
Rupanya bayangan berwarna merah itu adalah armornya sendiri. Armor itu menghadangnya agar tetap bertahan.
"He he he, kau ini apa?"
"Bos, orang itu mau kabur!"
Qinli menoleh, "Eh, orang itu?"
Cahaya berwarna kemerahan itu terlihat jelas di kedua kelopak mata Qinli. "Kuat sekali!"
Tiba-tiba saja prajurit di samping Qinli terkena serangan darinya. Terdengar ledakan yang cukup keras di sana. Bahkan prajuritnya sampai terbanting ke tanah.
"Master dua garis!" gumam Qinli sambil terus menatap ke langit.
"Jangan-jangan orang ini aslinya prajurit Kuil Dewa Yin lagi?"
Dari kejauhan terlihat jika Qingyin justru langsung menyerang tubuh prajurit berambut merah itu. Akan tetapi rupanya itu hanyalah sebuah bayangan ilusi.
"Palsu?"
Bayangan ilusi berambut merah tersenyum devil ke arahnya. Lalu dalam sepersekian detik berikutnya sudah berada di belakang Qingyin untuk menyerangnya.
"Qingyin, awas di belakangmu!"
Beruntung Qingyin cukup peka, sehingga ia terhindar dari serangan tersebut. Bahkan Qingyin bisa menghalau serangan pedang dengan menangkisnya secara sempurna. Bunyi gesekan dari dua pedang itu begitu terasa nyaring di telinga.
"Dia benar-benar menduplikat kekuatanku!"
Hampir semua teman Qinli ada duplikatnya di hadapan masing-masing. Seolah mereka sedang bercermin, tetapi di hadapannya bukanlah dirinya dalam wujud yang baik, melainkan sebagai lawannya.
"Kekuatan pembatas alam baru!" gumam Qinli membaca keadaannya.
__ADS_1
Hampir semuanya terkejut dan belum siap jika harus berhadapan dengan dirinya sendiri. Akan tetapi itulah kenyataan yang harus dihadapinya saat ini.
"Kekuatannya sama persis seperti kekuatanku ... jangan-jangan ini kekuatan pembatas alam cermin?" ucap Ayah Ling'Er waspada.
"Sudah lama aku tidak mengeluarkan jurus ini, tapi masih ada yang ingat kekuatan pembatas alamku ...."
Di atas sana, tampak seorang kesatria berjenggot yang sedang menyembunyikan kedua tangannya di belakang tubuhnya. Ia tersenyum penuh arti pada Qinli.
"Satu buah pil pengubah nasib ditukar dengan nyawa kalian semua!" ucapnya angkuh.
"Bagaimana!"
Rupanya Ayah Ling'Er cukup mengenal kesatria tersebut. Saat ini bahkan ia yang menjawab gertakan untuk Qinli.
"Wu Tianxing, Master ke empat dalam daftar master! Tidak disangka dia datang."
Qinli tetap tidak bergeming di tempatnya. "Master ke empat! Kekuatannya setara dengan Kuil Dewa Yin!"
"Meski harus mengorbankan nyawaku, aku tetap tidak akan membiarkanmu mendapatkan pil pengubah nasib!" ucapnya sambil menyerang dengan kekuatan tenaga dalamnya.
Wu Tianxing tersenyum ke arahnya, "Awalnya aku tidak mau diatur sama tetua kuil itu ...."
"Tapi karena kalian tidak tahu diri, maka aku hanya bisa mendengar perintah Tetua Kuil untuk membunuh kalian dan mengambil ...."
Ayah Ling'Er semakin panik karena kekuatan duplikat mereka semakin kuat. "Kekuatan dalam cermin ini menjadi semakin kuat!"
Qinli merasa geram dengan keadaan itu kemudian menyerang ke arah refleksi tubuh mereka. Dengan menggunakan pedang Shi-Tian Qinli mulai melawan.
"Tidak peduli mau berapa kau membunuh refleksi kalian, tetap tidak ada gunanya. Aku masih bisa membuatnya lagi!"
"Kekuatan ini sangat sulit dilawan!" gumam Qingyin sambil bergerak lincah.
__ADS_1
"Dan setiap kali akan menjadi semakin kuat ... begitu kekuatannya melampaui tubuh kalian sendiri, maka kalian akan mati!"
Qinli pun mulai duduk bersila, lalu mengarahkan Pedang Shi-Tian ke atas, "Kalau begitu habisi sumber dari kekuatan ini!"
Tidak berapa lama kemudian, Qinli mulai menebaskan Pedang Shi-Tian ke depan. "TEBASAN MATAHARI HITAM MEMBAKAR LANGIT!"
Dari arah belakang Qingyin juga mulai menyerang Wu Tianxing dengan menggunakan jurus pedangnya. "JARUM ES PENARI JIWA!"
Namun, rupanya Wu Tianxing masih mempunyai kekuatan tersembunyi, "Kekuatanku ... tidak sesederhana ini ...."
"Hmph!" Tampak Wu Tianxing menghela nafasnya.
"Tidak heran kau bisa masuk ke peringkat 100, kekuatan seranganmu ini lumanyan menarik."
"Ada yang tidak beres!" gumam keduanya bersamaan.
"Masih belum cukup!" teriak Wu Tianxing sambil melompat ke langit lalu menyerang Qingyin dan Qinli secara bersamaan.
"Argh!"
Tubuh keduanya seolah terbakar!
"Dia bisa memantulkan serangan musuh ... kekuatannya yang begitu dahsyat tidak mungkin tidak ada titik kelemahan," gumam Qinli sambil mengatur nafas.
Qinli bukanlah kesatria yang lemah. Kini ia mulai kembali menyerang dengan kekuatan tersembunyi.
"Aku ingin lihan cermin refleksimu ini bisa menahan seranganku atau tidak!" Pedang Shi-Tian bersiap mengayun ke arah Wu Tianxing kembali.
Namun, karena efeknya sangat dahsyat, ia tidak ingin melukai teman-temannya. "Qingyin, Tetua Lin, bawa semua orang menjauh dari sini!"
Sementara itu Wu Tianxing tersenyum menyeringai. "Akhirnya kau mulai bermain besar!"
__ADS_1
Petir dan kilatan cahaya berkumpul di langit. Semuanya menjadi satu, bersiap mengarah ke Wu Tianxing. Beberapa saat kemudian Qinli benar-benar menyerangnya.
"HUKUMAN KAISAR LANGIT!"