
...⚜⚜⚜...
...Bandara Pulau Selatan...
Hari ini, Qinli, Jiangjun dan Wei Nuannuan sudah berada di bandara. Sesuai rencana, Qinli akan kembali ke Shangjing. Tetapi saat di bandara, Qinli bagaikan lampu penerang jalan, sementara Jiangjun dan Wei Nuannuan saling bersenda gurau di belakangnya.
Di tengah perjalanan, ada Tetua Xia yang tiba-tiba muncul di depan Qinli.
"Tuan Qin, apakah kau meninggalkan Pulau Selatan begitu saja setelah membantuku?"
"Apakah Tuan Qin juga seperti ini terhadap orang lain?"
Qinli menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Maaf, telah membuatmu melihat lelucon ini. Aku hanyalah orang luar, kau lebih cocok mengurus Pulau Selatan daripada aku," ucap Qinli tidak enak hati pada Tetua Xia.
"Aku mengerti niat baik Tuan Qin. Tapi, kau sudah mau pergi, tidak ada yang bisa aku berikan untukmu."
Setelah itu, Tetua Xia memberikan sebuah kotak kecil pada Qinli.
"Namun, terimalah ini. Ini adalah obat rahasia Sekte Xuan, punya manfaat untuk kultivasimu."
"Jaga dirimu."
"Terima kasih! Kau juga jaga dirimu!" ucap Qinli berpamitan.
Setelah berpamitan, mereka segera melanjutkan perjalanannya ke bagian chek in, sedangkan Tetua Xia terlihat sedih memandang kepergian Qinli.
Dibalik pintu, ada asisten Tetua Xia yang bersembunyi.
"Tetua, tenang saja! Kalian akan segera bertemu lagi!" ucapnya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, pesawat telah take off menuju ke Shangjing.
.
.
...⚜⚜⚜...
...Bandara Shangjing...
"Tuan Jiang, Nuannuan, kalian sudah selesai belum?"
"Kak Qin, akhirnya kau kembali," ucap Nona Xu dari dalam mobilnya.
Sesaat setelah mereka keluar dari Bandara, ternyata di sana sudah ada Nona Xu yang menunggu kedatangan Qinli.
"Nona Xu, kenapa kau ada di sini?" tanya Qinli kebingungan.
"Aku datang ke sini untuk menjemputmu, cepat naiklah. Ada informasi penting yang mau kuberi tahu padamu."
Qinli menoleh ke arah Jiangjun dan Wei Nuannuan untuk berpamitan.
"Aku punya sedikit urusan, kalian pulang dulu."
"Ya, oke!" ucap Jiangjun sedikit terkejut.
Lalu sesaat kemudian Qinli sudah masuk ke dalam mobil. Ia duduk di kursi belakang, dan Nona Xu segera menjalankan mobilnya menjauhi Bandara Shangjing.
"Ada tablet di kursi belakang, coba kau ambil dan lihat!" perintah Nona Xu pada Qinli.
Qinli mengambil tablet itu lalu melihatnya.
__ADS_1
"Ada apa? Kenapa begitu misterius? Sampai-sampai Nona Xu secara khusus datang untuk menjemputku!"
"Departemen teknologi memperbarui sebagian video mengenai orang tuamu sebelum mereka menghilang, Kader He menyuruhku untuk langsung memberikannya padamu."
Qinli begitu terkejut akan isi video itu. Dimana penyerangan saat kedua orang tuanya masih melakukan penelitan, terlihat dengan jelas di sana.
Bahkan di sana terlihat jelas beberapa prajurit level master setengah langkah berusaha untuk melindungi kedua orang tuanya.
"Lindungi dan evakuasi para peneliti sekarang!" teriak salah seorang prajurit level master setengah langkah dari pihak Yanxia.
Di saat itulah, Ayah dan Ibu Qinli terlihat berlari sambil membawa buku-buku penting di tangannya. Sementara itu, di belakang mereka ada seorang prajurit yang mengejar mereka dengan membawa sebuah pisau belati.
"Matilah kau!" ucapnya sambil mengejar Ayah dan Ibu Qinli.
Di saat ada beberapa buku yang dipegang oleh Ibu Qinli terjatuh, prajurit itu terlihat akan menyerangnya. Demi melindungi istri tercinta, Ayah Qinli menghalau serangan itu pakai tangan kanannya. Hingga prajurit berhasil menusukkan pisau belatinya ke lengan sebelah kanan milik Ayah Qinli.
JLEB...
Di saat yang sama, tangan kiri Ayah Qinli terlihat menyuntikkan sebuah jarum ke leher prajurit tadi. Sesaat kemudian prajurit tersebut langsung terjatuh.
"Tidak apa-apa, hanya luka luar, ayo kita segera pergi," ucap Ayah Qinli pada istrinya.
"Iya," jawab Ibu Qinli.
Lalu Ibu Qinli memapah suaminya untuk pergi keluar dari laboratorium tersebut. Tapi belum sempat mereka pergi, di depan mereka ada dua orang prajurit musuh yang menghadang mereka.
"Serahkan barangnya pada kami dan kami akan membiarkan mayat kalian tetap utuh!" hardik salah seorang prajurit musuh tersebut.
"Jangan harap!" ucap Ayah Qinli dengan ketus.
Sesaat kemudian, video yang dilihat Qinli memburam, hingga tak ada lagi yang bisa ia ketahui.
__ADS_1
"Pertempuran waktu itu sangat brutal sehingga membuat kameranya hancur, departemen teknologi bilang ini adalah satu-satunya video yang bisa mereka perbaiki."