
Belum sempat mengetahui kejadian sebenarnya, tangan Wei Nuannuan dipegang dan mulutnya sudah dibekap oleh seseorang. Ternyata mereka adalah duo Xiong. Niat mereka hanya untuk melindungi nona besarnya agar tidak kenapa-napa. Apalagi situasi saat ini sudah terlalu genting.
"Nona besar, jangan mendekat ke sana! Kau akan ketahuan!" ucap Xiong Da pada Wei Nuannuan.
Sementara tentara tersembunyi yang lainnya masih memeriksa sekelilingnya. Memastikan tidak ada Keluarga Wei yang selamat.
"Cek lebih teliti lagi, jangan lepaskan satu orang pun yang ada di sini!" teriak mereka.
Saat itu juga Xiong Da dan Xiong Er berusaha untuk mengajak Wei Nuannuan pergi meninggalkan tempat itu.
"Musuh terlalu kuat! Nona besar, kami akan melindungimu untuk keluar dari sini!" ucap salah satu dari mereka sambil menarik lengan Wei Nuannuan.
"Tapi kakak masih ada di sini!"
Wei Nuannuan tampak tidak mau meninggalkan kakaknya sendirian di tempat itu.
Salah satu kekuatan terbesar duo Xiong adalah berlari secepat kilat. Maka dari itu tanpa menunggu persetujuan dari nona besarnya, mereka langsung membawa Wei Nuannuan pergi dari tempat itu. Beruntung, tidak ada prajurit dari Keluarga Tersembunyi yang melihat mereka.
...~π~π~π~...
"Pemimpin keluarga sudah tidak tertolong lagi!"
Di dalam kamarnya Wei Kaiyuan masih tidak terima jika dirinya disekap saat ini. Terlebih harusnya mereka membalas dendam pada Qinli bukan kepada dirinya.
"Hebat sekali kau, Zhu Gey! Aku kira kalian akan pergi melawan Qinli, tidak disangka kau menyerang Keluarga Wei terlebih dahulu," ucap Wei Kaiyuan.
Kedua pemimpin Keluarga Tersembunyi itu hanya menyeringai ketika Wei Kaiyuan berkata-kata.
"Tidak ada bedanya, itu hanya masalah waktu!"
"Setelah hari ini, tidak ada lagi yang namanya Keluarga Wei wilayah barat!"
"Tapi tenang saja, Qinli juga akan dikalahkan oleh kami! Lebih tepatnya, kami sudah mulai turun tangan!" ucap salah seorang dari mereka dengan menyeringai.
...βββ...
Saat ini Qinli sedang berada di dalam hotel tempat ia menginap. Tiba-tiba dering telepon membuyarkan konsentrasinya.
__ADS_1
"Apa katamu?" ucap Qinli khawatir.
Bagaimana tidak, istrinya terluka saat ini.
"Liang Qing, katakan pelan-pelan! Apa yang sebenarnya terjadi pada Qingyin?" ucap Qinli dengan sangat khawatir.
.
.
...βββ...
... Villa Qinli ...
"Tadi Kak Qingyin ... dia diserang orang! Aku melawan si pembunuh, tapi ...."
"Kak Qingyin sepertinya terkena racun!"
Saat Lian Qing sedang menelpon, Xin Miusi tampak sedang berjaga di sana. Sementara Qingyin terbaring lemah di atas ranjang dengan bahu sebelah kiri terluka dan penuh darah.
.
.
...βββ...
Saat ini, Nona Zhou sedang berjalan menuju kamar Qinli. Ia memakai pakaian sangat seksi kali ini.
"Komandan Qin, kali ini kau tidak akan bisa kabur!" batin Nona Zhou yang terus berjalan ke arah kamar Qinli.
Sementara di dalam kamar, Qinli sangat panik dan bersiap untuk menuju ke tempat Qingyin berada.
"Tunggu aku!" seru Qinli dari dalam kamar.
Sedangkan Nona Zhou masih berfokus pada rencananya untuk menjebak Qinli malam ini. Ia bahkan sudah menyiapkan sebuah obat untuk mereka malam ini.
"Dengan adanya bubuk gairah ini, kau pasti akan berkultivasi ganda denganku hari ini," gumamnya sambil memasukkan sebuah pil pada pakaian dalamnya.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu kamar Qinli terbuka, dan muncullah Qinli dari dalam sana.
"Tolong jaga Qingyin baik-baik!" ucap Qinli sambil berlari keluar dari kamar.
Sayang, saat itu Nona Zhou sedang berada di depan pintu kamar Qinli. Jadi saat Qinli membuka pintu kamar tadi, tubuh Nona Zhou terhempas oleh pintu kamar tersebut hingga menabrak tembok dan wajahnya terkena pintu kamar.
Bahkan hidung Nona Zhou sampai mengeluarkan darah karena terkena kerasnya pintu kamar.
"Qingyin! Qingyin! Kau hanya ingat wanita itu!" batin Nona Zhou dengan penuh amarah dan cemburu.
Nona Zhou bangkit dan menatap kepergian Qinli dengan nanar. Wajahnya terlihat sangat membenci Qingyin.
"Chu Qingyin! Kau yang memaksaku melakukan ini! Jangan salahkan aku!"
πKeesokan harinya.
...βββ...
...Rumah Sakit Bedah ...
...Plastik Pertama Huadong...
Pagi itu tekad Nona Zhou sudah bulat, ia harus bisa mendapatkan Qinli dengan cara apa pun. Bahkan jika harus menggunakan cara kotor sekalipun, Nona Zhou akan tetap melakukannya.
Ambisinya untuk mendapatkan Qinli sudah sangat besar, bahkan melebihi segalanya. Hari itu ia menemui seorang dokter untuk melakukan janji bedah plastik dengannya.
Nona Zhou memperlihatkan sebuah foto pada dokter yang dipilihnya itu.
"Buat wajahku persis seperti ini, uang bukanlah masalah, mengerti?" ucap Nona Zhou pada dokter itu.
"Baik, baik!" ucap dokter itu dengan tersenyum.
Wajah Nona Zhou sangat menyeramkan saat itu.
"Koman ... bukan, suamiku, jangan khawatir, kau akan segera mempunyai istri baru," ucap Nona Zhou sambil menyeringai.
.
__ADS_1
.
...πΉBersambungπΉ...