MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 268


__ADS_3

Tampak sekali jika iblis jelmaan dari Tetua Kuil Dewa Yin sangat mengerikan. Bahkan saat ini sedang berdiri di depan Qinli. Amarahnya terlihat begitu besar, seolah ketika ia berhadapan langsung tampak ingin segera menghukum Qinli dan Qingyin.


"Qin-Qinli …." desisnya penuh amarah.


Nafas besar terdengar dari iblis jelmaan Tetua Kuil Dewa Yin. Sorot mata merah menyala menghunus tajam ke arah Qinli. Sementara Qinli masih bersiaga. 'Setelah menjadi iblis, walaupun sudah kehilangan akal sehatnya, tapi dia semakin kuat.'


'Kelihatannya perubahannya itu merusak cara berpikirnya ….' gumam Qinli.


Tanpa aba-aba, iblis menyerang Qinli dengan sebuah pukulan kuat. Beruntung Pedang Shi Tian masih dipegang Qinli dan bisa menjadi tameng untuknya.


Rupanya, Qingyin mulai melancarkan aksinya kembali. Dari atas ia mengeluarkan jurus andalannya.


"PENJARA CERMIN ES!"


"Qingyin!" teriak Qinli.


Memang benar, tubuh iblis itu terkunci. Tapi … ia sempat memberikan sumpah serapah untuk Qinli dan Qingyin.


"Aku akan membunuhmu!"


Dugaan Qingyin salah. Jurus miliknya tidak mampu menembus pertahanan iblis tersebut. Bahkan penjara es yang ia buat seolah retak. Menimbulkan suara denting kaca pecah berserakan.


Qinli paham akan situasi itu dan meminta istrinya untuk bekerja sama. Dengan ekor mata fokus pada Qingyin, Qinli berbicara, "Sekarang saatnya mengeluarkan serangan mematikan kita!"

__ADS_1


"Ya!"


Tampak badan Qinli maupun Qingyin diliputi oleh kilatan petir. Cahaya kebiruan bersambut dengan cahaya orange yang berasal dari dua ekor naga mulai mengelilingi tubuh Qingyin. Berpadu cantik dengan gelombang es miliknya.


'Kekuatan bencana alam berkoneksi dengan kekuatan Qingyin!' gumam Qinli sambil melirik sang istri.


Dari arah bawah iblis itu mulai melesat menuju ke arah Qinli dan Qingyin.


Hah! Hah!


Qinli mengingatkan istrinya agar saat menggunakan pedangnya dengan hati-hati. Tampak tubuh Qingyin diselimuti naga dan juga entitas riak air berwarna kebiruan.


"PEDANG … ES PENJARA LANGIT!" teriak Qingyin sambil mengarahkan pedang miliknya tepat mengenai dada iblis itu.


"Apa kita berhasil?"


Kak Chen benar-benar terkesima akan penglihatan di depannya. 'Sebenarnya siapa yang berada di alam abadi? Apa kali ini Tetua Kuil Dewa Yin benar-benar mati?'


Tanpa mereka duga, bongkahan es yang semula menyelimuti iblis itu retak dan tercerai-berai. Terlihat di bagian tengah dada ada sebuah lingkaran berwarna merah seperti darah. Sementara itu matanya masih terpejam, tapi mengisyaratkan kesakitan yang mendalam.


'Ini … kekuatan iblis? Jangan-jangan ….'


Mata Qinli menatap tajam ke arah iblis tersebut. 'Seluruh tubuhnya sudah diubah oleh kekuatan iblis ….'

__ADS_1


Seluruh kekuatan spiritual yang berada di sekelilingnya seolah tersedot pada iblis itu. Kak Chen begitu panik langsung berteriak. "Gawat! Cepat hentikan dia!"


'Dia sedang menyerap kekuatan spiritual di daratan ini!' gumam Qinli.


Semakin lama, kekuatan spiritual yang terserap semakin besar.


'Terlalu banyak kekuatan spiritual di wilayah ini yang diserap olehnya! Bahkan kekuatan spiritualku juga terpengaruh!' Qinli tampak tersedot ke dalam pusaran angin itu.


GROAR!


Tawa seringai terlihat menghiasi wajah iblis itu. Seolah ia sedang bahagia ketika sadar jika kekuatannya semakin bertambah.


"Dia bukan mau memulihkan tubuhnya, tapi mau membakar kekuatan spiritual di wilayah ini!"


Meski panik, Qinli masih bisa berpikir jernih. Dengan segera Qinli meminta istrinya untuk pergi. "Qingyin, bawa semua orang meninggalkan tempat ini!"


"Baik!"


Hanya berselang beberapa waktu, sudah terjadi sebuah ledakan besar di sana.


"BOOM!"


Dari arah iblis itu terlihat kepulan asap, ia benar-benar meledak. Qingyin yang tanggap langsung membuat kubah perlindungan. Sementara Qinli tampak terluka dan sedang bersemedi.

__ADS_1


'PENGUASA LANGIT!'


__ADS_2