
Rupanya berita tentang perseteruan antara Sekte Misterius dan Lembah Dewa Obat tercium ke luar. Banyak kesatria yang menyayangkan hal itu terjadi.
"Apa kau sudah dengar? Sekte Misterius menempati sebidang tanah spiritual milik Lembah Dewa Obat lagi ...."
"Benar, tidak disangka Sekte Misterius berani menyinggung Sekte Pemurnian Pil terbaik di Daratan Tingkat Sembilan ...."
Nona Ling'Er juga mengatakan jika ayahnya melakukan meditasi tertutup dan sudah lama tidak muncul di hadapan orang banyak. Tanpa seorang pemimpin, Lembah Dewa Obat perlahan-lahan merosot.
Maka dari itu Nona Ling'Er mengumpulkan barang-barang berharga untuk dibawa kembali ke Lembah Dewa Obat.
"Demi pulang ke Lembah Dewa Obat, aku mulai mengumpulkan barang-barang berharga di berbagai Alam Rahasia untuk meningkatkan kultivasiku."
"Dan kemudian barulah aku bertemu guru di dalam Alam Rahasia Canglan."
"Tidak disangka kau sudah melewati begitu banyak masa-masa sulit. Tenang saja, aku pasti akan membantu ...."
"Tidak perlu ~ sekarang aku sudah punya kemajuan pesat, tidak berapa lama lagi, aku pasti bisa kembali ke Sekte!"
Melihat Nona Ling'Er berusaha tegar, Qinli menatapnya dengan iba.
"Apakah Ling'Er sedang mencoba untuk tidak menyeretku ke dalam masalah Lembah Dewa Obat? Apa karena Sekte yang ditakuti semua pasukan terkuat di Daratan Tingkat Sembilan itu ....?"
__ADS_1
"Sebenarnya Sekte seperti apa yang ada di balik Sekte Misterius?"
"Daratan kuno ini lebih rumit dari yang kubayangkan?"
Saat Qinli sedang termenung, Nona Ling'Er mengagetkannya.
"Guru, lihat!"
"Ini mata air hidup dan mati? Ternyata memang bukan air mata biasa!"
...GROAR!...
Di depan mata kepalanya terdapat air berwarna kehitaman bercampur merah menyala hingga membuat mereka percaya jika air itu memang sangat bermanfaat. Sesaat kemudian Qinli melihat binatang spiritual miliknya diserang.
Tidak lama kemudian terlihat seekor naga berwarna emas dari langit terjatuh di belakangnya. Qinli menoleh ke arah depan.
"Keluarga Lei!" gumamnya.
Benar saja sesaat kemudian muncul seorang prajurit di hadapan Qinli.
"Sekarang mata air ini sudah menjadi milik Keluarga Lei!"
__ADS_1
"Dia mengalahkan Gold dengan semudah itu, sepertinya dia sudah berada di Alam Dominasi!"
"Sekarang lukaku belum sembuh, untuk saat ini tidak dapat menggunakan jurus kelima!"
Qinli menyadari jika luka di tangannya belum sembuh, maka dari itu ia pun tidak bisa maksimal dalam menggunakan ilmunya.
"Serangan ini sangat familiar, ini serangan yang membunuh orang misterius yang ada di rumah lelang!"
Saat Qinli masih membaca situasi, tidak lama kemudian rupanya prajurit dari Keluarga Lei itu sudah berada di belakang tubuh Qinli.
"Beraninya kau menyerang Keluarga Lei? Kau ini tidak kenal takut atau memang bodoh?"
Qinli sempat terkejut dengan kehadirannya.
"Gerakannya cepat sekali! Dia punya kekuatan ruang! Orang ini setidaknya sudah berada di tingkat Tengah Alam Dominasi!"
Tanpa aba-aba, prajurit itu langsung menyerang Qinli dari arah belakang. Ia memukul tepat di bagian punggung hingga tembus ke depan. Serangan itu begitu kuat hingga membuat Qinli memuntahkan cairan kental berwarna merah.
...BOOM...
"Guru!" teriak Nona Ling'Er melihat keadaan Qinli.
__ADS_1
Pukulan itu membuat Qinli terjatuh ke dalam sumur mata air hidup dan mati. Setelahnya prajurit itu berdiri di ujung tebing.
"Meminum seteguk mata air spiritual cukup prajurit biasa yang berada di Puncak Alam Reinkarnasi mencapai Alam Hidup dan Mati, tapi meminum dua teguk bisa mengancam nyawamu. Sebelum kau mati, kubiarkan kau menikmati rasa dari Mata Air Hidup dan Mati~"