya dengan aliansi tiga keluarga!"


Nona Liu tampak menunduk hormat kepada Qinli.


"Nona Liu, tidak apa-apa." ucap Qinli tenang.


"Silakan Tuan Qin dan Tuan Jiang pindah ke restoran sebelah, ada urusan yang harus kutangani, aku akan segera menyusul Anda. Silakan!"


Mata Nona Liu melirik tajam ke arah Fu Changkun dan Fu Liuli.


"Tanpa Qinli, aku tidak akan bisa menyingkirkan Keluarga Wei! Kedua bocah sialan ini hampir merusak rencana besarku!" batin Nona Liu.


Sementara itu, di Kediaman Wei Kaiyuan.


Dua prajurit sedang ditugaskan di depan kamar Wei Nuannuan. Mereka tampak membicarakan sesuatu yang penting.


"Prajurit elit Keluarga Wei semuanya sudah kembali, dan bersiap-siap melawan Qinli, kita berdua yang begitu kuat malah diutus untuk menjaga pintu ini, sungguh tidak adil."


"Aku malah bersedia tinggal di sini untuk menjaga Nona Besar, lebih santai dan menyenangkan, hehe!"


Tiba-tiba dari dalam kamar Wei Nuannuan berteriak.


"Tolong! Ada hidung belang!"


Kedua prajurit itu panik dan segera masuk ke dalam.


"Nona besar, jangan takut! Kami sudah datang! dimana hidung belangnya?" tanya mereka panik.


"Ada di hadapanku!" ucap Wei Nuannuan sambil menyemprotkan sebuah obat kepada mereka.


...CCSSTT...


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2