MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 131


__ADS_3

Akhirnya ke empat orang itu sampai di Kediaman Keluarga Tan.


Baru memasuki halaman, Nona Tan itu sudah berteriak, "Ayah, aku pulang."


Ia membuka pintu gerbang rumahnya dengan wajah riang gembira, "Ayah, ada air minum, tidak? Aku haus sekali."


Tuan Tan yang sedang menyiram tanaman di depan rumah, menoleh ke arah sumber suara. Terlihat jika putrinya baru saja sampai diikuti dengan tiga orang lainnya.


"Kau sudah pulang, ya! Kenapa tidak mengabariku"


Wajah Nona Tan berubah jadi masam.


"Ayah, sepertinya kau menderita amnesia. Baru kemarin aku menelponmu dan bilang aku akan pulang hari ini," sungutnya dengan wajah kesal.


Sesaat kemudian wajahnya sudah kembali normal dan tersenyum menyambut uluran tangan sang ayah.


Nona Tan sudah kembali tersenyum pada ayahnya, "Namun, tetap ayah yang paling menyayangiku."


Sekali lagi Nona Tan harus kecewa dengan ayahnya. Lelaki itu menyalami pemuda yang berdiri di belakang Nona Tan. Dia adalah Yujun, lelaki yang menyambut kedatangan Nona Tan di bandara dengan satu buket bunga mawar merah.


"Ternyata Yujun punya waktu juga datang ke sini. Sungguh sebuah kehormatan bagiku," ucap Tuan Tan sambil bersalaman padanya.


Yujun yang tidak enak hati, menyambut uluran tangan dari Tuan Tan dengan kedua tangannya, "Tidak, tidak, seharusnya aku mengunjungi Paman Tan."


Sedangkan Nona Tan merasa diacuhkan oleh ayahnya sendiri merasa sangat kesal.


"Hei!" teriaknya.


Ternyata Yujun dan Tuan Tan saling mengenal dan akrab. Sementara itu mata Qinli menangkap tanaman yang ia cari diantara tanaman hias yang ditanam Tuan Tan.


"I ... itu!"


Qinli menemukan tanaman-tanaman langka di kebun bunga itu.


"Tangan iblis!"


"Medusa Habenaria!"


"Ada juga berbagai macam tanaman langka!"


Tak sengaja Qinli mendekati tanaman-tanaman itu.


"Tidak disangka Keluarga Tan sangat berbakat! Semua bahan obat ini pernah aku lihat di buku yang diberikan oleh kakek tua itu."


Tiba-tiba Qinli dikagetkan oleh panggilan Nona Tan, "Sayang, apa yang kau lamunkan?"


"Cepat, ayahku memanggilmu."


Qinli menoleh, "Oh! Oke, oke!"


Lalu Nona Tan mengenalkan Qinli kepada ayahnya.


"Ayah, ini adalah pacarku, Qin lin."


"Nak, apa kau serius?" tanya Tuan Tan.


Nona Tan langsung menjawab, "Iya!"


Sontak Tuan Tan langsung menarik lengan putrinya itu agar menjauh dari Qinli.


"Kemari!"


"Kenapa?" tanya Nona Tan kebingungan.


Tetapi Tuan Tan malah mengarahkan kedua pengawal untuk mengusir Qinli dan Tuan Jiang.


"Pengawal, usir dua orang bodoh ini! Bisa-bisanya orang rendahan seperti kalian bisa masuk kemari!" gertak Tuan Tan.

__ADS_1


"Ayah, apa maksudmu? Dia pacarku!"


"Apa karena Sun Yujun? Aku beri tahu padamu, aku tidak menyukainya! Jika kau ingin menjalin koneksi dengan Keluarga Sun, Kau saja yang menikah dengannya!"


...PLAK!...


Tuan Tan menampar anaknya.


"Dasar anak idiot!"


"Pernikahanmu dengan Yujun sudah ditetapkan, dan aku juga tidak akan membiarkanmu bersama dengan pria yang tidak jelas latar belakangnya!"


"Usir mereka!" teriak Tuan Tan mengarahkan pengawalnya.


BANG


BANG


Hanya dengan beberapa tendangan dari Qinli, ke empat pengawal itu sudah berhasil dilumpuhkan oleh Qinli.


"Aku tidak menyangka Pemimpin Tan memperlakukan tamunya seperti ini!" Ucap Qinli.


BANG


BANG


"Kalau begitu, aku tidak akan sungkan lagi!" ucap Qinli sambil terus menghajar mereka.


Tidak disangka, Yujun menyerang Qinli dari arah belakang. "Beraninya prajurit kecil sepertimu memamerkan kehebatan di hadapanku!"


BANG


"Kau sudah mengalami luka dalam karena pukulanku, masih keburu kalau kau ke Rumah Sakit, sekarang!" Ucap Yujun sombong.


"Jika tidak ... hng!"


BANG


Yujun terpelanting ke belakang karena serangan dari Qinli.


"Argh!"


"Benar-benar tidak tahu diri. Bos, lain kali aku saja yang berurusan dengan orang lemah seperti dia," ucap Jiang Jun.


"Iya," jawab Qinli.


Setelah itu, Qinli kembali menemui Tuan Tan bersama Jiang Jun.


"Awalnya kami ingin membicarakan bisnis besar dengan Anda. Tapi karena Anda tidak ingin menghasilkan uang, maka kami akan mencari orang lain."


"Tuan Jiang, ayo kita pergi!" Ajak Qinli.


"Qin Lin!" teriak Nona Tan ingin mengejar Qinli.


Tetapi tangannya ditahan oleh ayahnya. "Berhenti! Kau ingin membuatku mati emosi, ya?"


Nona Tan berontak dan menatap tajam ayahnya.


"Semenjak kakek tidak ada beberapa tahun ini, kau menjadi semakin angkuh. Apa kau lupa kakak mati begitu mengenaskan setelah dia menikah karena dijodohkan?"


"Sampai mati pun aku tidak akan menikah dengan orang bermarga Sun!"


Akhirnya Nona Tan berhasil meloloskan dirinya dari jangkauan ayahnya.


"Aku akan mencari kakek kembali dan meminta keadilan darinya!" teriak Nona Tan sambil berlari mengejar Qinli.


Dari sisi sebelah kanan, salah satu pengawal Tuan Tan mendekatinya.

__ADS_1


"Pemimpin, jika kakek Tan benar-benar pulang, takutnya ...."


"Tutup mulutmu!" ucapnya dengan geram.


Sesaat kemudian Yujun baru saja bangkit setelah ia dihajar oleh Qinli. Ia berdiri sambil memegangi tangan kanannya yang sepertinya terluka parah.


Pemimpin Tan sampai khawatir akan kondisi Yujun saat ini. "Yujun, aku akan memanggil dokter terbaik untuk memeriksamu sekarang."


"Tidak perlu. Aku akan pergi membunuh Qin Lin itu! Soal Ruohan, tolong Paman Tan bicara dengannya."


Sementara itu, Yujun sedang ketakutan akan kemungkinan terburuk jika sampai Kakek Tan kembali.


"Jika Kakek Tan pulang, rencanaku akan kacau. Tidak boleh membiarkannya sampai ke kota Chuansu hidup-hidup!" Batin Yujun.


🍂Malam harinya.


Qinli sedang duduk di dalam kamar hotelnya. Ia sedang melihat-lihat beberapa majalah dan buku-buku di atas mejanya.


"Semua toko obat besar tidak menjual obat yang kita butuhkan. Namun, orang yang ada di toko obat tadi bilang akan ada acara pelelangan bahan obat besok ... mungkin ...."


Sesaat kemudian alam bawah sadar Qinli bisa merasakan jika ada beberapa orang yang datang untuk mencari Qinli.


Mata Qinli menoleh ke arah pintu, "Tidak disangka cepat sekali orang itu datang mencari masalah."


Tok ... Tok ...


"Siapa?" ucap Tuan Jiang.


Sesaat kemudian terdengar suara orang berkelahi di luar kamarnya.


BANG ....


PAK ....


ARGH ....


"Tapi, Tuan Jiang cukup kuat untuk menghadapi orang-orang itu.


Qinli melanjutkan kembali membaca bukunya tetapi karena merasa Jiang Jun terlalu keras saat melawan mereka membuat Qinli menutup kembali bukunya dan menaruh ke atas meja.


"Tuan Jiang, jangan terlalu kasar," ucap Qinli sambil menaruh bukunya.


"Tenang saja, Bos. Aku cuma bermain-main dengan mereka."


Artikel di sampul majalah itu sempat mencuri perhatian dari Qinli, berbunyi, "Ada orang lain lagi yang memegang Pimpinan Keluarga Tan di Sichuan.


🍂Keesokan harinya.


...⚜⚜⚜...


...RUMAH PELELANGAN FUZHEN...


Qinli dan Jiangjun sudah berdiri di depan pintu rumah pelelangan tersebut.


"Di sini juga tidak ada," ucap Jiangjun.


Qinli menjawab, "Kelihatannya kita harus pergi ke Lembah Raja Obat."


Belum sempat mereka pergi, terdengar suara Ruohan yang menggema, "Qin Lin ...."


Dengan berlari kencang, Ruohan mendekati Qinli.


"Qin Lin idiot! Akhirnya aku menemukanmu juga!"


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2