MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 62


__ADS_3

BUGH!


Qinli terjatuh di atas tempat tidurnya. Kebetulan kamar tidurnya bersebelahan dengan kamar Nona Zhou. Karena terdengar suara benda jatuh yang sangat keras, membuat Nona Zhou terbangun dari tidurnya.


Kini Nona Zhou bahkan sudah menempelkan telinganya ke dinding kamar yang membatasi kamar miliknya dengan kamar milik Qinli.


"Eh, apakah kapten mempunyai metode latihan yang unik?" batinnya sambil menguping.


Di kamar Qinli, kini ia sedang mengangkat telepon dari istrinya.


"Qingyin, ada apa?" tanya Qinli dengan posisi tengkurap.


"Suamiku, cepat pulang!"


"Ayah, ibu dan Zitan mengalami kecelakaan mobil! Kami ada di Rumah Sakit Rakyat Jiangcheng, dokter bilang kondisi Zitan sangat gawat ...."


Qingyin terlihat sangat panik di seberang sana, membuat Qinli seketika cemas. Tentu saja Qinli segera bergegas untuk berganti baju dan pergi ke sana. Karena terburu-buru, dengan posisi masih mengangkat telepon ia membuka pintu penginapan dengan keras. Ia berlari cepat ke garasi.


"Aku akan segera sampai!"


Kini Qinli sudah berada di dalam mobil dan langsung mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan tinggi meninggalkan penginapan.


CITT ... WUSH ....


Dengan kecepatan penuh Qinli mengemudikan mobil tersebut. Terlihat dengan jelas kekawatiran di wajah Qinli.


"Perasaan semuanya baik-baik saja, kenapa tiba-tiba bisa terjadi kecelakaan yang begitu serius?"


Di tengah perjalanan beberapa mobil jib berusaha mengejar mobil milik Qinli. Beberapa berada di sisi kanan dan beberapa berada di sisi kiri. Terlihat sekali kalau mobil-mobil itu sedang memburu Qinli.


Salah satu mobil menyerempet mobil milik Qinli hingga kaca mobilnya retak dan mobil miliknya oleng dan terdorong ke sisi jalan. Terlihat pintu sebelah kursi kemudi begitu ringsek. Jika saja ity bukan Qinli dan orang biasa, pasti dia sudah terluka parah.


Sesaat kemudian mobil mereka berhenti dan beberapa orang mendekati mobil yang dikendarai Qinli.


"Kenapa dokter Qin mengendarai mobil begitu cepat, apa ingin pulang untuk menyelamatkan orang?"


Terlihat Qinli berusaha menyelamatkan dirinya dengan cara keluar dari mobil.


"Namun dilihat dari situasi sekarang, takutnya hari ini tidak akan keburu."


Di depan Qinli terlihat banyak sekali orang-orang berpakaian preman, mereka terlihat sangat bengis dan beberapa diantara mereka membawa alat pukul.


"Bocah, kau benar-benar bagai cangkang kura-kura, aku menabrakmu begitu kuat, tapi kau sama sekali tidak terluka."


"Kalian siapa?" tanya Qinli berdiri tegap di depan mereka.


"Orang yang akan menghajarmu!" seru orang yang memiliki aura merah.

__ADS_1


Sedangkan di sampingnya bertubuh lebih besar tetapi beraura hijau.


"Bocah, apa kau siap dipukuli ribuan orang?" gertak mereka.


"Kekuatan mereka tidak lemah, kelihatannya akan memakan banyak waktu," batin Qinli sambil memperhatikan mereka.


"Takutnya kalianlah yang akan babak belur!" ucap Qinli dengan tenang.


Entah darimana kini di atas mobil Qinli datang dua orang memakai topeng. Keduanya terlihat seperti prajurit yang Qinli kenal.


"Yo, datang lagi dua orang yang tak takut mati!" seru salah seorang preman yang memakai topi dan membawa satu alat pukul.


Tapi Qinli tau dengan jelas siapa mereka, yaitu Lian Qing dan Xin Miusi.


"Bos, kau pergi duluan, ada kami di sini!" ucap Lian Qing menoleh pada Qinli.


Belum sempat Qinli menjawab, tiba-tiba dari arah depan terlihat salah seorang dari mereka mulai menyerang ke arah Xin Miusi dengan melayangkan alat pukulnya ke arah kaki Xin Miusi.


"Jika ingin mati, aku akan mengabulkan permintaan ka ...."


SWOOSH ....


"Hati-hati! Orang-orang ini bukanlah prajurit biasa," ucap Qinli berusaha mengingatkan Lian Qing dan Xin Miusi.


Beruntung Xin Miusi sangat siaga, hingga ia langsung mengajar orang di depannya ini. Satu tendangan darinya mampu melumpuhkan prajurit tadi hingga ia terlempar beberapa meter dan muncrat darah.


"Lian ..." ucapnya sebelum pingsan.


"Jika ingin pergi dalam waktu singkat, sepertinya juga tidak ada cara lain lagi, begitu banyak prajurit, apakah mereka berdua ... Oh iya ____


"Hei! Kalau kau tidak segera pergi, takutnya akan terlambat."


Sementara itu dari arah depan, mereka sudah sangat marah karena hal ini.


"Jangan lepaska satu pun!" teriak prajurit yang baru saja dihajar Xin Miusi.


Lalu mereka segera berlari untuk menghajar Qinli dan kedua temannya.


"Ayo!"


"Habisi mereka!" seru mereka begamai-ramai.


Xin Miusi menoleh ke arah Qinli, "Walaupun tidak dapat melawan mereka, kami tetap bisa melindungi diri sendiri! Cepat pergi!"


Dengan cepat Qinli melempar botol obat yang diberikan Kader He kemarin ke arah Xin Miusi.


"Kalian ambil pil obat ini, gunakanlah jika sudah tidak ada pilihan lain!" serunya sebelum pergi.

__ADS_1


Untung Xin Miusi menangkap botol itu dengan tepat, tetapi tetap saja mulutnya bergumam, "Cih! Cerewet!"


Sesaat kemudian Qinli benar-benar pergi. Lalu Xin Miusi berbalik badan dan siap untuk bertarung dengan mereka.


"Karena kalian tidak takut mati, maka kugunakan kalian untuk melatih tanganku," ucap Xin Miusi.


.


.


...⚜⚜⚜...


...Rumah Sakit Rakyat Jiangcheng...


Beberapa waktu kemudian, Qinli sudah sampai di Rumah Sakit. Sesampainya di sana ternyata operasi sudah selesai. Nyonya Hanyin dan Qinyin tampak duduk di depan ruang operasi. Salah satu tangan Nyonya Hanyin diperban dan terlihat digendong.


Dokter yang baru saja menangani operasi keluar dan menemui mereka.


"Maaf, aku sudah melakukan yang terbaik," ucap dokter itu.


Sementara derap langkah kaki Qinli terdengar dari sana. Terlihat buru-buru, Qinli mendekati mereka.


"Qingyin, bagaimana situasi sekarang?" tanya Qinli begitu khawatir.


Qingyin menoleh, "Qinli ...."


Sudut mata Qingyin masih basah, dengan tergugu ia menjawab pertanyaan Qinli.


"Zitan, Zitan, dia ...."


Dokter Xia mendekati Qinli dan menjelaskan semuanya.


"Maaf dokter Qin, Tuan Muda Jiang menyuruhku datang kemari, tapi cedera pasien benar-benar sangat serius."


"Maaf karena telah merepotkanmu dokter Xia. Zitan masih dalam ruang operasi, 'kan?" tanya Qinli khawatir.


"Masih, tapi kondisinya sangat kritis, takutnya tidak akan bertahan lama lagi."


Tetapi kedua mata Qinli melihat ada kejanggalan di sini. Dari dalam ruang operasi terlihat ada aura hitam muncul dari sana.


"Hm, kenapa bisa ada energi jahat yang begitu kuat?" tanya Qinli dalam hatinya.


"Aku akan melihat ke dalam, tolong kalian jaga pintu depan, jangan biarkan siapa pun masuk!" ucap Qinli sambil menggulung lengan bajunya.


"Berhenti!"


.

__ADS_1


.


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2