
Tetua Kuil Dewa Yin benar-benar mengambil kekuatan spiritual di dalam diri lelaki tua tersebut. Lalu setelahnya ia tersenyum menyeringai.
"Setelah kultivasiku pulih ke alam abadi, aku akan mencarimu lagi!"
Tiga hari kemudian, di Lembah Dewa Obat.
Tuan Muda Chu sedang bersama Kak Chen. Ia mengajak Tuan Chen untuk mengobrol sembari mengantarkan dirinya ke sebuah kamar tamu.
"Kak Chen, silakan!"
"Bos sedang latihan tertutup dan tidak tahu kapan baru keluar, tunggulah disini dulu beberapa hari …."
"Terima kasih."
Baru saja memasuki ruangan kamarnya, terdengar suara berdebum beberapa kali. Hal itu membuat Kak Chen bertanya-tanya.
"Suara apa itu?" tanya Kak Chen penasaran.
Belum reda rasa penasarannya, tiba-tiba saja terdengar suara wanita menjerit.. Tentu saja hal itu membuat Tuan Muda Chu mengerutkan kening. Pikiran negatifnya sudah bercabang kemana-mana karena ia baru sadar akan sesuatu hal.
"Kenapa ada suara wanita menjerit?" tanya Kak Chen lagi.
Wajah Tuan Muda Chu menjadi pias. 'Gawat! Aku lupa ada Bos dan kakak ipar di atas!'
"Kak Chen, pendengaranmu bagus juga!"
Lalu setelahnya Tuan Muda Chu mengarang sebuah cerita agar Kak Chen tidak bertambah curiga. "Bos dan kakak ipar latihan tertutup di atas, mungkin dia sedang mengajari kakak ipar teknik bertarung …."
"Oh begitu! Tetua Qin benar-benar rajin, ya!"
Kak Chen tetap memuji kehebatan Qinli dalam kegigihannya berlatih. Ia bahkan menepukkan tangannya di atas telapak tangan yang lain.
"Tapi itu wajar, hanya orang berbakat yang bersedia berlatih keras yang bisa mencapai puncak!"
Kak Chen benar-benar terus memuji kerajinan Qinli dalam berlatih. Akan tetapi hal itu membuat Tuan Muda Chu semakin pias dan tidak bisa berkata-kata lagi.
"Benar, bos sangat rajin!" Ucapnya pasrah.
Sementara itu di dalam hati, Tuan Muda Chu semakin khawatir. 'Tidak boleh membiarkan dia mengganggu bos!'
Tidak ada cara lain lagi kecuali menariknya pergi dari ruangan itu. Tuan Muda Chu benar-benar menariknya keluar.
__ADS_1
"Kak Chen, kau salah jalan, seharusnya sebelah sini …."
Belum sempat mereka pergi, sebuah ledakan terjadi di lantai atas. BAM!
"Apa yang terjadi? Kekuatan spiritual yang sangat hebat!" Ujar Tuan Muda Chu sambil menatap ke langit-langit kamar.
Hal yang sama rupanya dilakukan juga oleh Kakak Chen. Keduanya seketika terperangah ketika melihat sebuah tangga raksasa menuju ke langit. Yang berada di dalam pikiran mereka saat itu adalah menuju kemana tangga raksasa tersebut.
Qinli dan Qingyin yang sudah selesai latihan segera membetulkan pakaian mereka. Terlihat keadaan Qinli sudah sangat baik dan lebih bugar. Sementara wajah Qingyin tampak kesal pada suaminya.
"Sepertinya kita terlalu berisik …." ucap Qinli tanpa rasa bersalah.
Sementara itu Qingyin masih mengomel. "Itu karena kamu!"
Beberapa saat kemudian Qingyin membuka matanya. Kini ia bisa melihat sebuah tangga raksasa yang menuju ke langit. Sontak ia bertanya pada suaminya.
"Ini adalah tahap menuju abadiku?"
"Ya, tapi harus hati-hati. Saat kau naik ke atas, tubuhmu akan mendapat tekanan kekuatan spiritual luar biasa yang akan bersatu dengan sumber kekuatan dalam tubuhmu …."
Ketakutan dan keraguan tergambar jelas di pelupuk mata Qingyin dan detik itu juga Qinli menyadarinya. "Tapi, jangan takut, aku akan menemanimu …."
Qinli tampak mengulurkan tangannya ke arah Qingyin hingga membuatnya merona. Namun, ia tetap menjawab permintaan sang suami. "Baik."
"Keduanya naik bersama-sama? Selama ini, aku tidak pernah dengar dua orang bisa naik kesana bersama-sama!" Ujar Ayah Ling'Er terkejut.
Sementara Tuan Muda Chu seolah tidak heran akan hal itu. Dengan menaruh kedua tangan di belakang kepala dan memejamkan mata ia berkata, "Bukankah jadi lebih mudah? Mereka bisa saling membantu …."
Lain halnya dengan pendapat Kak Chen. "Itu tidak semudah yang kau pikirkan! Kalau naik bersama-sama, tekanan di atas juga akan bertambah berkali lipat!"
"Tapi kalau mereka berhasil sampai puncak. Mereka bakal menjadi prajurit Alam Setengah Abadi terkuat sepanjang sejarah!"
Hal yang indah itu tidak berlangsung lama, karena tidak lama kemudian terlihat Ketua Kuil Dewa Yin yang muncul lewat lubang dimensi. Ia tersenyum menyeringai melihat Qinli sedang menaiki tangga untuk meningkatkan tingkatan prajurit ke Alam Setengah Abadi.
"Oh? Sepertinya aku datang di waktu yang tepat …."
"Idola sudah mau mencapai puncak, aku harus mengucapkan selamat padanya secara langsung!"
Tangan kirinya terulur ke atas lalu mengeluarkan sebuah jurus yang sangat berbahaya. "Biar kuperlihatkan padanya kekuatan Metode Pikiran Tatanan Surga yang sesungguhnya!"
"MATAHARI IBLIS PENGHANCUR DUNIA!"
__ADS_1
Tiba-tiba para prajurit yang masih memandangi kepergian Qinli dan Qingyin menaiki tangga terkejut dengan perubahan cuaca yang semula cerah kini berganti warna menjadi maroon kemerahan.
"Kenapa langit tiba-tiba gelap?"
Ling'Er bisa merasakan hal yang janggal. 'Ke … kenapa aku merasa gelisah tanpa alasan? Seperti sesuatu yang berbahaya akan terjadi.'
Sebuah teriakan terdengar menggema. "Cepat tinggalkan tempat ini!"
"Aku akan mengulur waktu!" ucapnya sambil meninggalkan tempat itu.
Kini Kak Chen sudah melesat naik. Membuat yang lain terpaksa berteriak dan memintanya kembali agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Kekuatan ini terlalu dahsyat! Jarakku masih jauh tapi aku sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi …." Ucap Kak Chen sambil memperhatikan jarak tempuhnya.
Di belakang ia seperti melihat sesuatu, "Jangan-jangan masih ada musuh di belakang?"
"PEDANG LANGIT ES!"
BAM
Terdengar sebuah kilatan cahaya ketika kedua jurus itu bertemu. Qinli terhenti di tengah jalan lalu memperhatikan keadaan di sekelilingnya.
"Kenapa dia harus melepaskan serangan yang begitu besar!" ujar Qinli.
Kak Chen terperanjat ketika sadar jika jurus es barusan dilakukan oleh Qingyin yang masih melangkah bersama Qinli.
'Tebasan kuat tadi … dari dia?'
Ketua Kuil Dewa Yin justru menyeringai. "Begitu terpikirkan akan menyerap jiwa penguasa langit hari ini, aku jadi bersemangat sampai tidak bisa berhenti bergetar!"
Tiba-tiba saja Qingyin sudah berada di belakang Ketua Kuil Dewa Yin dan menyerangnya. "Jangan terlalu senang!" gertaknya.
Qingyin mengarahkan pedangnya, "PEDANG LANGIT ES!"
Ketua Kuil Dewa Yin menoleh kesal, "Kau sudah mengeluarkan jurus ini tadi …."
Tidak perduli akan hal itu, Qingyin tetap menyerangnya kembali. "PEDANG LANGIT ES!"
Sepersekian detik berikutnya, serangan itu menimbulkan sebuah ledakan maha dahsyat. BOOM!
"Begitu pula denganmu!" Qingyin sudah kembali di belakang Qinli sambil tersenyum.
__ADS_1
Tidak sampai di situ, rupanya Qinli tidak suka istrinya diremehkan dan ia pun melakukan penyerangan yang sama. "HUKUMAN KAISAR LANGIT!"
Ketua Kuil Dewa Yin tampak tidak siap dengan hal itu. "Ini …!"