
Tiga hari kemudian, di luar Daratan Tianlong.
"Ini Daratan Tianlong? Kenapa kelihatan seperti tidak ada kehidupan?" tanya Qinli yang masih melihat keadaan sekitar.
"Guru ... aku merasakan aura jahat yang luar biasa kuat di daratan ini!" ucap Ling'Er.
Benar saja sesaat kemudian terlihat beberapa penjaga portal yang membawa sebilah tongkat.
"Di sini adalah Daratan Tianlong tingkat Delapan,
setiap pendatang harus membayar satu buah pil level delapan atau barang berharga dengan nilai yang setara ...."
"Apa! Satu orang satu buah pil level delapan? Ini namanya merampok!" ucap Ling'Er dengan menunjukkan rasa tidak sukanya.
"Prajurit Keluarga Lei? Kenapa aku merasa mereka seperti mayat berjalan tanpa nyawa. Mereka hanya mengikuti perintah secara mekanis ... sebenarnya motif apa Keluarga Lei?" gumam Qinli.
Qinli segera berpura-pura saat itu, "Ling'Er, jangan cari masalah, kita sudah sampai di sini. Seharusnya kita menaati peraturan mereka."
Beberapa saat setelah Qinli menyerahkan satu kantong berisikan pil level delapan kepada mereka, dengann hormat mereka mempersilahkan Qinli dan anak buahnya masuk.
"Silakan!" ucap salah seorang penjaga sembari menunjukkan jalannya.
Kendaraan paus milik Qinli akhirnya memasuki salah satu portal yang dijaga oleh para kesatria Keluarga Lei.
__ADS_1
"Kekuatan spiritual yang sangat padat! Akan tetapi disini terasa seperti tidak ada kehidupan, apa karena awannya gelap?"
Belum juga turun dari kendaraan paus miliknya, mereka dikejutkan dengan kedatangan petir yang tiba-tiba.
...JEDAR!...
Setelah petir yang menyambar dengan kerasnya kini hujan pun turun dengan lebatnya.
"Air hujan mengandung kekuatan spiritual yang sangat murni, pantas saja seperti tidak ada kehidupan. Kekuatan spiritualnya terkandung di dalam awan gelap ini ...." gumam Qinli.
Di tengah kebingungan Qinli dan yang lainnya, tiba-tiba saja terdengar suara yang sangat familiar di telinga Qinli.
"Idolaku!"
"Idolaku! Kita bertemu lagi!" serunya bahagia.
Mendengar jika suaminya dipanggil idola, tentu saja Qingyin menjadi penasaran akan sebutan tersebut. "Idola? Dia penggemarmu?"
"Panjang ceritanya, ha ha ha ...." Qinli akhirnya memaksakan senyumnya meski terlihat canggung.
Bahkan hatinya merutuki kehadiran pemuda itu lagi. "Kenapa bisa bertemu dengan dia lagi?"
Belum sempat Qinli menghindari, pemuda itu justru sudah melompat naik ke dalam perahu paus milik Qinli.
__ADS_1
"Kebetulan sekali! Aku tidak menyangka Anda akan datang ke Daratan Tianlong!" ucapnya setelah mendarat.
"Iya, sangat kebetulan, kenapa kau bisa ke sini?"
"Aku adalah prajurit asli daratan ini! Prajurit tingkat delapan, hebat, bukan?" ucapnya sambil menepuk dadanya bangga.
Qinli pun terkejut dengan pengakuan pemuda itu, "Ternyata kau adalah prajurit daratan ini? Baguslah, kebetulan aku ada urusan mau pergi ke Kediaman Lei."
"Kediaman Lei? Melihat gerak-gerik Anda, sepertinya Anda ingin bergabung dengan Keluarga Lei, 'kan?"
"Benar juga, dengan kekuatan Anda, seharusnya tidak masalah jika Anda bergabung dengan Keluarga Lei?"
"Iya!"
"Aku tahu jalan di daratan ini, biar kutunjukkan jalannya."
......................
...Kediaman Keluarga Lei...
Chu Zitan rupanya masih di ikat oleh Keluarga Lei pada sebuah papa salib. Tangannya terikat rantai yang terbuat dari energi spiritual.
"Sejak aku ditangkap oleh Keluarga Lei, aku terus di tempat ini, sekarang mereka mau membawaku pergi, takutnya ini adalah langkah selanjutnya dari rencana mereka ...." gumam Chu Zitan.
__ADS_1
"Tetua besar."