
"Sekte Aolong daratan Huang di?"
Seketika Qinli teringat dengan Bai Ruyun, rubah yang setia kepadanya. Kini rubah itu bahkan telah menjadi pengikut setianya. Merasa penasaran Qinli pun menanyakannya.
"Apa kau kenal dengan Bai Ruyun?"
Sontak saja wanita di depannya terkejut karena Qinli menyebutkan sebuah nama Kepadanya.
"Kenapa kau bisa tahu guruku? Apa kau pernah bertemu dengannya? Apa dia masih hidup?"
Qinli tersenyum sambil memandang ke arah jendela. "Dia ... bisa dibilang masih hidup."
"Syukurlah!" ucap wanita itu terlihat senang.
Namun, tidak berapa lama kemudian wanita itu kembali marah.
"Sebentar! Sudah lebih dari sembilan ribuan tahun yang lalu sejak guru menghilang ...."
"Katakan siapa yang mengutusmu ke sini!" gertaknya kemudian.
Wanita itu bahkan terlihat mencengkram bahu Qinli, dengan wajah polosnya Qinli mengatakan kebenaran atas Bai Ruyun.
"Gurumu, dia sekarang hidup di dalam tubuh binatang spiritual."
"Dan binatang itu ... adalah binatang peliharaanku!"
Tentu saja wanita itu sangat terkejut dengan pengakuan Qinli barusan, "Binatang peliharaan?"
Bagaimana ia tidak terkejut, padahal setelah belum ini Bai Ruyun adalah seorang pemimpin sekte dan pada saat ini lelaki di hadapan ini mengatakan jika roh dari gurunya tersebut telah memasuki binatang spiritual dan merupakan binatang peliharaan miliknya.
Setelah mendengar penjelasan dari Qinli wanita tersebut memperlakukan Qinli dengan baik. Bahkan kali ini ia menjamunya dengan sebuah teh.
"Sebenarnya aku yang sekarang hanyalah sosok inkarnasi kekuatan spiritual, bentukku ini terhubung dengan kesadaran tubuh asliku. Ini kulakukan demi mencari keberadaan guruku."
"Dan di sinilah tempat di mana tubuh asliku bertemu terakhir kali tubuhku bertemu dengan guruku, dia menghilang sejak itu. Semua orang berpikir telah terjadi sesuatu pada guruku."
"Hanya tubuh asliku yang masih sangat yakin kalau guruku masih hidup, hampir setiap hari aku datang ke sini untuk menanti guru kembali."
"Demi menunggu guru kembali, hal ini juga memicu semangat bertarung di dalam tubuh asliku. Kultivasiku juga meningkat pesat. Tidak berapa lama kemudian aku menjadi petarung terkuat di generasi kami, kemudian langsung ditetapkan menjadi penerus pemimpin sekte selanjutnya."
"Setelah menjadi pemimpin sekte, aku membuat duplikat tubuh spiritual agar bisa menunggu guru kembali."
__ADS_1
"Kemudian memasang pelindung di area ini, jadikan diriku sebagai inti pembatas."
Lalu suatu hari terjadi pergolakan besar di daratan Huang Di, Gunung Buzhou kami jaga runtuh, lapisan pelindung terpisah dari daratan dan tertinggal di sini.
"Setelah bertahun-tahun berlalu, lapisan pelindung berevolusi menjadi keberadaan yang menyerupai alam rahasia."
Sejenak Qinli bisa menyadari jika hal ini berhubungan dengan daratan bumi.
"Itu berarti dari awal bumi adalah daratan kultivasi yang kaya akan kekuatan spiritual! hanya saja semakin hari semakin menurun."
"Oh, iya ada sesuatu yang ingin aku titipkan kepadamu."
Tidak lama kemudian wanita di hadapan Qinli mengeluarkan barang yang hendak ia berikan kepada gurunya Bai Ruyun. Ia tampak merogoh dari balik bajunya mengeluarkan barang yang sangat spesial bagi wanita.
Sebuah pakaian dalam bermotif bunga adalah barang yang ingin ia titipkan kepada Qinli. Tentu saja Qinli terkejut bukan main, apalagi selama ini ia tidak pernah membawa barang seperti itu.
"Tolong berikan Armor pelindung jantung ini kepada guruku."
Tanpa merasa aneh wanita itu memberikan pakaian dalam milik gurunya ke wajah Qinli.
"Kenapa bengong, cepat ambil dan simpanlah!"
"A-aku tidak mempunyai tempat untuk menyimpannya."
Tidak berapa lama kemudian wanita itu membuat sebuah lubang disampingnya untuk mengambil barang dari dalam sana. Hal itu membuat Qinli terpukau.
"Kau bisa menggunakan kekuatan ruang waktu?" tanya Qinli dengan terkejut.
"Apa kau lupa, aku adalah inti pembatas. Sekarang harusnya adalah pemimpin alam rahasia ini. Hal semacam ini adalah hal kecil bagiku."
Saat ini di tangannya sudah ada beberapa pakaian untuk Qinli. Ia pun segera menyerahkan pakaian itu agar cepat dipakai olehnya.
"Itu artinya kau bisa mengambil sesuatu dari tingkat lain?"
Qinli lalu mengambil pakaian dari tangan wanita itu dan memakainya.
"Tentu saja bisa! Seluruh alam rahasia ini adalah wilayahku!"
"Lalu apakah kau pernah mendengar Tungku Bintang Tujuh?"
"Tungku Bintang Tujuh?" ucap wanita itu keheranan.
__ADS_1
"Benar, kenapa?"
"Persediaan material di alam rahasia ini kurang memadai, kebetulan kekuatan api tungku ini lumayan besar, sangat nyaman digunakan untuk mandi, jadi aku menggunakannya untuk bak mandi ...."
Wanita itu kemudian tertawa.
"Begitu, ya ...." ucap Qinli dengan wajah polos.
Qinli menutup matanya, "Kalau sampai keluarga besar di luar tahu, entah apa yang akan mereka pikirkan jika tahu Tungku Bintang Tujuh yang mereka cari selama ini dijadikan sebagai bak mandi ...."
Tidak lama kemudian Qinli menyibak tirai penutup di bak mandi tersebut. Lalu Qinli menoleh ke arah wanita itu yang sudah bersiap untuk pergi.
"Kenapa kau ...."
"Tugasku sudah selesai, waktunya aku pergi."
"Beri tahu guruku, aku menunggu di daratan tingkat yang lebih tinggi!" ucapnya sambil berpamitan.
Akan tetapi cahaya itu juga mengelilingi tubuh Qinli yang membuatnya terkejut, "Apa ini?"
"Biarkan aku yang mengantarmu!"
Sementara itu di daratan lain, Tuan Wei juga sudah menunggu kedatangan Qinli yang tidak kunjung datang.
"Si monster berwajah hijau ini kenapa belum kembali? Aku harap dia tidak ma-ti di atas sana! Dia tidak pantas ma-ti semudah itu!"
Tuan Wei tampak menggebrak meja karena terlalu marah. Tidak menunggu lama, sesaat kemudian Qinli muncul dengan sesaat.
"Maaf, membuat kalian menunggu lama!"
Tentu saja semua prajurit yang bersama Tuan Wei terkejut karena hal itu.
"Upacara penyambutan kalian hangat sekali, ya?"
"Ka-kau masih berani muncul di hadapan kami? Ayo kita habisi dia!" teriak Tuan Wei.
Benar saja sesaat kemudian tampak sekali jika kelima prajurit tadi segera menyerang Qinli secara bersamaan.
"Kenapa kau malah bengong!" ucap salah seorang prajurit.
Nona Han yang melihat hal itu segera menarik tubuh Qinli. "Cepat lari!"
__ADS_1
Tidak berapa lama kemudian Tuan Muda Han Feng menggantikan Qinli untuk melawan mereka semua.
"Kalau ingin merebut Tungku Bintang Tujuh, kalian harus bertanya pada tombakku dulu, dia setuju atau tidak!"