
"Benar-benar sial! Baru keluar sudah bertemu dua orang tidak waras itu!" omelnya sambil pergi.
Setelah lelaki itu pergi, Jiangjun langsung memuji Qinli.
"Bos, kau terlalu rendah hati. Kalau aku jadi dirimu, kakinya itu pasti akan aku buat jadi cacat!" seru Jiangjun.
"Aku juga lupa kau seorang prajurit," seru Qinli sambil menepuk bahu Jiangjun.
Sementara itu resepsionis di belakang Qinli sibuk mematahkan payung-payung itu.
"Pak Yu ini sepertinya ada hubungannya dengan Yu Quanxing ...." ucap Qinli.
"Akan ku selidiki dia ...." ucap Jiangjun.
Sesaat kemudian, Jiangjun memperlihatkan ponselnya pada Qinli.
"Aih, Bos, coba baca berita ini!" ucap Jiangjun sambil mengarahkan ponsel ke arah Qinli.
..."Geng Serigala Langit diundang ke kompetisi bela diri di Pulau Selatan."...
Begitulah isi berita terkini yang ditunjukkan Jiangjun pada Qinli.
"Tidak disangka akan bertemu dengannya di sini!" ucap Qinli senang.
Sementara itu, setelah mematahkan semua payung, resepsionis itu bergumam sendiri.
"Bukankah Pak Yu seorang prajurit? Kenapa dia lebih lemah dariku?"
Begitu banyak pertanyaan yang hinggap di kepala resepsionis itu. Hingga membuatnya semakin kebingungan.
.
.
Sementara itu Qinli dan Jiangjun pergi menemui ketua Geng Serigala Langit di sebuah hotel.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka jika Kak Gao juga berada di Pulau Selatan ini," sapa Qinli ramah.
"Benar, aku juga tidak menyangka bisa bertemu denganmu di sini. Aku ke sini karena Geng Serigala Langit ingin memperluas pasukannya di pulau selatan ini. Lalu, bagaimana denganmu?"
"Aku datang dengan Tuan Jiang untuk menonton kompetisi bela diri," ucap Qinli.
"Ternyata begitu, karena kalian sudah datang, akan kuceritakan sedikit mengenai keadaan di sini," ucap Kak Gao.
Pulau Selatan ini mempunyai dua pasukan besar,
yaitu Sekte Sanhetang dan Sekte Xuan.
"Kali ini, Sekte Sanhetang mengadakan kompetisi seni bela diri dan secara terbuka mengumumkan bahwa kandidat paling hebat dapat bergabung dengan mereka. Mereka hanya ingin menarik orang-orang berbakat untuk menekan Sekte Xuan."
"Jadi banyak kultivator hebat dan sekte kecil yang sangat tertarik. Selain Sekte Xuan, hampir seluruh sekte kecil dan besar di Pulau Selatan ikut berpartisipasi."
"Geng Serigala Langit datang ke Pulau Selatan untuk berkembang, jadi mau tidak mau harus menjalin hubungan dengan Sekte Sanhetang."
"Oleh karena itu, kami ingin berpartisipasi di kompetisi ini untuk menunjukkan kekuatan kami," ucap Kak Gao dengan serius.
"Aku juga adalah anggota Geng Serigala Langit, dan belum pernah memberikan kontribusi apapun, kali ini biarkan aku bertanding dengan sekte Sanhentang ini."
Mendengar hal itu, Kak Gao sangat bahagia, ia pun mengungkapkan rasa bahagianya saat ini. Kak Gao memegang bahu Qinli.
"Bagus sekali! Dengan keikutsertaanmu akan menambah kekuatan Geng Serigala Langit berkali-kali lipat."
"Dengar-dengar, kau sudah mencapai level master, kompetisi kali ini akan mengandalkanmu sepenuhnya."
"Bukankah aku juga anggota Geng Serigala Langit?" ucap Qinli dengan tersenyum.
"Hmph! Apa maksudmu mengandalkanku sepenuhnya?"
"Madsudmu kami dua bersaudara tidak berguna?" ucap salah seorang laki-laki berkepala botak berbaju hijau.
Lalu kembarannya yang memakai baju orange juga ikut berkomentar.
__ADS_1
"Anak muda ini kelihatannya berusia dua puluh tahun, dan masih belum kaya pengalaman, kenapa tugas sepenting seperti ini diberikan padanya?"
Kak Gao menyadari bahwa ada kesalahan pahaman di sini, maka dari itu ia pun meminta maaf pada kedua kembar itu.
"Aku yang salah bicara! Maksudku bukan seperti ini, mohon maafkanlah aku!" ucap Kak Gao meminta maaf.
Qinli yang penasaran pun segera bertanya pada Kak Gao, "Mereka berdua adalah ...."
"Mereka adalah dua bersaudara Liu dari Sekte Shequan, petarung yang secara khusus diundang oleh Geng Serigala Langit. Jika kekuatan mereka digabung, akan sama seperti puncak level master, luar biasa kuat!" terang Kak Gao.
"Iya, karena Tuan Gao begitu memandang tinggi dirimu, maka tunjukkan kekuatan yang kau punya," tantang Liu yang memakai pakaian warna orange.
Sementara Liu yang memakai pakaian berwarna hijau juga turut berkomentar.
"Tidak ada gunanya jika hanya debat di mulut saja,
sepertinya kita harus berduel sambil bertukar pikiran."
"Bisa mendapatkan pengakuan dari Tuan Gao saja aku sudah sangat puas, aku tidak berani mempermalukan diri sendiri," ucap Qinli dengan sopan.
Tapi hal mengejutkan terjadi, saat bertemu tadi tingkah mereka sangat terlihat kejam dan bengis tapi saat ini mereka bertingkah seperti wanita yang kemayu.
"Kakak, kita tidak boleh mengekspos kekuatan kita segampang itu, jika tidak akan menakuti anak itu," ucap Liu yang berbaju orange.
"Hehehe, benar katamu!" ucap yang berbaju hijau dengan gemulai.
Tentu saja hal itu membuat Qinli sedikit meragukan kekuatan mereka.
"Apakah mereka berdua benar-benar prajurit sejati?" tanya Qinli dalam hatinya.
.
.
...🌹Bersambung🌹...
__ADS_1