
Merasa jika langkah penyelamatan pada Qingyin gagal, membuat Qinli berpikir keras dan menganalisis semuanya kembali. Ia membaca kitab untuk memastikan jika langkahnya sudah benar saat ini.
"Namun, kenapa Qingyin masih belum bangun?"
"Apakah aku melakukan kesalahan dalam meracik pil?" tanya Qinli di dalam hati.
Namun, sebuah keajaiban terjadi ketika Qinli membuka kitab rahasia miliknya Qingyin menoleh dan membuka salah satu matanya ke arah sang suami.
"Idiot!" ucap Qingyin dengan tersenyum manis.
"Tidak mungkin ada kesalahan, aku meraciknya sesuai dengan takaran dalam formula pil ...."
Qinli tiba-tiba saja menoleh ke arah istrinya yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur.
"Jangan-jangan kekuatan spiritualnya tersangkut di titik Ji Quan?"
Tanpa ragu-ragu Qinli segera menyentuh area ketiak sang istri. Tidak begitu lama Qingyin tertawa terbahak-bahak karena ulah suaminya, Qinli.
"Ha ha ha ...."
Mengetahui jika Qingyin mempermainkan dirinya, Qinli segera memegang tubuh Qingyin.
"Kau mempermainkan aku?" tanya Qinli dengan tersenyum.
Sementara itu Qingyin ketakutan saat Qinli mulai mendekatinya dengan tatapan penuh cinta dan mencondongkan wajahnya tepat ke ayah Qingyin.
"Ka-kau mau apa ...."
"Hm, aku mau ...."
Tiba-tiba saja Qinli mencium istrinya. Kerinduan yang terpendam selama beberapa Minggu membuatnya tidak bisa menahan rasa rindu pada kekasih halalnya.
Qinli adalah tipe suami yang setia. Tidak pernah bisa menghianati ikatan suci pernikahan. Meskipun banyak wanita cantik mengejarnya, cintanya hanya untuk Qingyin seorang.
__ADS_1
Sama halnya dengan Qingyin yang awalnya membenci Qinli karena merasa ia tidak berguna dan hanya menjadi beban keluarga. Akan tetapi ketika ia berhasil mengubah keadaan, Qinli semakin bersinar dan membuat Qingyin benar-benar mencintainya.
Ciuman keduanya sebagai lambang cinta mereka masih bersemi dan terjaga sampai saat ini. Sayang, di saat keduanya sedang menumpahkan rasa rindu, pintu kamar Qinli terbuka.
"Li'er semuanya baik-baik saja, 'kan? Kenapa dari tadi hening sekali?" ucap Ibu Qinli saat berhasil membuka pintu untuk pertama kali.
Ayah dan Ibunya seketika membeku ketika melihat putra-putrinya sedang bercumbu. Begitu pula dengan Qinli dan Qingyin yang malu karena keduanya kedapatan sedang bercumbu.
Dengan cepat Ibu Qinli segera meminta maaf dan pergi dari ruangan itu.
"Ka-kalian sedang sibuk, ya ... kalau begitu, kami keluar dulu, ya ...."
Sementara itu di dalam hati Ibu Qinli ia bersyukur karena sebentar lagi akan mempunyai cucu.
"Sepertinya sebentar lagi aku akan mempunyai cucu," ucapnya di dalam hati.
Ibu Qinli menaruh obat di atas meja, sedangkan ayahnya mengatakan sesuatu pada Qinli.
Mendengar hal itu Qinli segera menahan kedua orang tuanya agar tidak segera pergi.
"Ayah, ibu, sebentar ...."
Qinli melihat ke arah lilin di atas meja, lalu mulai bercerita tentang semuanya.
"Ternyata kau sudah melalui banyak hal dalam beberapa waktu ini ...."
"Sekarang aku sudah berada di alam reinkarnasi dan sebentar lagi akan menyelamatkan Zitan.
Qingyin menepuk bahu suaminya, "Ya, aku percaya padamu, kau pasti bisa menyelamatkan Zitan."
"Aku tidak menyangka jika di luar bumi masih ada dunia yang begitu ajaib dan ada banyak alam yang lebih kuat dari alam dewa!" ucap Ayah Qinli tidak percaya.
Sesaat kemudian tubuh Qinli bercahaya, tentu saja ia begitu terkejut dengan hal itu.
__ADS_1
"Kenapa sajak perjanjiannya mengapung keluar?" tanya Qinli tidak percaya.
Ternyata simbol teratai yang berada di dada Qinli mengepung keluar dan menampakan wujudnya lalu terkoneksi dengan tubuh Qingyin. Begitu juga dengan Si Putih yang tiba-tiba melayang di udara ketika orang tersebut terkoneksi satu sama lain. Qingyin juga terkejut karena alam Dewi yang berada di tubuhnya juga ikut keluar.
"Apa yang terjadi, Qingyin kau tidak apa-apa, 'kan?"
Qingyin melihat ke atas, di mana Si Putih ikut mengapung karena hal ini.
"Aku baik-baik saja, aku merasa ada semacam koneksi dengan binatang peliharaanmu itu ...." ucap Qingyin.
"Koneksi?" tanya Qinli di dalam hati.
Tiba-tiba saja Si Putih tersedot masuk ke dalam tubuh yang mengakibatkan ia sedikit lemas dan hampir terjatuh. Kedua bola mata Qingyin terbuka lebar karena kejadian yang begitu cepat.
Qinli ikut panik dan menopang tubuh istrinya yang hampir limbung itu.
"Qingyin!" teriaknya.
Seketika Qinli langsung memeriksa area nadi di tangannya.
"Untung saja tidak terluka. sepertinya ada hubungannya dengan wanita yang berada di dalam tubuh Qingyin."
Qinli meletakkan tangannya ke arah kening Qingyin. Lalu setelahnya ia mulai masuk ke dalam alam bawah sadar istrinya itu.
"Keluarlah! Seharusnya lukamu sudah pulih!" teriak Qinli.
YING
Qinli menoleh ke arah sumber suara.
"Kenapa Si Putih bisa muncul di sini?"
"Jangan-jangan dia punya hubungan dengan Si Putih?"
__ADS_1