MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 267


__ADS_3

Tetua Kuil Dewa Yin menatap langit dan bisa melihat jika jurus naga emas yang digunakan oleh Qinli masih sama.


"Jurus ini lagi?"


Dia sudah bersiap menggunakan jurusnya kembali. "Tapi kali ini aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi!"


"CAKAR IBLIS PENGHANCUR!" teriaknya sambil mengarahkan kedua tangannya ke langit.


Terlihat pertempuran kedua kekuatan besar itu saling bertarung di sana. Suara yang muncul menggetarkan daerah sekelilingnya.


BOOM! GROAR!


Di bawah sana, Tetua Kuil Dewa Yin masih tampak bertahan sambil bergumam, 'Untungnya aku berhasil merebut pil itu!'


Namun, entah mengapa setelah beberapa saat rupanya kekuatan miliknya mulai melemah. 'Sialan! Kekuatan petir kutukan mulai menekanku!'


Kubah pelindung yang ia miliki perlahan mulai retak, tidak mampu menahan jurus yang diberikan oleh Qinli.


KRAK! KRAK! KRAK!


Bahkan berselang beberapa detik, kubah berwarna ungu itu akhirnya hancur. Kedua mata Kakak Chen membelalak ketika melihatnya.


'Ke-kekuatan bencana alam?'


'Tetua Kuil Dewa Yin kalah begitu saja? Jangan-jangan dua orang ini sudah diam-diam naik level?'


'Melihat gaya mereka, apa mereka ….' ucapnya sambil memperhatikan Qinli dan Qingyin dari belakang.


'Uhuk uhuk …."


Tampak sekali jika Tetua Kuil Dewa Yin terbatuk-batuk. "Idola, baru sebentar tidak bertemu, kau sudah bisa mengendalikan kekuatan bencana alam sepenuhnya!"


"Kelihatannya aku juga harus mengeluarkan seluruh kekuatan tempurku …."


"Ngomong-ngomong, ini semua berkat idola, aku bisa mendapatkan pil pengubah nasib ini!" ucapnya sambil menyeringai ke arah Qinli.


Kakak Chen yang melihat hal itu begitu panik dan segera memberitahukan pada Qinli.


"Kakak Qinli! Kau harus hentikan dia meminum pil itu! Kalau tidak …."


"Aku beritahu padamu! Pil itu dapat merubah nasib prajurit dan membentuk kembali tubuh mereka!"


Qinli yang seolah mengabaikan perkataan dari Kak Chen semakin membuatnya cemas. Bahkan Kak Chen sampai pias.

__ADS_1


"Kalau dia meminumnya, dia bisa kembali menjadi prajurit lokal pembatas alam ini! Apa kau tau apa artinya itu?"


Qinli menoleh dan tersenyum. "Tenang saja, itu adalah bagian dari rencanaku …."


Dalam detik berikutnya, ternyata Tetua Kuil Dewa Yin benar-benar menelan pil tersebut. Pada saat yang bersamaan, cahaya ungu memancar dari dalam tubuh Tetua Kuil Dewa Yin.


"Kau tahu lumayan banyak, ya! Apa adikku yang bodoh itu memberitahumu!"


"Asalkan bisa kembali menjadi prajurit lokal, aku bisa memulihkan kekuatanku ke alam abadi!"


"Pada saat itu, walaupun kau adalah prajurit terkuat alam setengah abadi, juga tidak akan mampu mengalahkanku yang sudah abadi! Ha ha ha …."


Terdengar tawa renyah dari Tetua Kuil Dewa Yin. Namun, hal itu sama sekali tidak membuat Qinli gentar. Sementara Kak Chen yang berada di belakang Qinli dan Qingyin begitu ketakutan.


"Gawat!" Pekiknya sekali lagi.


Qingyin bisa melihat betapa mengerikan kekuatan Tetua Kuil Dewa Yin sekarang. "Kekuatannya mengerikan, kekuatan spiritual yang meledak menutupi seluruh daratan …."


Dalam pikirannya, Qinli menyimpulkan hal lain. 'Bisa memulihkan kekuatannya menjadi alam abadi … untungnya sebelum itu, aku sudah menambahkan sedikit bahan ke dalam pil itu ….'


Hanya dalam sekejap, kekuatan Tetua Kuil Dewa Yin meningkat pesan. Ia pun tersenyum menyeringai. "Huft, perasaan yang tidak asing …."


Salah satu kakinya langsung menghantam bebatuan di depannya hingga hancur lebur. "Sudah lama tidak merasakan perasaan sehebat ini!"


KRAK! BOOM!


Terdengar dentuman yang sangat besar, seolah terjadi hujan batu seketika. Namun, Tetua Kuil Dewa Yin sama sekali tidak merasa puas.


Dengan entengnya ia mengucap, "Maaf! Aku tidak mengendalikan kekuatanku dengan baik."


Pandangan Qinli sejak tadi sama sekali tidak beralih dari tempat Tetua Kuil Dewa Yin berada. 'Kekuatan spiritualnya naik satu level lagi dari sebelumnya!'


Di dalam waktu yang singkat, Qinli segera menoleh ke arah Qingyin. "Masih ada waktu sebelum obatnya bekerja, kita harus menahannya dulu!"


"Ya!" Ucap Qingyin bersungguh-sungguh.


Qinli dan Qingyin segera memaksimalkan seluruh tenaga dalam serta waktu yang sangat singkat itu.


"Domain vitalitas ini ternyata bisa membuat kalian mencapai puncak alam abadi ini!"


"Tapi …."


Ucapan Tetua Kuil Dewa Yin tertahan karena salah satu tangannya sudah mengeluarkan tenaga spiritual seperti api. Bahkan kini dengan jari telunjuknya, ia sudah bisa membuat sebuah kubah raksasa.

__ADS_1


"Asalkan yang kalian gunakan masih kekuatan spiritual! Kalian bukanlah siapa-siapa, melainkan dua ekor semut besar …."


Kepanikan mulai terjadi. Beruntung Qinli dan Qingyin menyadarinya.


"Kekuatan spiritual di sekitar … seolah-olah punya kesadaran untuk menjauh dari kita?"


"Dia pasti menggunakan kekuatan abadi," ujar Qinli.


"Tapi, harusnya dia tidak dapat memulihkan kekuatan abadi di pembatas alam ini, yang berarti dia hanya punya kekuatan abadi yang sedikit untuk bertarung dengan kita!"


Kekuatan Tetua Kuil Dewa Yin bukan hanya tampak hebat, karena kekuatan spiritualnya mampu digunakan untuk membuat kubah pelindung untuknya. Kini keduanya salinh memandang satu sama lain. Jarak di antara keduanya kurang dari 1 meter.


"Apa kalian sudah cukup bermain? Kalau sudah, waktunya mengucap selamat tinggal pada dunia!" gertak Tetua Kuil Dewa Yin.


Kini Qinli baik Qingyin sudah bersiap mengayunkan pedang mereka.


"TEBASAN … PEDANG … LANGIT ES … MATAHARI GELAP MEMBAKAR LANGIT!"


Tetua Kuil Dewa Yin hanya tersenyum menyeringai. "TRIK MURAHAN!"


Tangan sebelah kanan milik Tetua Kuil Dewa Yin seolah sedang memegang jurus yang dikeluarkan oleh Qinli dan Qingyin. Namun, senyum yang semula keluar kini berganti dengan kepanikan. Dari mulut Tetua Kuil Dewa Yin sudah keluar darah.


"Ada apa ini?" ucapnya panik.


"Akhirnya obatnya bekerja!"


Sontak raut kemarahan mulai muncul, Tetua Kuil Dewa Yin langsung menggertak Qinli.


"Apa yang kau lakukan? Jangan-jangan pil pengubah nasib …." teriak Tetua Kuil Dewa Yin tidak terima.


"Harusnya kau mikir, bagaimana mungkin kubiarkan kau merebut pil pengubah nasib semudah itu dariku …."


Rupanya Qinli tidak semudah itu dibohongi. Ia juga bisa melakukan sebuah trik untuk melindungi barang-barang berharga milknya.


Kemarahan terpancar jelas di wajah Tetua Ku Dewa Yin. Bahkan membuat amarahnya meledak-ledak sama seperti sesuatu yang membakar tubuhnya. "Sialan! Aku akan mencabik-cabik tubuhmu!"


"Ahhhh!"


Tubuhnya benar-benar hampir meledak. "Qinli! Qinli aku akan …."


"Aku akan membunuhmu!" teriaknya sesaat sebelum kekuatan spiritualnya melesat keluar.


Benar, pil itu berhasil mengubah sosok Tetua Kuil Dewa Yin menjadi sosok iblis.

__ADS_1


'Dia mengubah dirinya menjadi iblis!' gumam Qinli dari tempatnya.


__ADS_2