
Bukannya dapat melawan Qinli, Tetua Liu justru terpental karena sebuah serangan yang datang secara misterius.
...BAM...
Rupanya serangan itu mampu membuat kepala Tetua Liu sampai masuk ke dalam tanah karena ia jatuh menelungkup. Bukan hanya Qinli yang terkejut dengan hal itu, Nona Ling'Er dan ketiga prajurit juga sama terkejutnya.
Beberapa saat kemudian Nona Ling'Er teringat akan sesuatu. Ia mengepalkan salah satu tangannya dan memukul ke telapak tangannya.
"Aku ingat di sini adalah tempat aku mengubur pil pelepas energi spiritual."
"Tidak disangka pil ini punya kegunaan yang begitu luar biasa."
Nona Ling'Er lalu menatap ke arah Qinli dan menanyakan kenapa Qinli datang mencarinya.
"Oh ya, Guru, kenapa kau datang ke sini?"
Qinli mengarahkan jari jempolnya ke arah belakang tepat dimana ketiga prajurit itu berdiri.
"Tiga orang ini memberitahuku bahwa ada air mata spiritual hidup dan mati di sini, jadi aku bergegas ke sini dan kebetulan melihat tua bangka ini punya rencana jahat."
"Seharusnya jurang yang ada di depan itu adalah tempat di mana mata air spiritual berada."
Sontak saja kedua bola mata Nona Ling'Er membola.
"Harta karun di dalam sini adalah mata air spiritual hidup dan mati?" tanya Nona Ling'Er dengan raut wajah terkejut.
Belum sempat keterkejutan mereka terhenti sudah muncul Xuan Zhan dengan menunggangi kuda bersayap emas miliknya.
"Sekumpulan bajingan!" gertaknya dari angkasa.
Qinli yang menatapnya bisa menyimpulkan jika orang yang datang saat ini mempunyai kekuatan spiritual sangat hebat.
__ADS_1
"Kekuatan spiritualnya hebat sekali!"
Xuan Zhan menatap ke arah Qinli dengan raut wajah yang penuh dengan kemarahan.
"Kau yang sudah membunuh putraku?"
Sejenak Nona Ling'Er tahu siapa yang datang itu.
"Itu Xuan Zhan, Tetua Sekte Misterius!"
Sementara itu Qinli sedang mengamatinya.
"Gawat ... kekuatan orang ini sudah bukan lagi alam hidup dan mati biasa," gumam Qinli di dalam hati.
Xuan Zhan mengetahui status Nona Ling'Er maka dari itu ia memperingatkannya agar menyingkir dan menjauh dari Qinli.
"Pergi! Awasi Nona Ling'Er!"
Sontak saja ketiga prajurit bawahannya membungkuk hormat, "Baik, Tetua!"
Saat Nona Ling'Er hendak melarikan diri, tetapi sayang ia terlambat. Dinding pembatas sudah dibuat oleh Xuan Zhan. Ia bahkan sudah menabraknya.
"Aduh!"
Hal itu membuat Xuan Zhan marah besar.
"Sudah membunuh putraku masih ingin lari?" ucap Xuan Zhan penuh amarah.
Tidak perlu menunggu waktu lebih lama lagi, kini Xuan Zhan mengeluarkan kekuatan spiritual miliknya.
...HIAT...
__ADS_1
Beruntung Qinli sudah melindungi dirinya dengan sebuah kubah.
"Bahkan lingkungan di sekitar sini dipengaruhi oleh kekuatan spiritualnya ...."
Seketika pemikiran Qinli berubah.
"Jangan-jangan ... dia sudah mencapai alam dominasi?"
"Tekanan yang begitu kuat!"
Benar saja sesaat kemudian, rupanya serangan dari Xuan Zhan mampu membuat dinding pertahanan dari Qinli hancur. Ia bahkan sampai memuntahkan darah.
"Puft!"
Tiba-tiba saja langit berwarna merah kelam. Seolah-olah menggambarkan kemarahan dari Xuan Zhan yang sudah kehilangan putra satu-satunya.
"Pembalasan dendamku baru saja dimulai, kau tidak boleh mati begitu saja."
Saat Qinli hendak bangun, rupanya kakinya tidak bisa bergerak. Kekuatan Xuan Zhan mampu membuat Qinli tidak berkutik.
"Tu ... tubuhku tidak dapat bergerak ...."
Belum sempat ia menyerang, Qinli sudah diserang lagi.
...BAM!...
Tubuhnya sampai terpental jauh membentur dinding gunung. Bukan hanya membentur tetapi serangannya mampu membuat Qinli menembus dinding gunung sampai lapis berikutnya.
...**BAM! ...
...DHUAR! ...
__ADS_1
...DHUAR**...
..."Uhuk uhuk~ serangannya luar biasa kuat! Aku nyaris mati!"...