
"Begitulah kejadiannya, tidak tahu apakah kalian bersedia membantuku atau tidak," ucap Qinli terkesan pasrah.
Tidak disangka anak buah Qinli yaitu Nona Liang Qing berdiri dari tempat duduknya untuk pertama kali. Ia begitu bersemangat untuk membantu Qinli dan menyuarakan suaranya.
"Aku akan turuti perkataan Bos!" ucapnya dengan suara lantang.
"Aku juga! Urusan BOS adalah urusanku!" ucap Tuan Muda Xu bersemangat.
"Benar!" Tuan Muda Jiang ikut menimpali.
Ternyata Tuan Muda Jiang bersedia turut membantu Qinli. Begitu pula dengan Nona Liu juga bersedia untuk membantu Qinli.
"Jarang adik kecil meminta bantuan kakak, kakak pasti membantumu!" ucapnya dengan gaya centil Nona Liu.
"Dokter Qin, sudah sangat baik kepada keluargaku, tentu saja aku akan membantu," ucap Nona Muda Xu penuh rasa hormat.
Nona Wei Nuan-nuan memang selalu bersemangat ketika Tuan Jiang pergi, apalagi hal itu untuk membantu Qinli.
"Kemanapun Jiang Jun pergi, aku akan ikut."
Keponakan Nona Liu juga bersiap untuk membantu Qinli setiap waktu.
"Aku ingin melihat daratan tersebut dan penasaran apakah orang-orang di sana benar-benar sehebat itu."
Qinli merasa bahagia karena semua orang bersedia membantunya. "Terima kasih, semuanya."
Tiba-tiba saja Tuan Muda Xu mencondongkan tubuhnya ke arah Qinli. Ia berbisik kepada Qinli, "Ngomong-ngomong, apakah semua murid wanita yang ada di sekte bumi cantik-cantik? Kau bilang daratan besar Kuno itu menerapkan aturan poligami, ya. Kalau begitu, kakak keduaku ...."
Belum selesai Tuan Muda Xu berbicara dengan Qinli, tiba-tiba saja Nona Muda Xu menjewer telinga adiknya hingga membuat Tuan Muda Xu kesakitan.
"Cepat pergi latihan! Katanya mau membantu!" teriak Nona Muda Xu bersungut-sungut.
__ADS_1
"Aduh! Kak, aku salah!" jerit Tuan Muda Xu sambil memegangi telinganya yang begitu panas akibat ulah kakak perempuannya.
Tidak berapa lama kemudian mereka segera berlatih dengan sistem yang diatur oleh Qinli. Sebuah domain yang begitu besar menghantam langit ketika Qinli mulai mengadakan pelatihan kepada para prajurit di bawah kepemimpinannya.
Di sela-sela kegiatan pelatihan tersebut Qinli masih memberikan wacana kepada teman-temannya tersebut agar tidak mengalami cedera saat berlatih.
"Gravitasi daratan kuno berbeda dengan bumi, kalian harus beradaptasi dulu dengan lingkungan bertekanan tinggi ...."
"Kalau tidak tahan bilang padaku, jangan dipaksakan!"
Qingyin melihat para prajurit tampak kelelahan.
"Hanya berdiri di tempat saja, prajurit sudah kehilangan kemampuan bergerak."
Qinli melihat ke arah Tuan Muda Jiang dan Tuan Muda Xu terlihat menggunakan banyak kekuatannya sehingga terlihat kelelahan.
"Sepertinya mereka terlalu banyak menggunakan kekuatan."
Beberapa saat kemudian domain yang menghantam langit itu dikembalikan ke dalam tubuh Qinli. Pelatihan hari itu dinyatakan selesai karena para prajurit terlihat sangat kelelahan dan tidak mampu mengimbangi kekuatan yang diberikan oleh Qinli barusan.
Hosh ... Hosh ....
"Kalian sudah menghabiskan banyak kekuatan kalian, makanlah beberapa pil untuk pemulihan kekuatan ...."
Satu persatu prajurit tersebut menerima pil yang diberikan oleh Qinli.
"Bos, meski domain ini sangat kuat, tapi asalkan aku tidak dekat denganmu, aku akan baik-baik saja 'kan?" tanya Tuan Muda Xu.
"Bagaimana kalau ini?" tanya Qinli.
Sesaat kemudian Qinli mulai menerbangkan dirinya ke angkasa ia mengeluarkan domain miliknya yang sangat besar tersebut.
__ADS_1
"A ... apakah ini kekuatan domain?"
Setelah melihat beberapa prajuritnya yang telah pulih dari kelelahannya maka Qinli memulai pelatihannya kembali. Ia sengaja melatih para prajurit tersebut dengan waktu yang sangat cepat karena memang kondisinya sangat genting.
"Baiklah, kalian semua sudah lumayan pulih, mari kita lanjutkan pelatihan kita!" ajak Qinli.
WUSH ....
Tiba-tiba saja Si Putih melihat ke arah langit. Menyadari jika ada bahaya yang mengancam maka Si Putih bereaksi. Ia terlihat menggertakkan giginya hingga bulu-bulunya berdiri.
"Kau kenapa?" tanya Qingyin dengan nada terkejut.
Sorot mata Qinli memicing ke arah yang ditunjukkan oleh Si Putih.
"Ada sesuatu yang datang?" gumam Qinli.
Melihat tatapan Qii yang serius Tuan Muda Xu menanyakan hal tersebut kepadanya.
"Bos, kau lihat apa?"
Beberapa saat kemudian muncul sebuah benda yang meluncur dari langit dengan kecepatan super cahaya. Sangat cepat dan mampu membuat sebuah hantaman maha besar di sana.
"Apa ini?" tanya Tuan Muda Xu dengan sangat terkejut.
Ia bahkan terjatuh hingga terduduk di depan Qinli.
"Sa-sapu?" tanya mereka keheranan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama sapu lidi tersebut terjatuh tepat di hadapan Tuan Muda Xu, Qinli, Si Putih dan juga Qingyin..
Pletak
__ADS_1
"Bos, apakah ini senjata rahasiamu?" tanya Tuan Muda Xu dengan nada kepo.
"Ya, benar sekali!" ucap Qinli dengan wajah masa bodoh.