MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 264


__ADS_3

"Ce-cepat sekali sudah kembali!" ucap para prajurit Kuil Dewa Yin terperanjat.


Saat ini Qinli sudah berada di hadapan mereka semua. Kedatangannya kali ini untuk membuat perhitungan pada utusan dari Kuil Dewa Yin yang telah membuat onar di perguruan miliknya bersama Qingyin.


"Prajurit lemah takut dengan prajurit kuat adalah naluri manusia. Biar kuberikan kekuatan pada kalian ...."


Para prajurit dari Kuil Dewa Yin tersebut tiba-tiba saja mengeluarkan selarik asap keunguan. Tubuh mereka yang semula manusia biasa kini telah berubah menjadi monster. Bahkan mereka meraung kesakitan karena perubahan yang begitu cepat.


"Argghhh!"


"Cepat ... cepat bunuh aku!" teriak mereka.


"Inilah kekuatan kalian yang sesungguhnya!" ucap pemimpin utusan Kuil Dewa Yin.


"Csstt!" desis prajurit monster itu.


Qinli melihat ke arah sekelilingnya. Memperhatikan dengan seksama situasi saat ini.


"Orang-orang ini ... tidak hanya dikontrol ... tapi juga menjadi semakin kuat!"


"Takutnya mereka sudah berada di Puncak Alam Dominasi."


Sementara itu di bawah sana, Qingyin sudah membuat sebuah kubah pelindung untuknya dan anak buah Qinli. Para monster itu menyerang ke arah mereka.


"GROAR!"

__ADS_1


"Pergilah dan tangkap Chu Qingyin!" teriak pemimpin utusan Kuil Dewa Yin.


Qinli bisa membaca arah tujuan pemimpin utusan Kuil Dewa Yin. "Padahal dia tahu orang-orang ini tidak bisa memberikan ancaman untukku, tapi kenapa membiarkan mereka mengorbankan nyawa."


Tanpa menunggu banyak waktu Qinli langsung menebas monster itu dalam sekali waktu. Pemimpin utusan Kuil Dewa Yin mendesis.


"Aku sudah hidup bertahun-tahun, baru kali ini bertemu orang berbakat seperti Tetua Qin, tapi sayangnya ...."


"Walaupun kau sudah mencapai alam setengah abadi, apa kau bisa menahan seranganku ini?"


Dari tangan sebelah kirinya telah mengeluarkan bola api yang sangat besar. Bahkan kekuatan di sekelilingnya mengikuti pergerakan bola api tersebut.


"A-apa ini?"


"MATAHARI IBLIS PENGHANCUR DUNIA!" teriak pemimpin utusan Kuil Dewa Yin saat mengarahkan serangannya pada Qinli.


Kilatan cahaya saling beradu di angkasa. Membuat kehancuran alam di sekitarnya makin menjadi.


Serangan dari Qinli mampu memecah jurus yang dikeluarkan oleh pemimpin utusan Kuil Dewa Yin tersebut. Terbelah jadi dua hingga membuat matanya terbelalak.


"Serangan pada level ini hanya pernah aku lihat pada Tetua ...."


Belum sempat ia meneruskan pemikirannya, Qinli sudah lebih dulu berjalan padanya.


"Beri tahu tempat persembunyian Tetua Kuil Dewa Yin dan aku akan membiarkanmu mati tanpa rasa sakit!"

__ADS_1


"Tetua Qin, apa kau sebegitu percayanya pada istrimu?"


"Apa ...."


Rupanya Qinli diserang dari arah belakang oleh istrinya sendiri. Ia begitu terkejut dan belum sepenuhnya siap, hingga tubuhnya terhuyung ke depan.


BAM


"He he ... berhasil!"


Qingyin dengan cepat sudah berpindah tempat ke samping pemimpin utusan Kuil Dewa Yin dengan tersenyum senang. Di salah satu tangannya sudah memegang cincin penyimpanan milik Qinli.


Namun, sepersekian detik berikutnya sudah berubah kembali ke wujud prajurit pria. Rupanya ia tadi menyamar sebagai Qingyin untuk mengelabui Qinli.


Qinli mengusap punggungnya dengan mata terpejam dan tersenyum. "Cuma sebuah cincin saja sampai bisa membuatmu sesenang itu ...."


Prajurit itu begitu terkejut karena Qinli sama sekali tidak terluka akan serangannya tadi.


"Sama sekali tidak terluka? Padahal aku sudah mengeluarkan seluruh kemampuanku!"


Sesaat setelahnya ia justru tersenyum. "Tapi, cincin sudah aku dapatkan. Bisa dibilang aku sudah menyelesaikan tugasku!" ucapnya bangga.


"Tujuan mereka sesungguhnya adalah pil pengubah nasib ...."


Qinli menatapnya penuh curiga. "Aura di tubuhnya adalah Tetua Kuil Dewa Yin, kelihatannya dia adalah boneka yang sangat kuat ...."

__ADS_1


"Tapi pembatas alammu hanya sampai di sini, sudah tidak bisa mengurung Qingyin lagi ...."


"Sialan! Bisa-bisanya aku ...."


__ADS_2