MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 216


__ADS_3

Tuan Lei memang licik, merasa jika dirinya tidak mampu menghadapi Qinli. Tuan Lei memegang kepala prajurit wanitanya untuk menyerap energi spiritual miliknya.


"Sudah waktunya kau mengorbankan nyawamu!"


"Hanya saja tubuhmu yang sempurna ini sangat disayangkan."


Ternyata Tuan Lei mempunyai aura yang sama jahatnya dengan energi yang pernah ditemukan Qinli beberapa waktu yang lalu. Dari kejauhan Qinli bisa membaca hal itu.


"Bukankah ini ... energi jahat yang sama dengan pria dari Keluarga Wei?"


"Tidak hanya kekuatan spiritual ... sepertinya jiwa wanita itu juga diserap olehnya."


"Aku harus bergerak duluan."


Tidak membutuhkan waktu yang lama Qinli langsung menggerakkan kekuatannya dan langsung dikerahkan serangannya menuju ke arah Tuan Lei. Sesuai dengan dugaan Qinli ternyata Tuan Lei memperkuat kekuatan energi spiritualnya dengan menyerap energi yang dimiliki prajurit wanitanya.


Terlihat prajurit wanitanya tersebut wajahnya menjadi kurus kering karena terserap energi spiritualnya. Semakin lama semakin habis dan hanya bersisa tulang tengkoraknya.


Sementara itu armor milik Tuan Lei bertambah kuat dan bisa menahan serangan yang diberikan oleh Qinli. Pada saat yang sama Tuan Lei juga memegang pedang. Bersiap untuk menyerang Qinli dengan kekuatan miliknya.


"Jangan harap kau bisa meninggalkan tempat ini hidup-hidup!" gertak Tuan Lei dengan nada sombong.


Ternyata kekuatan yang ditujukan Qinli kepada Tuan Lei, bukanlah kekuatan sembarangan. Ia justru mengeluarkan kekuatan Dewi teratai miliknya. Kekuatan yang bisa melumpuhkan semuanya dalam sekali waktu.


Serangan Qinli yang berwarna hijau muda itu kemudian retak dan pecah. Dari dalam sana muncul seorang patung Dewi yang berada di dalam tubuh Qingyin dengan posisi duduk bersila dan mata terpejam.


"Huh! Luapan energi ini tampak mengerikan tampak tapi sebenarnya kosong!" ucapnya membela diri.


Sesaat kemudian Tuan Lei mengeluarkan jurus pedang iblisnya.


"Pedang Iblis Yin!" teriaknya ambil mengayunkan pedangnya ke arah Qinli.


Meskipun begitu Qinli bisa menyadari apa yang diperbuat oleh Tuan Lei itu membahayakan.


"Energi iblisnya jauh lebih kuat daripada yang dimiliki oleh pria dari Keluarga Wei itu ...."


"Sebenarnya Keluarga Wei dan juga keluarga Lei itu ada hubungan apa?" tanya Qinli di dalam hati.

__ADS_1


Dari arah yang berlawanan Tuan Lei sangat mengagungkan kekuatan yang dimilikinya. Ia bisa menghayal jika kekuatannya jauh melebihi milik Qinli.


"Aku sudah melatih skill Dewa Yin dan tidak mungkin bisa kalah darimu."


"Matilah!"


...TAK...


...TAK...


...TAK...


Ternyata kekuatan Tuan Leeli tidak bisa menyamai kekuatan Qinli, kekuatannya masih jauh berada di bawah levelnya. Sehingga justru kekuatan itu berbalik dan menyerang ke arah tubuh Tuan Lei.


"Aku sudah berkorban begitu banyak untuk bisa mendapatkan skill ini ...."


Armor milik Tuan Lei benar-benar hancur dan kekuatan Qinli mampu melumpuhkan kekuatan Tuan Lei. Tubuhnya luruh ke bawah tidak mampu mengimbangi kekuatan Qinli. Ia pun merasa perjuangannya saat ini benar-benar sia-sia.


"Tapi ternyata aku kalah dari prajurit yang berasal dari daratan ... sampah?"


Qinli masih mengamati kekuatan yang ditujukan kepada Tuan Lei. Apakah kekuatannya benar-benar bekerja dan mampu melumpuhkan Tuan Lei.


...BOOM...


Namun, ternyata kekuatan Qinli benar-benar mampu menghancurkan tubuh Tuan Lei sampai tidak bersisa. Meskipun begitu Qinli masih mengkhawatirkan kekuatan Keluarga Lei yang sesungguhnya.


"Takutnya kekuatan Keluarga Lei tidak sesimpel yang aku pikirkan."


Setelah pertempuran itu terhenti maka Qinli melanjutkan tujuannya untuk pergi ke kota Feilong. Saat ia sampai di kota Feilong ia melihat ke arah langit-langit yang dipenuhi oleh lampion-lampion yang bertuliskan sekte bumi. Tentu saja Qinli merasakan hal itu sepertinya aneh.


"Kenapa Kota Feilong menjadi seperti ini?" tanya Qinli sambil memandang ke arah langit.


Hampir seluruh langit Kota Feilong ada lampion yang bertuliskan sekte bumi. Hingga ia mendaratkan tubuhnya ke sebuah bangunan. Di tempat itu pemiliknya sedang melakukan sebuah transaksi.


"Bukankah kau Tetua Ketiga dari keluarga Yu? Sudah tujuh delapan tahun kita tidak bertemu sejak perjalanan terakhir kita ke Alam Rahasia."


"Benar, kali ini aku diutus oleh Kepala Keluarga untuk menunjukkan niat baik kepada Tetua Qin."

__ADS_1


"Aih~siapa pun tidak menyangka bisa muncul sekte kuat di sini ... bahkan Keluarga Wei juga dilenyapkan dengan mudah."


"Semua informasi yang kalian dengar itu rumor, lihatlah betapa takutnya kalian, benar-benar memalukan!" ucap prajurit lainnya.


Di saat mereka sedang sibuk berbicara rupanya sebuah pintu terbuka.


Pletak


Tampillah Qinli dari luar pintu sambil memanggil Ling'Er.


"Ling'Er ...."


"Ling ...."


Tiba-tiba saja orang tua yang menjaga tempat itu menegur Qinli karena memanggil nama Nona Mudanya dengan tanpa rasa hormat.


"Kau murid dari sekte sampah mana? Beraninya kau memanggil nama Nona!"


"Aku? Kau sedang membicarakan aku?" ucap Qinli sambil menunjuk ke arah hidungnya.


Hampir saja mereka bertiga mengucapkan kata yang sama."


"Tentu saja! Kalau bukan kau, masa kami bertiga?" ucap mereka bertiga hampir bersamaan.


Tidak lama kemudian Ling'Er muncul di antara mereka bertiga dan menyapa Qinli.


"Guru, kau sudah kembali, ya?" sapa Ling'Er dengan ramah.


Saat Ling'Er berlari ke arah Qinli, ketiga orang di ruangan itu memberi hormat ke arah Ling'Er.


"Nona Ling'Er, aku dan Tetua Ketiga dari Keluarga Xu datang untuk menemui gurumu."


"Benar, aku juga, kira-kira kapan kita bisa mendapatkan kehormatan untuk bertemu dengan gurumu!" ucap mereka dengan penuh rasa hormat dan membungkuk.


Padahal saat ini Ling'Er sedang memeluk tubuh Qinli, dan ia pun tersenyum mendapati sambutan hangat dari Ling'Er.


"Guru! Aku sangat merindukanmu!" ucap Ling'Er dengan raut wajah bahagia.

__ADS_1


Sontak saja ketika Tetua itu terkejut ketika lelaki yang dianggap sebagai murid sampah itu justru adalah guru yang sangat mereka harapkan.


"Dia Tetua Qin?" ucap mereka bertiga dengan raut wajah terkejut.


__ADS_2