
Semakin lama Qinli menempelkan ujung jemarinya di kening Qingyin, ia kembali masuk ke dalam ilusi hijau seperti tempo hari.
Qinli membuka matanya, kini ia semakin tertarik ke dalam.
"Tarikan ini begitu kuat, ada apa ini?" ucapnya sedikit panik.
Tiba-tiba hampir saja ia menabrak seorang wanita dengan berpakaian putih seperti dewi. Untung ia berhenti tepat waktu. Bahkan jarak hidungnya dengan wanita hanya berjarak satu jengkal. Akibatnya Qinli memundurkan langkahnya.
"Si-siapa kau?" tanya Qinli terkejut.
Sedangkan batin Qinli berkata sebaliknya.
"Kenapa aku merasa pernah bertemu dengannya."
Wanita dengan sebuah lingkaran kuning emas yang selalu menempel belakangnya itu menoleh, lalu memperlihatkan Qingyin yang melayang persis seperti tersegel dan dibelakangnya ada seorang dewi yang sangat besar tapi sedang tertidur.
Kini ia mulai menjauhi Qinli.
"Ternyata dia!"
"Namun, kenapa aku merasa dia sedang menungguku. Lupakanlah! Ikuti dia dulu baru dipikirkan lagi."
Qinli berlari mengejar wanita itu.
"Siapa kau sebenarnya?" teriak Qinli sambil berlari.
"Kenapa kau berada di dalam tubuh Qingyin?"
Tak terasa Qinli dan wanita itu telah sampai pada sebuah tempat pemujaan. Tetapi tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari wanita itu, meski hanya untuk sebuah alasan. Ia tetap membisu.
Tetapi Qinli semakin khawatir, maka ia pun terus bertanya pada wanita itu.
Sebenarnya apa yang terjadi?"
"Apa hubunganmu dengan Qingyin,
Wanita itu berhenti tepat dibawah bayangan dewi itu dan Qingyin. Ia pun menunduk sambil memikirkan sesuatu.
"Jika kau membawaku ke sini untuk meminta bantuanku, setidaknya kau beri tahu aku alasannya."
Lalu wanita itu mulai berbicara mencoba menjelaskan sesuatu. Sayang, bahasa yang ia pakai sama sekali tidak diketahui oleh Qinli.
"Kau berbicara apa?" tanya Qinli tidak mengerti.
Wanita itu bergumam sambil melirik Qinli.
"Tidak disangka kekuatan segel semakin kuat, sehingga menghalangi komunikasiku dengan dunia luar, bagaimana ini?" batinnya dengan gusar.
Lalu wanita itu seperti mendapatkan ide, lalu ia pun mulai memperagakan sebuah bahasa isyarat pada Qinli.
"Dia sedang mengunakan bahasa isyarat agar aku menebaknya?"
__ADS_1
Meski susah, tapi Qinli mencoba membaca bahasa isyarat darinya.
"Maksudmu kau terjebak oleh benda bulat? Ah ... maksudmu segel?"
...Kedua orang ini sudah mendiskripsikannya selama sepuluh menit....
"Maksudmu jiwamu dan Qingyin saling terhubung, jika tidak bisa melepaskan segel, maka kau akan lenyap dalam beberapa tahun, dan Qingyin juga akan mati?"
Wanita itu mengangguk.
"Lalu aku harus bagaimana menghancurkan segel ini?"
Wanita itu tiba-tiba menarik tubuh Qinli, tiba-tiba dibelakang wanita itu muncul sebuah iblis yang siap menelannya.
ZRASH ....
"Kekuatan iblis yang sangat kuat!"
Tiba-tiba wanita itu melayang dalam sebuah bayangan yang sangat terang dan menyilaukan mata. Lalu muncullah sebuah buku seperti kitab yang turun dari sana.
Buku itu terjatuh tepat di tangan Qinli sesaat setelah wanita itu menghilang. Terdapat tulisan besar di atas buku itu.
..."PELAJARI KEMAMPUAN INI UNTUK MENGHILANGKAN TABU KU!"...
Sedangkan di samping tulisan utama masih ada tulisan kecil yang berbunyi, "Metode pikiran tatanan surga."
Disaat Qinli masih sibuk mengamati buku itu, Qingyin mulai menegurnya.
"Sebenarnya penyakitmu bukanlah penyakit biasa ...," ucap Qinli.
"Ternyata begitu, tidak disangka hal yang begitu mistis bisa terjadi padaku," ucapnya tak percaya.
Qinli mendekati istrinya lalu menggenggam tangan Qingyin. Ia pun mulai menenangkan pikiran istrinya agar tidak kalut.
"Jangan khawatir, aku akan segera menyingkirkan segel itu, kultivasi semacam ini, bukan lebih cepat lebih baik, sekarang kau bisa mempersiapkan dasar fisik yang kokoh."
"Baik, aku akan mendengarkanmu!"
Lalu terdengar panggilan Zitan dari luar kamar.
"Kakak, kakak ipar, kalian dimana?"
Qingyin menoleh, "Itu Zitan, hampir saja aku lupa!"
Beberapa saat kemudian mereka bertiga telah berkumpul di ruang makan. Di sana tersaji beberapa macam makanan hampir gosong hasil karya Zitan.
Qingyin lalu mempersilakan Qinli untuk segera menyantap makanan itu.
"Cepat cobalah, makanan ini khusus dia buatkan sebagai ucapan terima kasih padamu."
Sementara Zitan masih mengambil satu makanan seperti ikan gosong ke atas meja makan.
__ADS_1
"Baik, kalau begitu aku harus mencobanya," ucap Qinli.
"Bu-bukan begitu, aku hanya tertarik memasak belakangan ini, jadi sekalian ingin kalian untuk mencobanya."
Untuk membuang rasa malunya, Zitan membuang muka sambil bergumam, "Kenapa kedua orang ini muncul bagai hantu, jelas-jelas mereka tidak ada di rumah tadi."
Qingyin tau adiknya sedang merajuk, oleh karena itu ia pun membelai lembut kepalanya.
"Baiklah, koki kecil kita telah bekerja keras, aku dan kakak iparmu pasti akan menghabiskan makanannya."
Qingyin mulai mengambil satu bola makanan dengan sumpitnya.
"Lumayan, dessert coklat ini kelihatannya sangat lezat," ucap Qingyin.
Dengan wajah kecewa, Zitan membetulkan pengucapan nama makanan yang baru saja diambil oleh kakaknya itu.
"Itu Xiaolongbao ...."
Sementara Qinli sedang mencoba iga gosong buatan Zitan.
Dengan wajah menahan rasa tidak enak, Qinli tetap berusaha untuk memuji hasil masakan adik istrinya itu.
"Iga asam manis ini lumayan enak juga, rasanya oke."
Lalu karena rasa penasaran akan rasanya, Zitan segera mengambil satu buah iga yang sama persis dengan yang barusan Qinli makan.
Baru secuil Zitan mencicipi dan menggigitnya, ia langsung melepehnya saat itu juga.
"Apa beneran ini enak? Ini sangat asam loh!" ucap Zitan dengan wajah masam.
"Aku suka makan yang asam," ucap Qinli sambil terpejam.
"Ba-bagus kalau kau suka," ucap Zitan yang merona karena pujian Qinli.
Lalu Zitan mulai meminta sesuatu pada kakaknya.
"Ngomong-ngomong Kak, aku benar-benar sangat bosan di rumah, beberapa hari ini aku ingin keluar mencari udara segar."
"Lukamu baru saja pulih, aku khawatir kalau kau keluar seorang diri, aku juga harus menjaga ayah dan ibu sore ini ...." ucap Qingyin khawatir.
Lalu Qingyin mulai melihat Qinli yang sedang asyik makan.
"Kalau tidak, minta kakak iparmu untuk menemanimu jalan-jalan saja."
Zitan pun menoleh pada Qinli.
"Yeay, hidup kakak!" ucap Zitan sangat bahagia sambil memeluk kakaknya.
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...