
"Ternyata dia bersandar pada Keluarga Zhuge, kepulangannya kali ini pasti untuk balas dendam," ucap Tetua Xia.
Setelah memberi waktu beberapa lama, akhirnya Zhuge Yi sudah bersiap untuk melawan Qinli. Lalu Zhuge Yi menunjuk ke arah Tetua Xia seolah menantangnya.
"Xia Yufei, sebagai Tetua Sekte Xuan, kenapa kau tidak mulai bertindak?"
"Apakah kau juga akan mengalah seperti para pecundang itu?"
Xia Yufei mulai terpancing amarahnya. Lalu Xia Yufei mulai maju dan mencoba melawan Zhuge Yi.
"Heh, apakah kau pantas mendapatkan pengakuan kalah dariku?" ucap Tetua Xia sambil tersenyum.
"Sekte Xuan sudah berdiri ratusan tahun, meski bukan sekte besar, tapi tidak akan pernah tunduk pada kalian!" ucapnya sambil menunjuk ke arah Zhuge Yi.
"Tidak akan tunduk pada kami? Kuberi tahu kau! Mulai hari ini, Sekte Xuan-mu akan selamanya diinjak-injak olehku!"
"Siapa yang menang dan kalah, masih belum tentu!" ucap Tetua Xia.
Melihat kemarahan di mata Tetua Xia. Sambil menyeringai, Zhuge Yi lalu mengarahkan serangannya ke arah Tetua Xia.
"TINJU SERIGALA BELA DIRI!" teriak Zhuge Yi sambil mengarahkan pukulannya.
...KRAK!...
Beruntung Tetua Xia mampu menahan serangan dari Zhuge Yi. Kedua kekuatan hebat itu saling menyerang satu sama lain. Benteng yang dibuat oleh Tetua Xia mampu menahan beberapa serangan yang diberikan oleh Zhuge Yi.
"*Ti*dak disangka, bedebah ini menjadi sangat kuat!" batin Tetua Xia.
Melihat ada satu titik kesempatan, sesaat kemudian Tetua Xia melakukan tendangan ke arah Zhuge Yi dengan cepat.
...SWOOSH ... KRAK!...
Tapi Zhuge Yi mampu menghindarinya, ia memundurkan langkahnya ke belakang. Tetapi wajah Zhuge Yi sangat menyebalkan di mata Tetua Xia, apalagi jika mengingat semua kelakuan buruknya dimasa lalu.
"Kau masih sama tempramennya seperti dulu, tapi sayangnya, aku sudah bukan orang yang sama seperti waktu itu," ucap Zhuge Yi bahagia.
"Begitu, ya?"
Sambil mengusap dagunya, Zhuge Yi menyeringai ke arah Tetua Xia.
"Kau suka di atas atau di bawah?"
Tak mau menjawab pertanyaan dari Zhuge Yi, Tetua Xia mengalihkan perhatian Zhuge Yi dengan tariannya.
__ADS_1
Tetua Xia kemudian mengunakan ilmunya, ia seolah sedang menari di depan Zhuge Yi. Melenggak-lenggok bak bidadari yang sedang menari dengan indahnya.
Bahkan bisa membuat seorang Zhuge Yi terpana. Tarian itu begitu indah dipandang, tapi di balik itu ada sebuah jurus yang tersembunyi di dalamnya.
"Menari?" ucap Zhuge Yi kebingungan.
Tapi disaat Zhuge Yi terpana akan tarian yang dibawakan olehnya, Tetua Xia langsung menyerangnya dengan serangan yang sangat kuat, membuat Zhuge Yi jatuh dan menghantam lantai dengan sangat keras.
...BAM! ... BRAK!...
Tidak hanya sampai di sana, Tetua Xia sekali lagi menendangnya hingga tubuh Zhuge Yi melambung ke angkasa. Tetua Xia bahkan membuatnya babak belur dengan semua jurusnya yang ia lakukan secara berulang-ulang.
Sama sekali tak memberikan lawannya kesempatan untuk menyerang balik. Sampai akhirnya Zhuge Yi, terluka di beberapa bagian tubuhnya.
Qinli bahkan dibuat kagum dengan kekuatan Tetua Xia yang tersembunyi.
"Tidak disangka, Xia Yufei bisa memukul Zhuge Yi level master sampai seperti itu, sepertinya aku terlalu meremehkan dia," batin Qinli.
Sambil mengusap lukanya, Zhuge Yi masih mempunyai akal lain. Dengan segera ia mengeluarkan jurus racun rahasianya tanpa sepengetahuan Tetua Xia.
"Ternyata kekuatanmu sudah meningkat pesat dibandingkan waktu itu, lumayan menarik. Namun, hehehe ...."
Di saat itu pula racun serangga milik Zhuge Yi sudah siap untuk menyerang Tetua Xia. Hingga benar saja, sesaat kemudian ia menyerang Tetua Xia dengan cara tersembunyi.
"Meskipun seorang prajurit level puncak master, juga tidak akan mampu menahan racun serangga unikku ini."
"Aku bisa menghabisimu hanya dengan menggerakkan jari-jariku."
Tetua Xia sudah mulai hampir kehilangan kesadarannya. Ia pun duduk terjatuh. Dari arah samping, Zhuge Yi bersiap untuk melakukan langkah terakhir yaitu menghabisi Tetua Xia saat ini juga.
"Matilah!" teriaknya sambil menyiapkan satu pukulan untuknya.
Beruntung Qinli datang tepat waktu. Ia menghalau serangan itu dengan kekuatan miliknya. Dalam setengah kesadarannya, Tetua Xia masih bisa melihat saat Qinli melindunginya.
"Tuan, Qin!"
Qinli menoleh, "Tetua Xia, kau tidak apa-apa, 'kan?"
"A ... ku baik-baik saja!" ucapnya.
Tapi Qinli melihat hal lain di sana. Ia melihat keadaan Tetua Xia yang sudah dalam keadaan kritis.
"Gawat! Racun serangga sudah masuk ke titik Tianji-nya! Aku harus menghilangkan racun itu dengan jarum perak, jika tidak ia akan ...."
__ADS_1
"Yo! Bukankah kau Master Qin yang mengalahkan Sekte Sanhetang! Kenapa? Kau sudah tidak sabar untuk mati?"
Tak menghiraukan ucapan Zhuge Yi, Qinli lebih memilih untuk membawa Tetua Xia pergi dan menyelamatkannya lebih dulu. Sambil menggendong Tetua Xia, Qinli menoleh dan memperingatkan Zhuge Yi.
"Nyawamu! Akan ku renggut nanti!" seru Qinli.
"Hahaha! dasar pecundang, semuanya pecundang, apa masih ada yang ingin melawanku?" tanya Zhuge Yi sambil tertawa senang sekaligus mengejek pada semua orang yang hadir di arena pertandingan itu.
Sudah pasti di barisan penonton, banyak orang yang berbisik-bisik di sana. Terlihat sekali kecemasan diantara mereka.
"Pulau Selatan kali ini pasti akan habis!"
"Walau bocah yang menyelamatkan Xia Yufei tadi naik melawannya, juga pasti akan mati."
...⚜⚜⚜...
...Ruang istirahat...
"Kau istirahat di sini dulu," ucap Qinli setelah selesai mengobati Tetua Xia.
Ia baru saja selesai mengobati Tetua Xia dan mengeluarkan racun dalam tubuhnya. Reflek tangan Tetua Xia menggenggam jaket Qinli untuk memohon sesuatu.
"Tuan Qin, meski aku merasa sangat menyulitkanmu, tapi ini berkaitan dengan keamanan Sekte Xuan bahkan seluruh Pulau Selatan, aku mohon padamu ...!"
Tetua Xia tampak khawatir dan cemas akan nasib orang-orang di Pulau Selatan jika sampai Qinli kalah. Hingga ia hanya bisa mengandalkan satu harapan terakhirnya pada Qinli.
Wajah Qinli tampak menahan amarah, apalagi Keluarga Zhuge juga telah berani mengusik istrinya Qingyin.
"Walau kau tidak memohon padaku, aku juga akan melawan Keluarga Zhuge ini. Keluarga Zhuge telah menyakiti orang-orangku, sudah saatnya membuat perhitungan dengan mereka!" ucap Qinli berapi-api.
"Ah?" ucapnya tersipu.
"Dia bilang aku adalah orangnya?" batin Tetua Xua yang sudah tersipu malu.
Ia beranggapan jika dirinya adalah orang istimewa di hati Qinli. Bahkan di dalam angannya ia memimpikan jika dirinya sedang menghadapi pernyataan cinta dari Qinli.
"Yufei, aku sangat mencintaimu," ucap Qinli.
"A ... aku ...." ucap Xia Yufei terbata.
Sungguh sebuah bayangan yang manis bukan, jika itu tadi adalah sebuah kenyataan, bukan sebatas impian di hati Yufei seorang.
.
__ADS_1
.
...🌹Bersambung🌹...