MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 166


__ADS_3

Ternyata gadis itu membawa Qinli untuk berkeliling. Namun, karena penampilan mereka sangat berbeda dengan Qinli, membuat Qinli seolah hidup di dalam sebuah drama kolosal.


"Serasa seperti hidup di dalam sebuah drama," ucap Qinli.


"Apa?" tanya gadis itu.


Qinli yang merasa telah salah salah berucap menjadi bingung ketika gadis itu menanyakan hal tadi.


"Seharusnya aku tidak mengatakan hal itu," gumam Qinli.


"Itu semacam teknologi tempat asalku."


"Sepertinya tempat asalmu lumayan menarik. Kalau ada kesempatan, aku juga ingin sesekali pergi berkunjung," ucap gadis itu sambil memakan camilan yang ia beli di pinggir jalan.


Lalu dari arah belakang ada tiga orang laki-laki berpakaian kuno, yang melihat Qinli bersama gadis pujaannya. Mereka seperti salah seorang Tuan Muda dengan dua pengawal di belakangnya. Tentu saja hal itu memercik cemburu di hati lelaki tersebut.


"Bukankah itu Feifei?" ucap Tuan Muda itu.


"Siapa pria itu?"


Apalagi Qinli terlihat sangat akrab dengan Feifei hingga membuatnya cemburu. Lelaki itu hendak mendekati Qinli tetapi di tahan oleh temannya.


"Sepertinya pria itu berasal dari daratan sampah yang telah membunuh salah satu murid dari Keluarga Gu."


Tuan Muda tersebut menyeringai jahat.


"Bagus, ini saatnya untuk balas dendam."


Sesaat kemudian mereka mulai mengapa Qinli.


"Yo, bukankah ini Nona Besar Qiao?" sapa salah satu pengawal.


"Kebetulan sekali! Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan Anda di sini," ucap salah satu pengawal Tuan Muda tersebut.


Tiba-tiba dari arah belakang salah satu pengawal tersebut memukul bahu pengawal yang barusan menyapa Nona Qiao.

__ADS_1


"Perhatikan ucapanmu, dia adalah istri kesembilan Tuan Muda kita!"


Akan tetapi ucapan salah satu pengawal tadi membuat Feifei marah. Ia langsung berbalik dan menggertak kedua pengawal tadi.


"Siapa istri kesembilan yang kalian bilang! Seumur hidupku, aku tidak akan pernah menikah dengan Gu Xing!" gertaknya penuh amarah.


Tentu saja hal itu membuat kedua pengawal tadi ketakutan melihat kemarahan Feifei. Qinli yang mendengar hal itu merasa miris dengan kebiasaan di daratan itu.


"Istri kesembilan? Poligami?" batin Qinli.


Tuan Muda tersebut mendekati Feifei.


"Jangan berkata seperti itu. Apakah aku tidak sebaik pria cantik yang berada di sampingmu itu?" ucap Gu Xing.


Gu Xing adalah Tuan Muda Keluarga Gu, salah satu dari empat Keluarga Besar di Kota Tianyong.


"Dia datang dengan maksud tidak baik!" batin Qinli ketika melihat kedatangan Tuan Muda Gu.


Saat ini di salah satu tangan bagian kanan Qinli yang ia sembunyikan di belakang tubuhnya, ia mempersiapkan tiga buah jarum akupuntur untuk berjaga-jaga.


"Terlebih lagi, kau tidak berhak memutuskan untuk tidak menikah denganku!"


"Kau mau apa?" tanya Feifei ketakutan.


Saat tangan kanan Tuan Muda Gu hendak menyentuh Feifei, tangan kiri Qinli menahannya.


"Bisakah kau sadar sedikit?" gertak Qinli.


"Kau ini siapa? Beraninya mencampuri urusanku!" ucap Tuan Muda Gu.


Kedua pengawal di belakang Tuan Muda Gu bersiap untuk menyerang Qinli. Benar saja sesaat kemudian mereka menyerang Qinli.


"Nyalimu besar sekali!" teriak kedua pengawal itu.


Feifei yang melihat hal tersebut sontak berteriak untuk memperingatkan Qinli, "Awas!"

__ADS_1


Hanya dalam sekejap saja, Qinli sudah menghajar kedua pengawal tersebut.


...BUGH...


...BUGH...


Kedua pengawal tersebut terlempar ke belakang karena tidak bisa menghadapi Qinli. Melihat kedua pengawalnya terkapar, Tuan Muda Gu marah besar.


"Beraninya kau melawanku? Sudah bosan hidup, ya?" gertak Tuan Muda Gu penuh amarah.


Feifei kemudian berdiri di depan Qinli untuk melindunginya.


"Bagaimana pun, di sini adalah wilayah Keluarga Qiao. Kalau kau tidak ingin bertemu dengan kakakku, segera pergi!"


Anehnya Tuan Muda Gu mengikuti ucapan Feifei. Ia berbalik dan sebelum pergi mengingatkan Qinli akan sesuatu hal.


"Demi Feifei, aku melepaskanmu. Namun, lain kali, kau tidak akan seberuntung ini lagi!"


"Hmph! Ayo kita pergi!"


Salah satu pengawal itu masih berani menggertak Qinli, "Tunggu saja kau, bocah!"


"Sungguh pria menyebalkan!" ucap Feifei bersungut-sungut.


"Uhuk ... No ... Nona Qiao ...."


Ternyata Qinli kembali muntah dar*h. Hal tersebut membuat Nona Qiao panik dan mengusap bibir Qinli dengan sapu tangan miliknya.


"Bukankah kau tadi baik-baik saja?" ucapnya khawatir.


"Tidak apa-apa, lukaku--"


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2