MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 30


__ADS_3

"Qin, kau sudah selesai belum? Apa perlu bantuanku?"


Saat ini Jiangjun sedang menunggu Qinli di depan Villa milik Qinli. Entah kenapa Qinli terlihat lama sekali belum keluar rumah. Padahal ia sudah lama menunggunya. Dengan berkacak pinggang Jiangjun menunggu Qinli dengan kesal.


"Tunggu sebentar! Sebentar lagi selesai!" teriak Qinli dari dalam rumah.


Lalu sesaat kemudian, Qinli terlihat mengeluarkan banyak barang dari dalam rumah.


"Qin, ini?" tanya Jiangjun heran dengan barang bawaan Qinli yang banyak mirip seperti wanita jika bepergian jauh.


Saat ini Qinli sedang memasukkan banyak barang ke bagasi mobil, hingga membuat bagasi mobil terlihat sangat penuh.


"Ini adalah pakaian dan makanan yang dibeli Qingyin untukku ketika datang ke Jiangcheng," Ucap Qinli bahagia sambil menunjukan semua barang itu pada Jiangjun.


Lalu ia pun terlihat mengingat sesuatu, sepertinya masih ada barang yang ketinggalan di dalam rumah dan ia pun berniat untuk mengambilnya.


"Ah, aku lupa membawa sesuatu."


"Tunggu sebentar, ya. Aku pergi ambil!" ucap Qinli hendak berlari masuk ke dalam rumah.


Melihat hal itu, Jiangjun segera mencegah Qinli untuk mengambil barangnya kembali. Tentu saja ia tak mau kerepotan karena menuruti kemauan Qinli, oleh karena itu ia pun mencekal tangan Qinli.


"Tidak perlu! Tinggalkan semuanya di rumah! Kau bisa membelinya di Shangjing!" teriak Jiangjun.


Akhirnya drama tersebut selesai, akhirnya kini mereka berdua telah berada di dalam pesawat. Hingga beberapa jam kemudian mereka telah sampai di Shangjing dengan lancar dan selamat.


...⚜⚜⚜...


...Shangjing...


Kini Jiangjun dan Qinli sedang dalam perjalanan menuju villa mereka, tetapi sebelumnya ia akan membawa Qinli untuk berbelanja pakaian terlebih dahulu.


"Aku akan membawamu ke kawasan pembelanjaan terkenal, sekalian membeli pakaian untukmu," ucap Jiangjun sambil menyetir.


Benar saja, beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di pusat pembelanjaan yang dimaksud Jiangjun. Sesaat kemudian, Qinli telah memilih beberapa pakaian, ia sampai tercengang ketika melihat tag harga dari salah satu pakaian yang ia pilih.


"Sekitar dua ratus dua puluh empat juta rupiah," ucap Qinli sambil melotot.


Tiba-tiba seorang pramuniaga muncul dari belakang Qinli.


"Hallo Tuan, baju ini harganya dua ratus lima puluh lima juta rupiah," ucapnya sambil tersenyum.


Qinli pun berbalik dan tersenyum kecut. Ia akhirnya membeli baju tersebut, lalu memilih segera pergi dari toko tersebut dan menemui Jiangjun yang sudah menunggunya di sebuah mini cafe.


Lagi-lagi ia tercengang ketika melihat harga dari menu cafe tersebut.


"Harga yang ada di Shangjing benar-benar tidak terjangkau untuk orang biasa," ucapnya pias.


Wajah Qinli benar-benar pucat pasi, bagaimana orang-orang bisa bertahan di sebuah kota yang apa-apanya sangat mahal dan di luar logika. Sedangkan Jiangjun tampak biasa menemukan keterkejutan Qinli.


"Hahaha, ini baru permulaan. Nanti aku akan membawamu ke suatu tempat," ucap Jiangjun bangga.


"Tempat apa?" tanya Qinli kaget.


🍃Malam harinya.


...⚜⚜⚜...


...KLUB YITIAN...


Di dalam sana tersedia sebuah tempat bilyard yang bergengsi. Bahkan di sana ada beberapa wanita cantik berpakaian minim bahan yang menunggu tempat tersebut.


Wanita cantik itu menoleh, "Eh, bukankah ini Tuan Muda Jiang? Lama tidak jumpa, penampilan elegan Tuan Muda Jiang masih seperti yang dulu."


"Aku juga baru sampai di Shangjing, apakah masih ada tempat?"


"Ada, silakan masuk!"

__ADS_1


Sesaat setelah mereka berdua masuk ke dalam, wanita itu menelpon seseorang, ternyata yang ia telpon adalah Zhouwei.


"Hallo! Apa Tuan Muda Zhou-nya ada?"


Di dalam ruangan bilyard, Qinli dan Tuan Muda Jiang sedang asyik bermain.


"Apa kau belum pernah bermain biliar sebelumnya? Kalau begitu, kau benar-benar punya bakat hebat!"


Tuan Muda Jiang memuji kehebatan Qinli.


"Iya, menyenangkan juga ...." ucap Qinli sambil tersenyum.


"Aku kalah di tiga puluh babak pertama! Aku tidak percaya kau menang, ayo kita bermain satu babak lagi!"


"Lain kali saja. Bukankah besok kita akan menghadiri acara ulang tahun?"


Qinli berusaha mengingatkan Jiangjun untuk segera beristirahat karena besok ada acara penting yang harus dihadiri.


"Fiuhhh ...."


"Kenapa?" tanya Qinli heran dengan respon Jiangjun.


"Apa lagi kalau bukan acara ulangtahun besok, kalau ingin kembali lagi, takutnya tidak akan semudah itu."


Jiangjun tampak bingung dengan keputusan untuk datang ke acara tersebut.


"Apa mungkin ada orang yang mau menghentikannya?"


"Benar!" ucap Jiangjun.


Ia pun menceritakan sebuah pengalaman saat ayahnya dulu dijebak dan diusir oleh salah satu keluarga paling berpengaruh di kota Shangjing.


"Waktu itu, ayahku dijebak orang, mengalami kecelakaan mobil, menabrak salah satu orang dari keluarga besar, karena itulah, kami diusir dari rumah Tuan."


"Meskipun orang yang menjebak ayahku sudah ditangkap, tapi selalu tidak punya kesempatan untuk menjelaskan semuanya dihadapan Tuan."


"Baik, aku akan mencari kesempatan untuk memeriksanya besok!"


Qinli segera beranjak keluar dari ruangan tersebut. Belum sempat ia pergi, ternyata beberapa orang masuk ke ruangan bilyard. Rombongan itu dipimpin oleh Zhouwei yang dibelakangnya sudah banyak petugas polisi.


"Tuan Muda Jiang, tidak disangka kita bertemu lagi."


"Zhouwei, kau lagi!" ucap Jiangjun panik.


"Direktur Jenderal, mereka lah yang membuat kekacauan di sini dan menghancurkan barang milik umum," teriak Zhouwei.


"Kalian tangkap dan bawa mereka berdua untuk di interogasi."


"Qin, kau pergi dulu, keluarga Zhou hanya menargetkanku, cepat pergi dan cari ayahku untuk meminta bantuan."


"Apakah Keluarga Zhou sangat hebat?"


"Meskipun Keluarga Zhou bukan keluarga berkedudukan tertinggi, tapi mereka punya kekuasaan disemua kalangan masyarakat."


"Lalu bagaimana dengan Keluarga Xu?"


"Keluarga Xu? maksudmu Keluarga Xu yang ada di Shangjing?"


"Iya!"


"Kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu?"


"Kau lupa? orang yang aku selamatkan sebelumnya di Jiangcheng ...."


"Aku akan menelponnya," ucap Qinli kemudian.


"Hahaha! Anak dusun yang baru sampai di Shangjing, sudah bisa belajar cara meminta bala bantuan, ya?" ucap Zhouwei menertawakan tingkah Qinli.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian.


"Kita sudah menunggu setengah jam, di mana bala bantuanmu?"


"Menurutku, mereka hanya mengulur-ulur waktu."


"Jiangjun, tidak disangka kau akan mengunakan trik semacam ini, kuberi tahu padamu, tidak ada gunanya berusaha keras!"


"Di Shangjing, Keluarga Zhou tidak takut pada siapa pun. Bahkan jika Kelurga Xu datang, mereka juga akan takut padaku!"


Tiba-tiba saja pintu terbuka. Tuan Muda Xu muncul dari balik pintu.


"Oh! Begitu, ya?"


Zhouwei begitu kaget, "Xu ... Xu Yiran!"


"Sial, kenapa Tuan Muda kecil yang datang! Dia adalah "Macan Tutul" di Shangjing, jika menyinggung perasaannya maka tidak akan berakhir menyenangkan," batin Zhouwei.


Tiba-tiba Tuan Muda Xu sudah berdiri di depan Zhouwei.


"Katakan padaku, bagaimana Keluarga Xu bisa takut padamu?"


"Tu-tuan Muda Xu, Anda salah dengar! aku tadi bilang Keluarga Zhou selalu menaruh rasa hormat kepada Keluarga Xu," ucapnya memohon.


Tetapi ternyata Tuan Muda Xu malah bertindak lain, ia menjejakkan kakinya di dada Zhouwei.


"Sangat menyenangkan ya mempermainkanku?"


Di sisi laim, jenderal yang dibawa Zhouwei sudah ketakutan.


"Boleh-boleh saja untuk tidak memperpanjang masalah mengenai kesombonganmu itu, tapi beraninya kau membuat tuduhan palsu pada penyelamatku."


"Sial! Tidak disangka membantu Keluarga Zhou malah menyinggung perasaan Keluarga Xu, aku akan habis!" batin jenderal itu.


Tuan Muda Xu menoleh, "Direktur Jenderal Zhau ...."


"I-iya, Tuan Muda Xu," ucapnya terbata.


"Gimana kalau kau tangkap aku juga bersama mereka?"


"Tuan Muda Xu jangan bercanda, aku hanya tidak berpikir dengan jelas!" ucap jenderal itu dengan gemetar.


"Semua dikarenakan dia mengancamku! jika aku tidak menurutinya, dia akan membawa masalah untuk keluargaku."


"Dasar bermuka dua," ucap Zhouwei.


"Apa aku menyuruhmu berbicara?" tanya Tuan Muda Xu sambil menjejakkan kakinya kembali ke arah Zhouwei.


"Jangan ada lain kali lagi! pergi!" ucap Tuan Muda Xu.


"Ba-baik," ucap mereka sambil lari tunggang langgang.


Sesudah itu mereka kembali berbincang di sebuah mini bar.


"Ternyata Kak Jiang adalah saudara Kak Qin, kalau begitu kelak kita semua adalah saudara,: ucap Tuan Muda Xu.


"Kak Qin, kapan kau datang ke Shangjing? Kenapa tidak bilang padaku."


"Aku juga barusan sampai, tapi aku harus berterima kasih padamu untuk masalah hari ini," ucap Qinli.


"Bro, tidak perlu sungkan. Oh iya, apa yang kau lakukan di Shangjing kali ini?"


"Aku datang bersama Tuan Muda Jiang untuk menghadiri acara ulang tahun Tuan Jiang, sekalian memeriksa penyakit Tuan."


"Begitu ya, tapi informasi yang aku dapatkan dari Keluarga Xu, takutnya Tuan bukan sakit biasa."


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2