MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 171


__ADS_3

"Semuanya maju! Jangan sisakan satu pun!"


"Baik!" ucap mereka serempak.


Kakak Qiao Fei segera menggunakan kekuatannya dan memberikan perintah pada semua kesatria Keluarga Qiao untuk melawan Keluarga Gu.


"Meski kita semua mati di sini, kita tidak boleh membiarkan Keluarga Gu keluar dari alam rahasia ini!"


"Baik!" ucap para kesatria Keluarga Qiao kompak.


"Saat para kesatria bertarung keempat pemimpin bersama Qinli saling berhadapan."


BRAK ... BRAK ... BRAK ....


Sesaat kemudian Tetua Ketujuh dan Tetua Kedelapan menghilang dari sisi Gu Xing. Kakak Qiao Fei menyadarinya, namun terlambat. Karena setelahnya ternyata mereka menyerang dari belakang.


"Tetua Ketujuh dan Tetua Kedelapan menghilang?" gumam Kakak Qiao Fei terkejut.


...BRAK!...


Mereka benar-benar menyerang keduanya dari belakang.


"Hati-hati, Tuan Qin!"


Kakak Qiao Fei terkejut karena Qinli menghalau serangan mereka dengan Pedang Zhanlu miliknya.


"Dia menyadarinya?"


"Kelihatannya aku terlalu meremehkan Tuan Qin!"


"Akan aku habisi si tua bangka ini dulu."


"Dasar tua bangka! Akan aku kirim kau ke neraka!" teriak Kakak Qiao Fei.


Qinli benar-benar marah pada mereka yang menyerang secara diam-diam, karena itu bukan merupakan sikap seorang kesatria.


"Apakah orang-orang dari Keluarga Gu suka menyerang secara diam-diam?" teriak Qinli.


Kekuatan Qinli terlihat sangat besar. Seekor naga berwarna emas terlihat di atas Qinli. Sementara itu, kekuatan Kakak Qiao Fei berbentuk macan kebiruan.


"Bocah bodoh sepertimu tidak pantas berbicara seperti itu tentang keluarga kami!" gertaknya.


"Terimalah ini!" ucapnya sambil mengarahkan cakar langit ke arah Qinli.


"Terimalah ini!" teriak Tetua Ketujuh sambil mengarahkan serangannya tangan dewa pada Qinli.


"Orang-orang ini sangat merepotkan, sama seperti yang dikatakan oleh Qiao Dahai!" gumam Qinli.


Saat Tetua Ketujuh hendak menyerang kembali. Qinli masih berusaha untuk membaca situasinya.


"Trik ini lagi?" tanya Qinli.


"Hampir saja!"


Sementara itu, Kakak Qiao berhasil menghindari serangan dari Tetua Kedelapan. Hampir saja ia terkena serangan dari Tetua Kedelapan, beruntung ia selamat. Kini penglihatannya beralih pada Qinli.


"Hati-hati, Tuan Qin!" teriaknya.


Qinli memang berhasil menahan serangan dari Tetua Ketujuh tetapi ia lupa kalau masih ada Tuan Muda Gu yang juga bersiap menyerang Qinli. Benar saja, Gu Xing menyerang Qinli dari arah belakang.


Tuan Muda Gu datang dan menyapa Qinli.


"Tuan Qin pelupa sekali ya, bisa-bisanya melupakan aku!" teriak Gu Xing dari arah belakang.


Qinli menoleh ke arahnya, "Gawat!"

__ADS_1


Sementara itu Gu Xing terus mengarahkannya pada Qinli.


"Matilah kau, sampah!" teriak Gu Xing.


Qinli terlambat menangkis serangan dari Tuan Muda Gu dan jatuh ke bawah, hingga menyebabkan sebuah ledakan besar di sana.


...BAAM ... BOOM...


Tubuh Qinli terhempas di bawah sana. Kakak Qiao berteriak kencang.


"Qinli!" teriaknya.


Qinli memang terjatuh akan tetapi ia masih sadar, hanya tubuhnya terluka di beberapa titik. Hingga Gu Xing menyusul ke tempat Qinli.


Wajahnya menyeringai sambil mengejek Qinli.


"Sampah sepertimu seharusnya tahu diri baru bisa melindungi nyawamu!"


Qinli masih berjongkok dengan salah satu tangannya memegang satu buah pil o-bat miliknya.


"Aku terlalu meremehkan musuhku ... bagaimanapun dia dari daratan level tiga ...." gumam Qinli.


"Hei! Bukankah kau sangat hebat? Kenapa malah diam?"


Qinli bertumpu pada Pedang Zhanlu miliknya untuk membantunya berdiri.


"Siapa sampah yang kau bilang tadi!" gertak Qinli.


Tiba-tiba saja, terjadi ledakan dahsyat yang berasal dari tubuh Qinli.


...BOOM ...


...BOOM...


Kekuatan tenaga dalam Qinli meningkat beberapa level lagi, naga emas yang semula dimiliki Qinli kini berubah menjadi naga api berwarna merah menyala. Sangat besar dan terlihat menakutkan. Sorot mata Qinli berubah tajam dan penuh amarah.


Suara naga tersebut membuat orang-orang yang berada di sana ketakutan seketika. Termasuk Kakak Qiao yang terkejut dengan kekuatan Qinli yang sesungguhnya.


"Puncak alam setengah dewa!" ucapnya terkejut.


"Ternyata Qinli berada di puncak alam setengah dewa!" gumam Qiao Dahai.


Tuan Muda Gu juga sama terkejutnya dengan Kakak Qiao, akan tetapi ketakutan lebih mendominasi dirinya.


"Gawat! Cepat lari!" teriak Gu Xing.


"Sudah terlambat!" ucap Qinli sambil mengarahkan Pedang Zhanlu miliknya ke arah Gu Xing.


...SYUH...


Gu Xing dan kedua tetua tadi hendak berlari tetapi pergerakan mereka terkunci.


"Aku tidak bisa bergerak!" ucap Gu Xing di dalam hati.


"Tamat sudah ...." ucapnya ketakutan.


Wajahnya seketika pias dan rasa tidak nyaman menyerang dirinya. Gu Xing benar-benar sudah tidak bisa menghindari serangan dari Qinli. Tubuhnya sudah terkunci dan siap-siap meledak karena hal itu.


"Tamat, riwayatku ...."


...BOOM!...


Tubuhnya benar-benar meledak. Ledakan itu sampai bisa terlihat dari posisi Nona Ling'Er berada.


"Itu aura penyelamatku! Tempat apa itu?" tanya Nona Ling'Er pada prajurit Keluarga Qiao yang bersamanya.

__ADS_1


"Di situ ... adalah tempat berkumpul Keluarga Qiao ...."


Qinli berdiri di tepi lubang tempat Gu Xing meledak.


Qiao Dahai, kakak Qiao mendekati Qinli untuk memastikan hal itu.


"Tu ... Tuan Qin, kau ...."


Qinli yang sudah menggunakan semua kekuatan tenaga dalamnya menjadi lemah lalu sesaat kemudian Qinli terjatuh dan pingsan.


...BUGH...


Tubuh Qinli ambruk ke depan. Qiao Dahai yang melihat hal itu menjadi panik.


"Tuan Qin!"


"Cepat panggil Tabib Wang'Er!" teriaknya.


Ternyata Nona Ling'Er suday berhasil sampai di tempat berkumpulnya Keluarga Qiao. Saat melihat kondisi di sana, ia pun berteriak.


"Penyelamatku!"


Qiao Dahai yang melihat Nona Ling'Er bersama dua prajurit Keluarga Qiao terkejut, lalu bertanya pada mereka.


"Siapa Nona ini?"


Salah satu prajurit Keluarga Qiao memberi hormat kepadanya lalu menjawab pertanyaan itu.


"Jawab Tuan Qiao, Gadis ini bernama Lin Ling'Er, dia bertemu dengan Tuan Qin di alam rahasia dan Tuan Qin pernah menyelamatkan Nona Lin."


Nona Ling'Er segera memeriksa kondisi Qinli.


"Apa yang terjadi padanya? Kenapa bisa terluka begitu parah?"


"Tuan Qin, dia ... mungkin karena terlalu memaksakan menggunakan kekuatannya sehingga menyebabkan lukanya sakit lagi dan pingsan ...."


Nona Ling'Er sangat sedih, demi menyelamatkan Qinli ia akan menggunakan kekuatan tenaga dalamnya.


"Tidak ada pilihan lagi ...." gumamku.


Nona Ling'Er benar-benar menggunakan kekuatan tenaga dalamnya saat itu. Ia mencoba memasuki alam bawah sadar Qinli.


"Penyelamatku ...."


"Penyelamatku ...."


"Penyelamatku ...."


Qinli tetap menutup mata di dalam alam bawah sadarnya. Ia pun mendengar panggilan darinya.


"Sepertinya itu suara gadis yang aku selamatkan sebelumnya," gumam Qinli.


"Penyelamatku bangun!" teriak Nona Ling'Er sekali lagi.


Namun, di dalam sana ia tidak bisa menemukan Qinli melainkan seorang laki-laki berambut panjang dan memakai pakaian kuno jaman kekaisaran.


Di belakang kepalanya ada sebuah lingkaran formasi berwarna kuning mirip punya dewi yang berada di dalam tubuh Qingyin, istri Qinli.


Meskipun lelaki itu menutup mata, saat Nona Ling'Er mendekatinya ia bisa menyadarinya. Bahkan saat tangan Nona Ling'Er hendak meraih bahunya ia terpental ke belakang.


...BRAK!...


Tubuh Nona Ling'Er benar-benar terpental di dalam alam sesungguhnya. Lalu siapakah lelaki yang bersemayam di dalam tubuh Qinli? di mana Qinli saat ini?


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2